"Jepang kemudian India juga menawarkan untuk program-program pelatihan bagi guru-guru SMK dengan harapan guru-gurunya dapat mengarahkan muridnya untuk mau bekerja di Jepang," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti di Jakarta, Selasa 1 September 2026.
Mu'ti mengatakan kerja sama internasional tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat pendidikan vokasi sekaligus memperluas jejaring sekolah dengan dunia industri global. Di samping itu, Pemerintah juga tengah menjalankan kerja sama dengan McGill University Kanada dalam peningkatan STEM bagi guru serta penguatan pembelajaran mendalam.
Baca Juga :
Tak Cuma Ijazah, Siswa SMK Kini Wajib Punya Portofolio Digital DigiSkillBadge Sejak Kelas 10
Menurut Mu'ti, berbagai kemitraan tersebut penting karena peningkatan kualitas guru tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah. Kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan pihak swasta dinilai dapat memperluas kesempatan pengembangan kompetensi guru.
"Di tengah keterbatasan anggaran yang ada kami tetap dapat bekerja dan tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas para guru dengan partisipasi swasta," ujarnya.
Saat ini, melalui program magang, sebanyak 50 guru SMK dikirim ke Jerman selama tiga bulan. Para guru berasal dari 16 provinsi dan mengikuti program bersama Technical University of Dresden serta Festo.
Dirjen Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen Tatang Muttaqin mengatakan program tersebut berfokus pada tiga bidang keahlian. Di antaranya teknologi manufaktur dan rekayasa, teknologi konstruksi dan bangunan, serta energi dan pertambangan.
Para guru diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman baru. Tetapi juga membawa praktik pembelajaran dan pengalaman industri dari luar negeri ke sekolah masing-masing.
Tatang mengatakan pemerintah ingin pengalaman tersebut menghasilkan efek berantai. Para guru yang telah mengikuti program diharapkan dapat membagikan pengetahuan kepada guru lain sekaligus membantu siswa memahami standar kompetensi yang dibutuhkan industri internasional.
"Kita ingin hubungan antara SMK dengan mitra internasional tidak berhenti di program magang selesai," kata Tatang. Menurut dia, jejaring yang dibangun selama program juga diharapkan dapat mempertemukan lulusan SMK dengan perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia maupun luar negeri. Pemerintah bahkan berharap perusahaan Jerman yang berinvestasi di Indonesia dapat merekrut lulusan SMK yang memiliki kualifikasi sesuai kebutuhan industri.
"Dengan semakin banyaknya mitra internasional, pemerintah berharap guru SMK memiliki pengalaman yang lebih relevan dengan perkembangan industri global. Pada saat yang sama, siswa diharapkan mendapat akses yang lebih luas untuk melanjutkan pendidikan, berwirausaha, maupun memasuki pasar kerja internasional," pungkas dia.