Jakarta: Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pendidikan perlu mendapat perhatian serius. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengingatkan penggunaan AI tanpa aturan dan pengawasan yang jelas berpotensi mengganggu kemampuan berpikir kritis siswa.
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan pemanfaatan AI memang dapat memberikan manfaat dalam proses pembelajaran. Namun, penggunaan teknologi AI secara berlebihan tanpa pembatasan juga dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi perkembangan anak.
"Kalau kemudian tidak ada pembatasan pengaturan secara ketat bagaimana di kelas, ini tentu akan berdampak negatif. Anak-anak akan kemudian mengalami hambatan untuk berpikir kritis," kata Satriwan kepada Medcom.id, Jumat 4 September 2026.
Menurut dia, penggunaan AI yang tidak terkontrol juga berpotensi memengaruhi kemampuan kognitif siswa. Selain itu, anak dapat menjadi lebih mudah terdistraksi dan sulit berkonsentrasi selama mengikuti proses pembelajaran.
Satriwan mengatakan penggunaan perangkat digital seperti gawai, tablet, maupun laptop di ruang kelas juga perlu diawasi secara ketat. Sebab, perhatian siswa bisa beralih dari materi pembelajaran ke perangkat yang digunakan.
"Anak-anak akan mudah terdistraksi, tidak mudah untuk fokus dalam pembelajaran. Bahkan dengan menggunakan gawai atau iPad misalnya atau laptop di ruang kelas ini kemudian juga dapat mengganggu proses pembelajaran," ujarnya.
Ia mengatakan guru juga menghadapi tantangan dalam mengawasi penggunaan perangkat digital oleh seluruh siswa di dalam kelas. Tanpa aturan yang jelas, perangkat yang seharusnya digunakan untuk belajar justru dapat dipakai untuk mengakses konten lain.
Karena itu, P2G mendorong pemerintah membuat aturan yang lebih jelas mengenai pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Aturan tersebut perlu memberikan batasan mengenai penggunaan AI sekaligus menjelaskan peran guru dalam melakukan pengawasan.
"Kami mendorong teknologi seharusnya menjadi alat untuk mendukung proses belajar siswa, bukan menggantikan kemampuan mereka dalam berpikir, memahami, dan menyelesaikan persoalan secara mandiri," pungkasnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan