Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S Ludji (beridiri). Medcom.id/Renatha Swasty
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S Ludji (beridiri). Medcom.id/Renatha Swasty

Revitalisasi Pendidikan Kota Kupang: Libatkan Bantuan Pusat hingga Swadaya Warga

Renatha Swasty • 21 Juli 2026 14:59
Ringkasnya gini..
  • Program revitalisasi sekolah di Kota Kupang terus berlanjut. Setelah menyasar 8 sekolah pada 2025, program berlanjut ke 18 sekolah pada 2026.
  • Revitalisasi pendidikan ini tidak hanya melibatkan pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga peran aktif masyarakat melalui gotong royong.
  • Salah satu contohnya SD Inpres Naimata yang menerima dana Rp3,1 miliar pada 2025 serta bantuan paving block dari sumbangan sukarela orang tua.
Kupang: Program revitalisasi pendidikan menyasar sekolah-sekolah di Kota Kupang. Pada tahun 2025, sebanyak delapan sekolah direvitalisasi, rinciannya, enam SD dan dua SMP. 
 
"Sampai pada akhir program itu di tahun 2025 semuanya bisa terlaksana dengan baik walaupun ada kurang-kurang tapi itu sudah kami benahi bersama," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S Ludji, dalam Media Briefing Kunjungan Jurnalistik Revitalisasi Pendidikan di Aston, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin malam, 20 Juli 2026. 
 
Revitalisasi bakal berlanjut pada tahun 2026. Tujuh satuan pendidikan bakal direvitalisasi tahun ini, rinciannya empat jenjang SD dan tiga jenjang SMP. Revitalisasi juga menyasar PAUD-TK yang keseluruhannya mencapai 11 sekolah.   
 
Ernest mengungkapkan revitalisasi tak cuma melibatkan pemerintah pusat dan daerah, masyarakat khususnya orang tua turut terlibat. Salah satunya revitalisasi di SD Inpres Naimata yang melibatkan orang tua untuk pembangunan paving block di halaman tengah sekolah.

"Orang tua dengan sukarela lewat Komite Sekolah menyumbang untuk pembangunan itu," tutur dia. 
  Revitalisasi Pendidikan Kota Kupang: Libatkan Bantuan Pusat hingga Swadaya Warga
Kelas baru SD Inpres Naimata hasil bantuan program revitalisasi pendidikan. Medcom.id/Renatha Swasty
 
Dia mengatakan orang tua dengan kerelaannya mau membantu revitalisasi sekolah. Hal ini, kata dia, merupakan bentuk gotong royong. 
 
"Ini hal yang membanggakan untuk kita semua, bahwa kita bicara soal kolaborasi, kita bicara soal nilai-nilai Pancasila, itu sudah dilaksanakan di sini," tutur dia.  
 
Pada 2025, SD Inpres Naimata menerima bantuan program revitalisasi pendidikan sebesar Rp3,1 miliar. Uang itu digunakan untuk membangun 12 ruang kelas, 1 ruang administrasi dan tiga unit toilet. 
 
Selain dana dari pusat, pemerintah daerah juga memberikan bantuan untuk pembangunan lima ruang kelas baru. 
 
Ernest menyambut baik program revitalisasi pendidikan yang menyasar Kota Kupang. Bantuan pemerintah pusat sangat penting sebab pemerintah daerah tak bisa sendirian menyelesaikan persoalan pendidikan. 
 
"Kami merasa bangga, terhormat karena diperhatikan dan tidak ditinggalkan walaupun kami berada di tengah-tengah Indonesia hampir ke Timur. Ini adalah wujud nyata keberpihakan pemerintah pusat terhadap dunia pendidikan," ujar Ernest. 
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan