Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. DOK

Budaya Membaca dan Menulis Mesti Dibangun Sebagai Kebutuhan Bukan Sekadar Kewajiban Akademis

Renatha Swasty • 09 Februari 2026 16:28
Ringkasnya gini..
  • Meningkatkan kemampuan bahasa dan literasi generasi penerus penting. Hal itu sebagai bagian penting dalam proses membangun daya saing bangsa.
  • Budaya membaca dan menulis harus dipupuk dan dibangun sejak dini sebagai sebuah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban akademis.
  • Pemerintah didorong meningkatkan program literasi nasional yang terintegrasi dengan teknologi untuk memastikan akses bahan bacaan berkualitas merata.
Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan meningkatkan kemampuan bahasa dan literasi generasi penerus penting. Hal itu sebagai bagian penting dalam proses membangun daya saing bangsa. 
 
"Kemampuan berbahasa dan literasi yang baik bukan sekadar bagian dari alat untuk berkomunikasi, melainkan fondasi bagi setiap anak bangsa agar dapat merumuskan gagasan dan mengekspresikan kreativitas yang merupakan dasar untuk mewujudkan daya saing," kata Rerie, sapaan karib Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulis, Senin, 9 Februari 2026. 
 
Berdasarkan hasil PISA 2022 (Program for International Student Assessment), skor literasi membaca Indonesia tercatat sebesar 359 poin, mengalami penurunan dari 371 pada tahun 2018. Kemampuan literasi pelajar Indonesia masih terpaut jauh dari rata-rata negara yang tergabung dalam Organisation for Economic Co-operation and Development 
(OECD) yang berada di angka 476 poin. 

Sementara itu, catatan Goodstats pada 2025 mengungkapkan 26 persen Generasi (Gen) Z setiap hari membaca buku. Jumlah itu lebih tinggi ketimbang Generasi Milenial yang hanya 20 persen dan Generasi X 18 persen.
 
Rerie mengatakan catatan dan potensi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak untuk segera disikapi dengan langkah nyata. Dia berpendapat dengan kemampuan literasi yang masih di bawah rata-rata sejumlah negara OECD itu, upaya membangun fondasi daya saing bangsa membutuhkan dukungan para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah. 
 
Anggota Komisi X DPR RI itu menilai untuk melahirkan generasi berdaya saing melalui peningkatan literasi diperlukan sinergi antara pihak sekolah, keluarga, dan masyarakat. 
Budaya membaca dan menulis harus dipupuk dan dibangun sejak dini sebagai sebuah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban akademis.
 
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong pemangku kepentingan meningkatkan program literasi nasional yang terintegrasi dengan teknologi untuk memastikan akses bahan bacaan berkualitas merata hingga ke pelosok negeri. Sehingga, dapat terbangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri setiap anak bangsa di era persaingan global saat ini. 
 
Rerie optimistis dengan peningkatan kemampuan berbahasa sebagai fondasi dan literasi, Indonesia mampu melahirkan generasi cerdas secara intelektual dan kreatif secara emosional yang mampu menjadi dasar peningkatan daya saing bangsa di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan