Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu, apalagi kini kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara kerja di banyak bidang. Beberapa pekerjaan yang dulu dikerjakan manusia kini sudah bisa digantikan oleh mesin.
Meski begitu, perubahan ini tidak hanya membawa ancaman. Di saat yang sama, AI juga membuka banyak jenis pekerjaan baru yang sebelumnya belum ada.
Artinya, tidak semua jurusan berisiko, karena sebagian justru makin dibutuhkan. Jurusan-jurusan ini umumnya mengandalkan kemampuan yang sulit digantikan mesin, seperti rasa empati, kreativitas, dan sikap yang bijak dalam mengambil keputusan.
Bagi Sobat Medcom yang ingin tahu jurusan apa saja yang tetap menjanjikan di era AI, berikut daftarnya yang dikutip dari laman jakarta.ciputra.ac.id.
Daftar 10 Jurusan Kuliah yang Punya Prospek Cerah di Era AI
1. Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Kedokteran termasuk pekerjaan yang paling sulit digantikan mesin. Meski AI sudah bisa membantu mengenali penyakit dari hasil foto medis, keputusan perawatan yang rumit dan tindakan operasi tetap dilakukan oleh manusia.AI hanya menjadi alat bantu bagi dokter, bukan penggantinya, sehingga rasa percaya antara dokter dan pasien tetap penting. Lulusannya bisa bekerja sebagai dokter umum, dokter spesialis, peneliti kesehatan, atau konsultan di bidang teknologi kesehatan.
2. Psikologi dan Konseling
Psikologi berkaitan dengan hal-hal yang sangat manusiawi, seperti perasaan, pengalaman sulit, hubungan dengan orang lain, dan kesehatan mental. Chatbot AI bisa memberi jawaban awal, tetapi proses pendampingan yang butuh rasa percaya dan kehadiran langsung masih sulit digantikan teknologi.Kebutuhan akan layanan kesehatan mental terus naik sejak pandemi COVID-19 dan diperkirakan masih akan bertambah. Lulusannya bisa bekerja sebagai psikolog, konselor di sekolah, staf bagian sumber daya manusia, peneliti pengguna produk digital, atau ahli saraf perilaku.
3. Ilmu Hukum
Ilmu hukum menuntut kemampuan memahami aturan, menyampaikan pendapat, menjaga etika, dan melihat kondisi sosial yang terus berubah. AI bisa membantu mencari referensi dan menyusun dokumen sederhana, tetapi sidang di pengadilan, perundingan penting, dan nasihat hukum yang detail tetap memerlukan manusia yang bisa bertanggung jawab.Munculnya aturan baru tentang AI juga membuka bidang hukum yang baru, yaitu hukum teknologi. Lulusannya bisa bekerja sebagai pengacara, notaris, konsultan hukum perusahaan, hakim, diplomat, atau konsultan hukum di bidang teknologi.
4. Pendidikan (PGSD, PGMI, Pendidikan Guru)
Guru tidak hanya menyampaikan pelajaran, tetapi juga membimbing, memberi semangat, dan membentuk karakter siswa. AI bisa membantu menyesuaikan materi belajar, tetapi memahami perasaan siswa dan menanamkan nilai-nilai kehidupan tidak bisa dilakukan oleh mesin.Guru yang pandai memanfaatkan AI dalam kegiatan belajar akan sangat dibutuhkan di masa depan. Lulusannya bisa menjadi guru, kepala sekolah, pengembang aplikasi belajar, pelatih, atau penyusun kurikulum.
5. Desain (Desain Komunikasi Visual dan Desain Produk)
AI bisa membuat gambar hanya dalam hitungan detik. Namun, pemahaman budaya, rasa seni, dan arah kerja yang tepat tetap datang dari pengalaman seorang desainer.Desainer yang mau bekerja sama dengan AI bisa bekerja lebih cepat tanpa kehilangan kreativitasnya. Lulusannya bisa bekerja sebagai desainer tampilan aplikasi, perancang merek, pemimpin tim kreatif, desainer animasi, atau desainer produk.
6. Seni Kuliner
Seni kuliner memadukan keterampilan memasak, kreativitas, budaya, dan pengalaman rasa yang sulit diubah menjadi data. Robot memang bisa membuat menu yang sama berulang kali, tetapi menciptakan menu baru dan menghadirkan pengalaman makan yang berkesan tetap menjadi keahlian manusia.Dunia kuliner terus berkembang, terutama di restoran mewah, konten makanan di internet, dan makanan tradisional yang kaya budaya. Lulusannya bisa menjadi kepala koki, penata makanan, pembuat konten kuliner, konsultan usaha makanan dan minuman, atau pengusaha kuliner.
7. Data Science dan AI
Orang yang membuat, mengelola, dan memahami sistem AI justru menjadi tenaga kerja yang sangat dibutuhkan saat ini. Untuk beberapa dekade ke depan, AI belum bisa berkembang sendiri tanpa arahan dan ide dari manusia.Menurut LinkedIn Jobs on the Rise 2024, pekerjaan di bidang data dan AI termasuk yang paling cepat berkembang di dunia. Lulusannya bisa bekerja sebagai ahli data, insinyur AI, analis data bisnis, atau peneliti etika AI.
8. Keamanan Siber (Cybersecurity)
Semakin canggih AI, semakin rumit pula serangan di dunia digital yang memanfaatkannya. Karena itu, profesi keamanan siber tidak hanya bertahan, tetapi justru makin dibutuhkan.Indonesia mencatat ribuan kasus serangan siber setiap tahun sehingga kebutuhan akan ahli keamanan digital terus bertambah. Lulusannya bisa bekerja sebagai analis keamanan siber, peretas yang bekerja secara resmi, penguji sistem keamanan, kepala keamanan informasi, atau ahli penyelidik digital.
9. Ilmu Lingkungan dan Teknik Lingkungan
Perubahan iklim adalah salah satu masalah terbesar saat ini, dan penyelesaiannya membutuhkan manusia yang paham ilmu lingkungan, aturan pemerintah, dan kearifan masyarakat setempat. Hal ini tidak bisa dikerjakan oleh teknologi saja.Ekonomi ramah lingkungan kini menjadi perhatian dunia dan membuka banyak lapangan kerja di bidang energi bersih, pengelolaan sampah, dan pelestarian alam. Lulusannya bisa bekerja sebagai insinyur lingkungan, konsultan keberlanjutan, analis kebijakan iklim, atau manajer proyek ramah lingkungan.
10. Keperawatan dan Fisioterapi
Perawatan pasien dan pemulihan kesehatan sangat bergantung pada kehadiran langsung manusia. Robot bisa membantu memantau kondisi pasien, tetapi merawat orang lanjut usia, menjalankan terapi, dan mendampingi pasien di masa sulit tetap membutuhkan rasa peduli dan penilaian dari manusia.Jumlah lansia di Indonesia diperkirakan meningkat tajam, sehingga kebutuhan tenaga perawat terus bertambah hingga 2040. Lulusannya bisa bekerja sebagai perawat, fisioterapis, terapis okupasi, perawat di rumah pasien, atau tenaga kesehatan masyarakat.
Tips Memilih Jurusan di Era AI
Memilih jurusan di era AI perlu diawali dengan mengenali minat serta bakat pribadi agar proses belajar terasa menyenangkan dan mudah berkembang. Selain itu, penting juga untuk memikirkan peluang kerja 10 hingga 15 tahun ke depan dengan memilih jurusan yang mengajarkan cara bekerja berdampingan dengan AI.
Calon mahasiswa sebaiknya memilih kampus yang rutin memperbarui materi perkuliahan sesuai perkembangan teknologi terkini. Langkah ini perlu disempurnakan dengan melatih keterampilan teknis yang diimbangi kemampuan berkomunikasi, memimpin, serta berpikir kritis.
Sobat Medcom, itulah deretan jurusan yang punya prospek kerja cerah di era AI. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)