Jakarta: Banyak orang beranggapan buah tanpa biji pertanda reproduksi tanaman terhenti. Pakar pemuliaan tanaman IPB University, Sobir, menepis anggapan tersebut.
“Buah tanpa biji dapat terbentuk melalui mekanisme biologis alami tertentu maupun perlakuan buatan, sehingga tanaman tetap dapat berkembang biak dengan cara lain,” ujar Sobir dalam keterangan tertulis dikutip Selasa, 4 Agustus 2026.
Salah satu contoh buah tanpa biji yang paling dikenal adalah semangka. Sobir menjelaskan semangka tanpa biji dihasilkan melalui persilangan tanaman tetraploid dengan tanaman diploid sehingga menghasilkan tanaman triploid.
“Tanaman triploid memiliki jumlah kromosom yang tidak seimbang pada saat pembentukan gamet (serbuk sari atau sel telur), sehingga tidak mampu menghasilkan biji secara normal pada saat fertilisasi,” papar dia.
Sobir menuturkan meski tidak dapat menghasilkan biji, tanaman triploid tetap mampu membentuk buah karena proses penyerbukan mengindulksi pembentukan buah. Sehingga, proses pembentukan buah tetap memerlukan penyerbukan menggunakan polen fertil dari semangka diploid.
“Penyerbukan menginduksi pembentukan buah, tetapi karena ketidakseimbangan kromosom, biji tidak berkembang sempurna sehingga buah yang dihasilkan praktis tanpa biji,” papar Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University itu.
Buah tanpa biji juga dapat terbentuk ketika penyerbukan terjadi, tetapi proses fertilisasi gagal. Penyerbukan tetap merangsang perkembangan bakal buah, sedangkan biji tidak terbentuk atau hanya menjadi biji kosong.
Sobir menyebut buah tanpa biji juga dapat dihasilkan melalui perlakuan hormon tanaman, seperti auksin dan giberelin. Hormon tersebut mampu merangsang perkembangan bakal buah tanpa proses pembuahan.
“Di Jepang, misalnya, bunga yang belum mekar dicelupkan ke dalam larutan giberelin sehingga buah dapat berkembang tanpa menghasilkan biji. Teknik serupa juga telah diterapkan pada tanaman tomat,” ujar Sobir.
Sobir mengatakan tanaman tanpa biji tetap dapat dibudidayakan. Semangka tanpa biji misalnya, tanaman tetua diploid dan tetraploid tetap diperbanyak secara alami karena keduanya menghasilkan biji yang digunakan untuk memproduksi tanaman triploid.
Sementara itu, berbagai tanaman buah tanpa biji lainnya diperbanyak secara vegetatif melalui teknik seperti sambung pucuk (grafting), cangkok, atau kultur jaringan. “Dengan demikian, ketiadaan biji pada buah yang dikonsumsi tidak berarti tanaman kehilangan kemampuan untuk diperbanyak,” ujar Sobir.
Dia menyebut dari sisi konsumen, buah tanpa biji menawarkan kepraktisan karena lebih mudah dan lebih banyak bagian yang dapat dikonsumsi. Namun, ada konsekuensi yang perlu diperhatikan, yaitu potensi penurunan cita rasa.
“Proses penyerbukan dan fertilisasi berpengaruh terhadap pembentukan senyawa yang ditujukkan untuk melindungi embrio pada biji, dan senyawa itu juga dapat memningkatkan rasa buah. Karena itu, pada beberapa jenis buah, rasa buah tanpa biji belum tentu lebih baik dari buah yang berbiji,” tutur dia.
Ia mencontohkan semangka tanpa biji kurang diminati di Jepang karena dinilai kalah dari segi rasa dibandingkan semangka berbiji. Pengembangan buah tanpa biji juga perlu mempertimbangkan keberlanjutan keragaman genetik tanaman.
Apabila tanaman tanpa biji terlalu dominan, keragaman genetik dapat berkurang. Sehingga, tanaman lebih rentan terhadap perubahan lingkungan maupun serangan hama dan penyakit.
“Oleh karena itu, sumber daya genetik, termasuk tanaman tetua, perlu terus dipertahankan melalui kebun koleksi dan program pemuliaan,” ujar dia.
Sobir mengatakan ke depan inovasi tidak harus selalu berfokus pada menghilangkan biji. Pengembangan buah dengan biji yang lebih kecil atau terkonsentrasi pada bagian tertentu dapat menjadi alternatif sehingga buah tetap mudah dikonsumsi tanpa mengorbankan cita rasa maupun keberlanjutan reproduksi tanaman.
“Inovasi buah sebaiknya menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumen, kualitas produk, dan kelestarian sumber daya genetik tanaman,” tutur dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan