ITU merupakan badan di PBB yang fokus pada bidang teknologi informasi dan komunikasi. ITU memberikan penghargaan tertinggi kepada Indonesia atas capaian di bidang e-government dan digitalisasi pendidikan.
Penghargaan tersebut, kata Prabowo, menjadi bukti bahwa langkah pemerintah mempercepat digitalisasi pendidikan mendapat apresiasi dari komunitas global. Indonesia, kata dia, masuk dalam 192 negara yang cepat melakukan transformasi digital dalam pendidikan.
"Baru saja kita dapat berita bagus dari PBB ya, International Telecommunication Union memberi penghargaan tertinggi kepada kita Indonesia dari 192 negara dalam kategori e-government dan kategori digitalisasi pendidikan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Minggu, 20 Juli 2026.
| Baca juga:
|
Presiden menjelaskan salah satu faktor yang mendukung capaian tersebut ialah pengembangan platform Rumah Pendidikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Platform itu diintegrasikan dengan distribusi interactive flat panel atau panel pintar yang kini mulai digunakan di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Menurut Prabowo, integrasi perangkat pembelajaran digital dengan platform pendidikan nasional memungkinkan guru dan siswa memperoleh akses terhadap materi pembelajaran yang lebih luas tanpa dibatasi lokasi geografis. Pun saat ini pengguna IFP di sekolah sudah mencapai 6,9 juta.
"Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Rumah Pendidikan portal terintegrasi dengan interactive flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna," ujarnya.
Prabowo mengungkapkan Rumah Pendidikan kini menyediakan 4.843 sumber belajar gratis yang dapat dimanfaatkan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik. Platform tersebut juga disebut telah membantu ratusan ribu guru, terutama yang bertugas di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), memperoleh akses terhadap materi ajar dan berbagai layanan pembelajaran digital.
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi pendidikan nasional mulai bergerak ke arah yang lebih maju. "Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara," ucap Prabowo.
Meski demikian, Presiden menegaskan pemerintah tidak akan berhenti pada capaian tersebut. Ia menyebut perjalanan reformasi pendidikan masih panjang karena Indonesia memiliki lebih dari 288 ribu sekolah dengan kondisi yang beragam.
Oleh karena itu, digitalisasi pendidikan akan terus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Pemerintah menargetkan penambahan sekitar 700 ribu panel pintar hingga akhir 2026 atau paling lambat semester pertama 2027, sekaligus melanjutkan program renovasi sekolah secara bertahap hingga seluruh sekolah di Indonesia selesai diperbaiki pada 2029.
Bagi pemerintah, kata Prabowo, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi di ruang kelas. Tetapi memastikan seluruh peserta didik dan guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas, di mana pun mereka berada.
| Baca juga: Dari Halaman Buku Tumbuh Harapan Baru Anak-anak di Pedalaman |
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda