Suasana berbeda terasa di sejumlah sekolah di wilayah pedalaman saat ratusan buku baru tiba di ruang-ruang belajar mereka. Kehadiran buku-buku tersebut disambut antusias oleh para siswa yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.
Suasana berbeda terasa di sejumlah sekolah di wilayah pedalaman saat ratusan buku baru tiba di ruang-ruang belajar mereka. Kehadiran buku-buku tersebut disambut antusias oleh para siswa yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.
Sebagian anak langsung membuka buku yang menarik perhatian mereka. Ada yang duduk di sudut kelas untuk membaca, ada pula yang saling berbagi cerita dan menunjukkan ilustrasi kepada teman-temannya. Bagi mereka, buku bukan sekadar bahan bacaan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal hal-hal baru.
Sebagian anak langsung membuka buku yang menarik perhatian mereka. Ada yang duduk di sudut kelas untuk membaca, ada pula yang saling berbagi cerita dan menunjukkan ilustrasi kepada teman-temannya. Bagi mereka, buku bukan sekadar bahan bacaan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal hal-hal baru.
Melalui kolaborasi dengan Kompas Gramedia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan 2.700 buku ke 27 sekolah di berbagai daerah. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 PNM melalui inisiatif RE3forE yang berfokus pada lingkungan, ekonomi, pemberdayaan, dan pendidikan.
Melalui kolaborasi dengan Kompas Gramedia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan 2.700 buku ke 27 sekolah di berbagai daerah. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 PNM melalui inisiatif RE3forE yang berfokus pada lingkungan, ekonomi, pemberdayaan, dan pendidikan.

Dari Halaman Buku Tumbuh Harapan Baru Anak-anak di Pedalaman

03 Juni 2026 17:44

Jakarta: Suasana berbeda terasa di sejumlah sekolah di wilayah pedalaman saat ratusan buku baru tiba di ruang-ruang belajar mereka. Kehadiran buku-buku tersebut disambut antusias oleh para siswa yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan.

Sebagian anak langsung membuka buku yang menarik perhatian mereka. Ada yang duduk di sudut kelas untuk membaca, ada pula yang saling berbagi cerita dan menunjukkan ilustrasi kepada teman-temannya. Bagi mereka, buku bukan sekadar bahan bacaan, tetapi juga kesempatan untuk mengenal hal-hal baru.

Melalui kolaborasi dengan Kompas Gramedia, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menyalurkan 2.700 buku ke 27 sekolah di berbagai daerah. Program ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-27 PNM melalui inisiatif RE3forE yang berfokus pada lingkungan, ekonomi, pemberdayaan, dan pendidikan.

Di sejumlah sekolah penerima manfaat, tambahan koleksi buku dinilai membantu memperkaya bahan bacaan yang dapat diakses siswa. Beragam tema buku, mulai dari cerita anak, pengetahuan umum, budaya, hingga kisah inspiratif, diharapkan dapat menumbuhkan minat baca dan rasa ingin tahu anak-anak.

Bagi sekolah-sekolah di wilayah dengan akses literasi yang masih terbatas, kehadiran buku baru menjadi dukungan yang berarti dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Tidak sedikit siswa yang memilih menghabiskan waktu lebih lama di sekolah untuk membaca bersama teman-teman mereka.

Anak-anak senang sekali ramai-ramai langsung membaca buku,” ujar Mansyur Kulle, salah satu pengelola sekolah di Gowa yang menjadi penerima manfaat.

Program ini juga melibatkan partisipasi karyawan PNM yang mengumpulkan buku layak baca untuk disalurkan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak anak memperoleh akses terhadap bahan bacaan yang dapat mendukung proses belajar mereka.

Di tengah berbagai tantangan akses pendidikan di sejumlah wilayah, kehadiran buku menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat membantu memperluas wawasan anak-anak. Dari halaman-halaman yang mereka baca, lahir pengetahuan baru, rasa ingin tahu, serta harapan untuk meraih cita-cita di masa depan. Dok. Istimewa



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


(CDE)

News Buku pendidikan anak