Sebelumnya, pada 2018 skor PISA matematika Indonesia sebesar 379, sedangkan di tahun 2022, skor matematika turun menjadi 366. Pada tahun 2025 ini, skor PISA matematika Indonesia kembali turun. Skor PISA Indonesia turun 2 poin menjadi 364.
"Matematika ada penurunan 2 poin," kata Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Rahmawati di Jakarta, Selasa 8 September 2026.
Apa Itu PISA?
PISA adalah asesmen OECD untuk mengukur kemamuan murid usia 15 tahun dalam membaca, matematika, dan sains. Pada PISA 2025 fokus utamanya adalah literasi sains. Tahun ini, sebanyak 75 persen negara OECD mengalami penurunan hasil PISA.Penyebab Skor Matematika Turun
Rahmati menjelaskan, jika penurunan skor matematika ini sebenarnya adalah fenomena global. Ia menyebut rata-rata global penurunan skor matematika pada 2025 dibandingkan 2022 adalah sebeasar 1 poin.Di samping itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin mengatakan, jika pihaknya tak menganggap enteng penurunan tersebut. Atas penurunan poin itu pihaknya akan terus meningkatkan mutu pendidikan.
"Kemampuan para siswa kita terutama dalam bernalar dan pemecahkan masalah itu masih harus diperkuat. Dan tindakan lanjutnya tentunya dipokuskan pada peningkatan kompetensi guru. Dan juga tentunya pendampingan pada kesatuan pendidikan yang memang butuhkan peningkatan untuk capaian ini," jelas dia.
Skor Literasi dan Sains Naik
Meski skor PISA matematika turun, skor PISA untuk bidang literasi membaca dan sains, Indonesia mengalami peningkatan. Adapun skor literasi membaca dan sains masing-masing meningkat sebanyak 6.Diketahui, skor PISA Indonesia pada 2022 untuk kemampuan membaca sebesar 259. Sedangkan, pada 2025 naik menjadi 365.
Selanjutnya, skor kemampuan matematika di 2022 sebesar 366 turun menjadi 364 di 2025. Dan skor kemampuan sains naik dari 383 pada 2022 menjadi 389 di Tahun 2025.
Sementara itu, ranking PISA Indonesia untuk membaca ada di peringkat 71 di 2022, sedangkan pada 2025 menjadi peringkat 74. Untuk ranking matematika pada 2022 ada di peringkat 70, sedangkan pada 2025 di peringkat 78. Pada kemampuan sains, Indonesia menempati ranking ranking 67 pada 2022 sedangkan di 2025 ada di 78.
PISA 2022 diikuti 81 negara. Sedangkat di 2025 diikuti 90 negara. Sampel PISA dipilih acak oleh OECD agar mewakili populasi siswa usia 15 tahun di tiap negara.
Baca Juga :