Namun, masuk ke kampus-kampus Ivy League tidaklah mudah karena tingkat persaingannya sangat ketat. Mengutip laman Visual Capitalist, kelompok kampus elite ini rata-rata hanya menerima kurang dari 10 persen dari total pendaftar tiap tahunnya.
Selain harus bersaing dengan pendaftar dari berbagai negara, calon mahasiswa juga perlu mempersiapkan diri dengan matang dan biaya kuliah yang tidak sedikit. Meski begitu, banyak kampus yang kini menyediakan bantuan biaya agar kesempatan belajar tetap terbuka luas.
Lantas, apa sebenarnya Ivy League dan kampus mana saja yang paling sulit ditembus? Yuk, simak informasinya berikut ini.
Apa Itu Ivy League?
Ivy League adalah kelompok delapan kampus swasta di kawasan timur laut AS. Kelompok ini dibentuk pada 1954 sebagai liga olahraga, bukan sebagai daftar kampus terbaik di AS.Kedelapan kampus itu adalah Brown University, Columbia University, Cornell University, Dartmouth College, Harvard University, Princeton University, University of Pennsylvania, dan Yale University. Seluruhnya berada di kawasan pesisir timur AS.
Mengapa Disebut Ivy League?
Asal-usul nama Ivy League punya beberapa teori. Salah satunya berkaitan dengan ivy, tanaman merambat yang menyelimuti kampus-kampus tua di kelompok ini.Menurut teori itu, istilah tersebut muncul pada 1937. Saat itu jurnalis olahraga Caswell Adams menulis tentang pertandingan sepak bola Columbia dan University of Pennsylvania, dan menyebut keduanya sebagai kampus tua yang 'diselimuti tanaman ivy'.
Daftar Kampus Ivy League yang Paling Sulit Ditembus
Visual Capitalist menyusun peringkat delapan kampus berdasarkan tingkat penerimaan. Datanya berasal dari National Center for Education Statistics dan College Scorecard Departemen Pendidikan AS, dan makin kecil persentasenya berarti makin sulit ditembus.1. Harvard University
- Tingkat Penerimaan: 3,7 persen
- Skor SAT: Matematika (770), Membaca dan Menulis (740)
- Biaya per Tahun: USD 19.100 (Rp347 juta)
2. Yale University
- Tingkat Penerimaan: 3,9 persen
- Skor SAT: Matematika (740), Membaca dan Menulis (730)
- Biaya per Tahun: USD 23.800 (Rp432 juta)
3. Columbia University
- Tingkat Penerimaan: 4,0 persen
- Skor SAT: Matematika (770), Membaca dan Menulis (740)
- Biaya per Tahun: USD 21.600 (Rp392 juta)
4. Princeton University
- Tingkat Penerimaan: 4,6 persen
- Skor SAT: Matematika (770), Membaca dan Menulis (740)
- Biaya Bersih per Tahun: USD 6.100 (Rp111 juta)
5. Brown University
- Tingkat Penerimaan: 5,4 persen
- Skor SAT: Matematika (770), Membaca dan Menulis (740)
- Biaya ersih per Tahun: USD 25.200 (Rp457 juta)
6. University of Pennsylvania
- Tingkat Penerimaan: 5,4 persen
- Skor SAT: Matematika (770), Membaca dan Menulis (740)
- Biaya per Tahun: USD 28.700 (Rp521 juta)
7. Dartmouth College
- Tingkat Penerimaan: 5,4 persen
- Skor SAT: Matematika (760), Membaca dan Menulis (740)
- Biaya per Tahun: USD 29.500 (Rp535 juta)
8. Cornell University
- Tingkat Penerimaan: 8,8 persen
- Skor SAT: Matematika (770), Membaca dan Menulis (730)
- Biaya per Tahun: USD 28.700 (Rp521 juta)
Mengapa Ivy League Menjadi Kampus Bergengsi?
Reputasi akademik Ivy League dibangun selama ratusan tahun lewat riset berpengaruh dan dosen ternama. Harvard, yang berdiri pada 1636 dan menjadi universitas tertua di kelompok ini, tercatat berkaitan dengan lebih dari 160 peraih Nobel.Mengutip laman THE Student, prestasi olahraga yang kuat ikut menarik dana, hibah, dan dosen terbaik ke kampus-kampus ini. Kombinasi itu membantu nama Ivy League terus terjaga dari masa ke masa.
Jaringan alumni yang kuat juga menjadi nilai lebih Ivy League. Alumni terkenalnya adalah Barack Obama, Franklin D. Roosevelt, Emma Watson, Meryl Streep, dan Toni Morrison.
Banyak lulusannya juga merasa gelar dari kampus ini membantu membuka jalan ke karier yang selektif, seperti kedokteran dan hukum. Faktor-faktor itulah yang membuat Ivy League dipandang bergengsi.
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai kampus Ivy League di AS yang sulit ditembus. Adakah kampus impian kamu? (Talitha Islamey)