Fauzul Amni, penyandang disabilitas sedang melakukan pembelajaran didampingi orang tuanya. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Fauzul Amni, penyandang disabilitas sedang melakukan pembelajaran didampingi orang tuanya. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Lika-Liku Teknologi dan Pemenuhan HAM Pelajar Disabilitas

Pendidikan teknologi penyandang disabilitas anak berkebutuhan khusus Pembelajaran Daring pandemi covid-19
Ilham Pratama Putra • 22 November 2021 10:05

Teknologi dan HAM Bagi Pelajar Disabilitas

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket menyatakan, pandemi telah mengubah kehidupan orang-orang di seluruh dunia. Perubahan itu menimbulkan tekanan dalam banyak hal, terutama terkait adopsi teknologi pembelajaran, yang erat kaitannya dengan hak pendidikan pelajar.
 
"Para manula, perempuan, anak-anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya di tengah masyarakat, adalah yang paling terdampak covid-19. Kita harus berupaya untuk membantu menemukan solusi inovatif untuk segala bentuk tantangan di Indonesia yang telah diperburuk oleh krisis covid-19,” kata Piket dalam webinar pada siaran youtube EU in Indonesia, Rabu 27 Oktober 2021.
 
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket. Tangkapan layar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perjuangan Zulam sebagai pelajar di masa ini, tentu adalah dampak pandemi yang dimaksud Piket. Zulam setidaknya menanggung dua beban sekaligus di masa studinya.
 
Baca: Selama Pandemi, Mahasiswa Cenderung Pilih Kuliah di dalam Negeri
 
Pertama, dia harus mengadopsi dan beradaptasi dengan teknologi pembelajaran kekinian. Di lain sisi, dia seharusnya mendapat Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai seorang pelajar untuk akses pendidikan semudah mungkin.
 
Keadilan terhadap hak mengakses pendidikan mesti diberikan kepada semua anak bangsa. Pemerintah tak bisa menutup sebelah mata, jika ada banyak pelajar memiliki keterbatasan seperti Zulam.
 
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan Zulam memiliki beban ganda dalam mengakses pendidikan. Ketimpangan layanan maupun bantuan mengakses PJJ di dunia pendidikan masih sangat kental.
 
“Belum ada intervensi dalam bentuk aksi nyata agar ketimpangan pembelajaran di kalangan siswa menjadi tidak lebar. Harusnya kan di era digital ini ada perhatian khusus agar anak didik kita hebat secara digital juga. Ini yang membuat ketimpangan hak belajar siswa,” kata Retno kepada Medcom.id, Sabtu 21 November 2021.
 
Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Agus Riewanto menyoroti intervensi negara dalam pemenuhan hak pendidikan bagi setiap warga negara.  Terutama pemenuhan hak pendidikan di era pandemi covid-19.
 
 
Halaman Selanjutnya
  Ia mengatakan, negara harus…
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif