Ratusan orang tua murid mendatangi Kantor Disdik Jabar untuk meminta penjelasan terkait permasalahan pendaftaran SPMB Jabar 2026 jenjang SMA/SMK. DOK Metro TV/Iwan Gumilar
Ratusan orang tua murid mendatangi Kantor Disdik Jabar untuk meminta penjelasan terkait permasalahan pendaftaran SPMB Jabar 2026 jenjang SMA/SMK. DOK Metro TV/Iwan Gumilar

Aplikasi SPMB Error dan Skor Tak Sesuai, Ratusan Orang Tua Murid Geruduk Kantor Disdik Jabar

Iwan Gumilar • 09 Juni 2026 14:37
Ringkasnya gini..
  • Ratusan orang tua mencari kejelasan terkait berbagai kendala teknis dalam proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK.
  • Berbagai kendala, mulai dari akun tak kunjung terverifikasi hingga perhitungan skor untuk masuk melalui jalur prestasi yang tidak sesuai.
  • Orang tua berharap pelaksanaan SPMB Jabar 2026 dapat berjalan lebih baik lagi.
Bandung: Ratusan orang tua murid mengeruduk Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung pada Selasa siang, 9 Juni 2026. Mereka mencari kejelasan terkait berbagai kendala teknis dalam proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK.
 
Proses SPMB Jawa Barat (Jabar) 2026 jenjang SMA/SMK memasuki hari terakhir pemetaan calon murid baru (PCMB). Ratusan orang tua calon murid mengeluhkan berbagai kendala, mulai dari akun tak kunjung terverifikasi hingga perhitungan skor untuk masuk melalui jalur prestasi yang tidak sesuai.
 
“Kami meminta kejelasan meminta kepastian dengan skor daripada anak-anak kami ini skornya berapa,” kata salah satu orang tua murid, Jefri, ditemui di lokasi, Selasa, 9 Juni 2026.

Jefri mengaku sudah tiga hari bolak balik Kantor Disdik Jabar untuk memastikan perhitungan skor anaknya. Banyak calon murid mendapati skor tidak sesuai dengan perhitungan.
  “Kami para orang tua sudah mencoba menghitung sesuai Juknis Keputusan Gubernur, katakan lah kita seharusnya dapat skor 400 tapi di aplikasi hanya 300,” beber Jefri.
 
Jefri sudah melaporkan hal itu tetapi belum ada perubahan. Pihak Disdik Jabar mengaku sinkronisasi data masih terus berlangsung.
 
“Mereka menyampaikan bahwa aplikasi masih terus berproses untuk sinkronisasi data. Nah, pertanyaannya dari orang tua sampai kapan aplikasi ini sinkronisasi data? Kita khawatir ini ada indikasi permainan data, ketika data ini tidak disampaikan secara transparan, ada yang naik, ada jalur belakang, akhirnya penerimaan ini menjadi tidak transparan,” tegas dia. 
 
Orang tua berharap Disdik Jabar melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB 2026. Sehingga, SPMB berjalan lebih baik lagi dan transparan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA