Siswi SMP Advent Manokwari, Jesenia Nelavita Wondoy. DOK Kemendikdasmen
Siswi SMP Advent Manokwari, Jesenia Nelavita Wondoy. DOK Kemendikdasmen

Ungkapan Bahagia Anak Papua ke Mendikdasmen: Fasilitas Modern Beri Kami Harapan Masa Depan

Renatha Swasty • 29 Mei 2026 21:03
Ringkasnya gini..
  • Jesenia mengungkapkan kebahagiannya karena ruang belajar SMP Advent kini menjadi lebih indah, modern, dan nyaman.
  • Kepala SD Negeri 75 Kerney, Serli Juli Rumpedai, turut merasa haru sebagai satu dari 17 sekolah penerima bantuan program revitalisasi tahun 2026.
  • Bupati Manokwari mengungkapkan program revitalisasi dari Kemendikdasmen sangat membantu mengisi celah kekurangan daerah.
Jakarta: Jesenia Nelavita Wondoy mengungkapkan kebahagiannya langsung kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Bantuan revitalisasi fisik dan digitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengubah ruang belajar SMP Advent menjadi lebih indah, modern, dan nyaman.
 
"Bagi kami sebagai anak-anak Papua, bantuan ini bukan hanya bangunan dan peralatan, tetapi juga tentang harapan dan masa depan. Kami merasa diperhatikan, didukung, dan diberikan kesempatan untuk meraih cita-cita yang lebih tinggi," kata siswa SMP Advent itu dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Manokwari di SMP Advent Manokwari melalui keterangan tertulis, Jumat, 29 Mei 2026. 
 
Jesenia mengungkapkan fasilitas modern seperti laboratorium IPA, Interactive Flat Panel (IFP), hingga ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan toilet yang bersih membuat para murid merasa sangat dihargai serta semakin termotivasi untuk berprestasi.

Merespons hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan pembangunan sarana pendidikan adalah wujud nyata kehadiran negara untuk merawat kebinekaan dan memberikan rasa aman bagi murid. Pada kunjungan kerja ini, Mu'ti meresmikan 31 sekolah di Kabupaten Manokwari yang telah 100 persen menyelesaikan program revitalisasi tahun 2025. 
 
Adapun alokasi anggaran mencapai Rp39,9 miliar. Mu'ti juga menyerahkan mock-up prasasti penanda kerja sama kepada 17 sekolah penerima bantuan tahun 2026.
 
Kepala SD Negeri 75 Kerney, Serli Juli Rumpedai, turut merasa haru sebagai satu dari 17 sekolah penerima bantuan program revitalisasi tahun 2026. Selama 12 tahun mengabdi di sekolah tersebut, baru kali ini sekolahnya tersentuh bantuan dari pemerintah. 
 
Dengan 60 murid dan keterbatasan ruang, mengharuskan kelas 5 dan 6 disekat dalam satu ruangan. Selain itu, kondisi toilet rusak parah. 
 
Bantuan ini menjadi jalan keluar yang telah lama dinantikan. SD Negeri 75 Kerney akan mendapatkan satu ruang kelas baru (RKB), ruang UKS, serta rehabilitasi untuk ruang kelas, ruang administrasi, dan toilet.
 
"Jujur sampai sekarang masih berdebar-debar, sangat bahagia dan tidak menyangka. Ini pertama kalinya kami mendapatkan bantuan," ungkap Serli penuh syukur. 
 
Ungkapan Bahagia Anak Papua ke Mendikdasmen: Fasilitas Modern Beri Kami Harapan Masa Depan
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Manokwari di SMP Advent Manokwari. DOK Kemendikdasmen
 
Dia mengungkapkan kunci keberhasilan memperoleh bantuan ini adalah kedisiplinan pihak sekolah memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) secara akurat. Serli sangat berharap Kemendikdasmen terus menjangkau sekolah-sekolah di wilayah terpencil, sehingga murid-murid di pelosok dapat merasakan kenyamanan fasilitas belajar layaknya sekolah-sekolah besar.
 
Komitmen pemerataan ini sejalan dengan visi Kemendikdasmen. "Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah dan sebagai tempat terjadinya melting point dan meeting point bagi seluruh anak Indonesia," jelas Mu'ti. 
 
Dia menekankan pemerintah menerapkan kebijakan inklusif dengan merangkul sekolah negeri maupun swasta sebagai mitra strategis. Sebab, seluruh murid berhak mendapatkan pendidikan bermutu guna menyongsong Generasi Emas 2045.
 
Mu'ti memaparkan revitalisasi tidak sebatas pada fisik bangunan, melainkan turut menyentuh infrastruktur pedagogis dan kultural. Kemendikdasmen mengalokasikan 150.000 beasiswa bagi para guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D4 atau S1 untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
 
Penanaman karakter juga diperkuat melalui penerapan "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" yang melatih kedisiplinan dan kemandirian murid.
 
Bupati Manokwari, Hermus Indou, memberikan apresiasi tinggi terhadap kundungan Mendikdasmen. Dia menilai ini bukan sekadar seremonial program fisik, melainkan membawa energi dan afirmasi keberpihakan negara di tengah tantangan pembangunan daerah. 
 
Hermus mengungkapkan program revitalisasi dari Kemendikdasmen sangat membantu mengisi celah kekurangan daerah. Terutama, setelah Kabupaten Manokwari mengalami pemangkasan anggaran efisiensi sebesar Rp200 miliar lebih yang cukup memengaruhi optimalisasi pelayanan publik.
 
"Kunjungan Bapak Menteri hari ini merupakan wujud komitmen kebangsaan dan kehadiran negara di daerah dan secara khusus di tanah Papua. Transformasi pembelajaran dan digitalisasi layanan pendidikan ini menjadi hal yang sangat luar biasa kami dapatkan," ujar Hermus.
 
Hermus meyakini kepedulian pemerintah pusat ini memantik motivasi ganda bagi seluruh pemangku kepentingan di daerah. Sinergi antara ketangguhan pemerintah daerah yang bertekad mengoptimalkan pelayanan, dedikasi guru seperti Ibu Serli, dan semangat menyala dari para murid memastikan anak-anak di ujung timur Nusantara memiliki pijakan yang kokoh untuk meraih cita-cita.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA