Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong lembaga kursus dan pelatihan tidak hanya menjadi tempat memperoleh keterampilan. Tetapi juga membuka akses peserta didik menuju dunia kerja, bahkan kerja ke luar negeri.
Kesempatan kerja ke luar negeri dapat terbuka melalui program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Program ini menyiapkan peserta didik untuk bekerja di luar negeri.
"Bahwa keterampilan yang diasah dengan baik lewat PKK harus mampu bertemu dengan kesempatan yang tepat, termasuk untuk kerja ke luar negeri,” kata Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin di Jakarta Kamis, 17 September 2026.
Tatang mengatakan keterampilan yang diberikan melalui lembaga kursus perlu memiliki keterkaitan dengan kebutuhan dunia industri dan dunia usaha. Dengan begitu, peserta tidak hanya menyelesaikan pelatihan, tetapi juga memiliki peluang untuk menggunakan keterampilan tersebut dalam pekerjaan.
Per September 2026 ini kata Tatang, sebanyak 2.883 alumni dari 20 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) dilepas untuk bekerja di sejumlah negara. Bulgaria menjadi negara tujuan terbanyak dengan 1.831 orang, disusul Jepang 692 orang dan Turki 212 orang.
Selain itu, peserta juga ditempatkan di Malaysia, Taiwan, Thailand, Romania, dan Maladewa. Tatang mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan nonformal dapat terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja.
Hal ini membuktikan PKK secara nyata memberikan kesempatan bekerja yang didukung dengan keterampilan yang sesuai dan data peserta yang dapat dipercaya. Karena itu, pemerintah juga memperkuat pendataan lembaga kursus dan pelatihan melalui Dapodik Kursus.
Sistem Dapodik Kursus tersebut diarahkan untuk memperbaiki pendataan, validasi, serta sinkronisasi data pendidikan nonformal. “Jadikan data sebagai alat untuk memperbaiki layanan, juga sebagai landasan pengambilan kepentingan. Dan jadikan data sebagai jalan menuju dunia kerja,” ujar Tatang.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengatakan penguatan kursus juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan. Menurut dia, pendidikan nonformal dapat memberikan keterampilan yang dibutuhkan peserta didik untuk bekerja maupun berwirausaha.
Ia menilai sinergi antara sekolah dan lembaga kursus perlu diperkuat. Siswa yang sedang mengikuti pendidikan formal tetap dapat mengambil kursus untuk memperoleh keterampilan tambahan.
"Dengan penguatan tersebut, pemerintah berharap pendidikan nonformal tidak hanya menghasilkan peserta yang selesai mengikuti pelatihan, tetapi juga membuka akses terhadap kesempatan kerja yang lebih luas," pungkasnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan