Buah. DOK Freepik
Buah. DOK Freepik

Buah Mengkal vs Buah Matang, Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Pakar IPB

Renatha Swasty • 31 Juli 2026 12:58
Ringkasnya gini..
  • Buah matang terasa lebih manis karena pati resisten pada buah mengkal terurai menjadi gula sederhana seperti glukosa dan fruktosa.
  • Buah mengkal cocok untuk pembatasan gula, tetapi kontrol porsi makan tetap lebih utama dibandingkan sekadar memilih tingkat kematangan.
  • Mengonsumsi buah utuh sangat dianjurkan agar serat alaminya terjaga untuk mendukung kesehatan sistem imun dan bakteri baik di usus.
Jakarta: Banyak orang lebih memilih buah matang ketimbang yang mengkal karena rasanya lebih manis. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Antonius Suwanto, mengungkapkan kondisi tersebut terjadi karena karbohidrat pada buah mengkal masih didominasi pati resisten yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.
 
“Selama proses pematangan, pati kompleks di dalam buah akan berubah menjadi gula sederhana, seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Makanya, makin matang buahnya, makin tinggi juga kandungan gulanya dan rasanya jadi semakin manis," ujar Antonius dalam keterangan tertulis dikutip Jumat, 31 Juli 2026. 
 
Dia menuturkan buah matang tetap memberikan manfaat karena kaya akan vitamin dan antioksidan. Karena itu, pilihan mengonsumsi buah mengkal atau matang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan masing-masing.

Pada beberapa jenis buah, tingkat kematangan tertentu justru menjadi pilihan konsumsi masyarakat. Ia mencontohkan durian yang masih berkulit keras, tetapi daging buahnya sudah lembut sehingga kandungan gulanya relatif lebih rendah dibandingkan dengan durian yang benar-benar matang.
 
Antonius mengatakan buah mengkal dapat menjadi pilihan bagi orang yang perlu membatasi asupan gula karena kandungan fruktosanya lebih rendah. Meski begitu, buah tersebut tetap mengandung mineral, vitamin, dan serat yang bermanfaat bagi tubuh.
  Dia mengingatkan porsi konsumsi tetap menjadi faktor yang lebih penting ketimbang sekadar memilih tingkat kematangan buah.
 
"Kalau makan buah yang masak tetapi jumlahnya tidak terlalu banyak, mungkin masih oke dibandingkan makan buah yang setengah matang, tetapi jumlahnya banyak," jelas dia. 
 
Antonius menuturkan baik buah mengkal maupun buah matang sama-sama bermanfaat bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara bijak. Yang lebih dianjurkan adalah mengonsumsi buah dalam bentuk utuh agar kandungan serat alaminya tetap terjaga.
 
Dia menyebut serat alami berperan sebagai makanan bagi bakteri baik di usus besar. Bakteri tersebut tidak hanya membantu menjaga sistem imun, tetapi juga menghasilkan berbagai senyawa, termasuk vitamin dan hormon, yang berpengaruh terhadap kesehatan tubuh secara menyeluruh, bahkan kesehatan mental.
 
"Kalau konsumsi buah, sebaiknya buah yang utuh karena buah utuh mengandung serat. Dua-duanya, baik buah mengkal maupun matang, tetap jauh lebih baik daripada ngemil junk food," ujar dia. 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan