hewan, seperti kelelawar, tikus, primata, babi, dan unggas dikenal secara alami membawa atau menjadi reservoir patogen. DOK BRIN
hewan, seperti kelelawar, tikus, primata, babi, dan unggas dikenal secara alami membawa atau menjadi reservoir patogen. DOK BRIN

Mengenal Zoonosis: Penyakit yang Ditularkan Hewan Penyebab Cacar Monyet Hingga AIDS

Renatha Swasty • 04 Agustus 2022 10:07
Jakarta: Penyakit cacar monyet tengah meghantui masyarakat di tengah masih meningkatnya kasus covid-19. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan satu orang di Jawa Tengah sebagai suspek cacar monyet
 
Covid-19 dan cacar monyet merupakan dua dari ratusan contoh penyakit zoonosis. Lalu, apa itu zoonosis? Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan peningkatan risiko zoonosis? Sejauh apa riset yang dilakukan terkait zoonosis di Indonesia? Berikut penjelasan lengkapnya dikutip dari laman brin.go.id:
 
Zoonosis adalah penyakit yang ditularkan dari hewan, baik hewan liar, hewan ternak, maupun domestik (hewan peliharaan), ke manusia. Patogen yang ditularkan bisa berupa bakteri, virus, parasit, dan jamur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 6 dari 10 penyakit menular saat ini merupakan zoonosis. Bahkan, 3 dari 4 penyakit infeksi baru pada manusia bersumber dari hewan.
 
Jumlah penyakit baru yang ditularkan dari hewan terus bertambah setiap tahunnya. Menurut WHO, diperkirakan terdapat lebih dari 200 jenis penyakit zoonosis di dunia saat ini. Beberapa penyakit zoonosis yang sudah kita kenal, di antaranya penyakit flu, nipah, virus Hendra, rabies, malaria, leptospirosis, covid-19, hingga yang teranyar, cacar monyet.
 
Peneliti Ahli Muda, Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pandji Wibawa Dhewantara, menjelaskan penularan zoonosis bisa melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan hewan tersebut. Kontak langsung misalnya, akibat paparan langsung dengan darah, saliva atau air liur, tinja, atau cairan tubuh lainnya dari hewan yang terinfeksi. Dokter hewan dan peternak merupakan salah satu profesi yang berisiko tinggi dalam penularan secara kontak langsung ini.  
 
Sedangkan penularan melalui kontak tidak langsung dapat terjadi melalui berbagai medium perantara. Misalnya, tidak sengaja mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi urin atau saliva dari hewan yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi akibat kontak dengan tanah, air, dan lumpur yang sudah terkontaminasi patogen. Patogen dapat masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir, mata, atau bekas luka.
 
Penularan juga dapat terjadi melalui hewan perantara, umumnya berupa serangga. Malaria zoonotik misalnya, merupakan penyakit infeksi parasit Plasmodium knowlesi yang bersumber dari primata seperti monyet ekor panjang dan kera, lalu ditularkan ke manusia melalui perantara gigitan nyamuk Anopheles. Malaria yang kita kenal saat ini, awalnya bersumber dari hewan primata yang kemudian ditularkan ke manusia melalui serangga.
 
Baca juga Terkonfirmasi Suspek Cacar Monyet, 1 Warga Jateng Diisolasi
 
 



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif