Jurusan ini berada di Fakultas Vokasi dan membuka program Sarjana Terapan (D4) untuk mencetak teknisi gigi profesional. Lulusannya disiapkan menjadi mitra kerja yang dapat diandalkan oleh dokter gigi maupun dokter spesialis.
Para mahasiswa akan belajar membuat gigi tiruan sekaligus mengikuti perkembangan teknologi terbaru di bidang kesehatan gigi. Salah satunya adalah teknologi digital, atau digital dentistry, yang kini makin sering dipakai dalam perawatan gigi.
Lalu, apa saja yang dipelajari, berapa biaya kuliahnya, dan apa prospek karier lulusannya? Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Jurusan Teknologi Kesehatan Gigi?
Mengutip laman vokasi.unair.ac.id, Teknologi Kesehatan Gigi merupakan jurusan unggulan di Fakultas Vokasi Unair yang menghasilkan teknisi gigi profesional. Jurusan ini berfokus pada pelayanan kesehatan paripurna untuk mengoptimalkan kesehatan masyarakat di Indonesia.Program ini mengusung pendekatan digital dentistry dan mengedepankan hasil restorasi gigi yang estetik. Mahasiswa dipersiapkan lewat pembelajaran vokasional yang memadukan keahlian teknis dan teknologi mutakhir.
Apa Saja yang Dipelajari?
Dunia kesehatan gigi menuntut keterampilan teknis tinggi dan pemahaman materi yang matang. Dosen Teknologi Kesehatan Gigi Unair, Narta Nikita Sari, mengungkapkan fungsi dan tujuan dari jurusan ini.“Cara dan teknik dalam prodi ini berfungsi dalam mengembalikan fungsi gigi guna menunjang kesehatan di rongga mulut. Kemudian tujuan ke depannya untuk mahasiswa agar dapat membekali mereka dengan keterampilan teknis hingga membentuk tenaga profesional,” kata Narta dikutip dari laman unair.ac.id, Kamis, 15 Oktober 2026.
Berikut mata kuliah dan keterampilan yang dipelajari:
- Anatomi Gigi: mempelajari struktur dan bentuk gigi secara mendetail sebagai dasar pembuatan restorasi.
- Fisiologi Mulut dan Gigi: memahami fungsi rongga mulut secara menyeluruh demi kenyamanan pasien.
- Material Prostetik dan Laboratorium: mengenal dan menguasai berbagai bahan untuk membuat gigi tiruan.
- Keterampilan Teknis dan Ketelitian: melatih kemampuan detail, pemahaman material, manajemen waktu, dan penguasaan alat kesehatan gigi.
- Komunikasi Profesional: membekali mahasiswa menjadi komunikator kesehatan dan anggota tim yang kolaboratif bersama dokter gigi atau spesialis.
Berapa Biaya Kuliahnya?
Mengutip laman ppmb.unair.ac.id, biaya kuliah jurusan ini dibagi dalam lima kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT). Kelompok ditentukan berdasarkan kemampuan ekonomi keluarga mahasiswa.Jalur SNBP dan SNBT
- Kelompok 1: Rp500.000
- Kelompok 2: Rp1.000.000
- Kelompok 3: Rp3.000.000
- Kelompok 4: Rp6.500.000
- Kelompok 5: Rp8.500.000
Jalur Seleksi Mandiri
- Kelompok 1: Rp6.500.000
- Kelompok 2: Rp8.500.000
- Iuran Pengembangan Institusi (IPI): Rp10.000.000
Menjawab Tantangan Masa Depan dan Peluang Karier
Penguasaan teknologi mutakhir menjadi kunci penting agar layanan kesehatan gigi nasional berjalan optimal. Jurusan ini siap mencetak generasi muda yang tangguh menghadapi masa depan.Narta menyebut jurusan ini memiliki peluang karier yang cemerlang di berbagai instansi.
"Jika kita melihat dari alumni yang berkarier saat ini dengan peluang bekerja seperti di laboratorium gigi, klinik gigi atau rumah sakit, kemudian bisa menjadi tim dengan dokter gigi atau spesialis dan bahkan membuka dental lab sendiri," kata Narta.
Kehadiran jurusan ini diharapkan memperkuat sistem layanan kesehatan gigi paripurna di Indonesia. Para lulusannya diperkirakan memiliki daya saing tinggi untuk mengisi berbagai posisi strategis di bidang kesehatan.
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai jurusan Teknologi Kesehatan Gigi di Fakultas Vokasi Unair. Jadi, apakah kamu tertarik masuk jurusan ini? (Talitha Islamey)