Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Dok IGN
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. Foto: Dok IGN

Belajar Jadi Diplomat Sejak Sekolah, Mendikdasmen: Modal Masa Depan

Ilham Pratama Putra • 06 Agustus 2026 10:18
Ringkasnya gini..
  • 315 pelajar dari 118 sekolah dan perguruan tinggi mengikuti AYIMUN Depok Chapter 2026 untuk belajar diplomasi melalui simulasi sidang PBB.
  • Mendikdasmen menekankan pentingnya soft skills seperti berpikir kritis, negosiasi, kolaborasi, dan adaptasi sebagai bekal menghadapi masa depan.
  • Peserta membahas isu pendidikan berkualitas, keamanan digital, judi online, dan kejahatan siber.
Jakarta: Menjadi diplomat ternyata bisa dipelajari sejak usia sekolah. Lewat simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ratusan pelajar dari berbagai daerah di Indonesia dilatih menyampaikan gagasan, bernegosiasi, hingga mencari solusi atas persoalan global.
 
Sebanyak 315 pelajar dari 118 sekolah dan perguruan tinggi mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) Depok Chapter 2026 pada 1-2 Agustus 2026. Peserta berasal dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi dari Jabodetabek, Sukabumi, Sumatera Selatan, Magelang, Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, dan Bali.
 
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, mengatakan kegiatan seperti AYIMUN menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah keterampilan yang dibutuhkan di masa depan. Menurut dia, keberhasilan seseorang tidak lagi hanya ditentukan oleh kemampuan akademik atau hard skills, tetapi juga soft skills.
 
Baca juga: Bikin Bangga! Pelajar Eropa dan Asia Pilih Indonesia untuk Pertukaran Pelajar AFS, Ini Alasannya  


"AYIMUN merupakan program yang bergengsi sehingga banyak siswa telah mengenal kualitasnya. Tema AYIMUN Depok Chapter menjadi pengingat bahwa kita harus mempersiapkan generasi muda agar menjadi pribadi yang optimistis dan siap menghadapi perubahan," kata Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026.
 
Ia mengutip proyeksi World Economic Forum (WEF) yang menempatkan kemampuan berpikir kritis, negosiasi, pemecahan masalah, adaptasi, kolaborasi, serta berbagai keterampilan abad ke-21. Menurut dia, ragam kompetensi itu akan semakin dibutuhkan dalam lima tahun ke depan.
 
"Jadikan AYIMUN ini kesempatan bagi Anda untuk mengembangkan kemampuan dan membangun cita-cita untuk membawa nama besar Indonesia di kancah dunia," ujar dia.
 
Senada, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan simulasi sidang PBB tidak hanya mengajarkan peserta menjadi delegasi suatu negara. Menurut dia, kegiatan tersebut juga membentuk karakter kepemimpinan generasi muda.
 
"Melalui AYIMUN, adik-adik tidak hanya belajar menjadi delegasi sebuah negara, tetapi juga belajar menjadi pemimpin masa depan yang mampu mendengarkan, menghargai perbedaan, membangun konsensus, dan menyampaikan gagasan dengan tanggung jawab," ujar Chandra.
 
Presiden International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, menjelaskan tantangan terbesar generasi muda di era digital bukan sekadar mengakses informasi, melainkan mampu memilah dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Karena itu, berpikir kritis menjadi keterampilan penting di tengah maraknya misinformasi, ancaman siber, hingga perkembangan kecerdasan buatan.
 
Baca juga: Bima Arya: SMA? Lewat! Kuliah Jauh Lebih Indah, Ini 3 Alasannya  

 
"Tantangan terbesar kita bukan lagi sekadar memiliki akses terhadap informasi, melainkan mengetahui bagaimana cara mempertanyakannya, melakukan verifikasi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Karena itulah berpikir kritis menjadi firewall terkuat yang kita miliki," kata Fahrizal.
 
Mengusung tema "Securing the Digital Future: Protecting Societies and Empowering the Next Generation", peserta AYIMUN Depok Chapter mengikuti simulasi sidang PBB melalui dua dewan utama, yakni UNICEF dengan tema Ensuring Quality Education for Every Child bagi peserta usia 11-14 tahun serta UNODC dengan tema Mitigating the Worst Impacts of Illicit Online Activities: Illegal Gambling and Cybercrime bagi peserta berusia 15 tahun ke atas.
 
Selama konferensi, peserta berdiskusi, bernegosiasi, dan menyusun resolusi layaknya sidang PBB. Pemenang AYIMUN Depok Chapter akan memperoleh beasiswa untuk mengikuti Asia World Model United Nations (AWMUN) XV yang dijadwalkan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center pada 2-5 Oktober 2026.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan