Fauzul Amni, penyandang disabilitas sedang melakukan pembelajaran didampingi orang tuanya. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.
Fauzul Amni, penyandang disabilitas sedang melakukan pembelajaran didampingi orang tuanya. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama Putra.

Lika-Liku Teknologi dan Pemenuhan HAM Pelajar Disabilitas

Pendidikan teknologi penyandang disabilitas anak berkebutuhan khusus Pembelajaran Daring pandemi covid-19
Ilham Pratama Putra • 22 November 2021 10:05

Namun, metode belajar nyatanya harus berubah seiring merebaknya pandemi covid-19. Sekolah di Indonesia harus menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring, termasuk SMA 77 Jakarta, tempat Zulam belajar.
 
Di saat banyak murid dan guru mengeluhkan model belajar daring, Zulam malah sebaliknya. Dia lebih senang belajar dari rumah.
 
"Kalau belajar PJJ lebih enak sih, lebih nyantai. Kalau di sekolah harus bangun pagi, mandi terus ke sekolah. Kalau daring bangun pagi tinggal ke hadapan laptop, belajar," ungkap Zulam.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laptop pun telah diatur sedemikian rupa untuk bisa mengeluarkan suara dan membantu Zulam mengoperasikannya. Saat dikunjungi, Zulam sempat memeragakan bagaimana dia mengerjakan soal esai sekolahnya.
 
Baca: Nadiem: Edukasi Soal Lingkungan dan Perubahan Iklim Masih Minim
 
Zulam mulai menggerakkan kursor dengan keyboard. Tiap baris yang dilewati, maka secara otomatis komputer akan membacakan tulisan yang tertera. Setelahnya, Zulam menekan tombol enter, untuk kemudian mulai menulis jawaban dari soal yang telah dibacakan tadi. Dengan lihai, Zulam mengetik jawaban-jawabannya.
 
Dalam mengetik, Zulam minim kesalahan lantaran telah hafal susunan keyboard. Sistem dalam komputer jinjing milikinya itu pun sudah diatur memberi tahu tombol apa yang diketik Zulam.
 
PJJ semakin dirasa mudah bagi Zulam karena tinggal mendengarkan suara gurunya lewat Zoom, maupun mendengar materi pembelajaran dari YouTube. Zulam tidak perlu banyak bergerak saat hadir secara fisik di sekolah.
 
Namun, ia mengakui masih ada beberapa mata pelajaran yang menjadi kendalanya. Yakni matematika dan bahasa Jepang. "Matematika sulit ngebayangin angka-angkanya. Terus juga bahasa Jepang kan ada tulisan kanji susah itu belajarnya. Sama menggambar juga," tutur Zulam.
 
Beruntung saat terjadi kesusahan, orang tua dan adiknya siap membantu. Zulam lebih sering mengandalkan adiknya saat belajar. Begitu pun dengan guru sekolah. Setelah pembelajaran selesai, Zulam kerap ditanyakan gurunya terkait pemahaman materi.
 
"Kadang tanya sama saya, ada saran enggak Zulam belajarnya bagaimana, biar kamu paham. Atau kalau misal ada keberatan bilang saja. Tapi ya alhamdulillah semua lancar," tutur Zulam.
 
 
Halaman Selanjutnya
Teknologi dan HAM Bagi Pelajar…
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif