Wawancara Medcom dengan Vice-Rector for Collaboration & Global Engagement BINUS University, Rini Setiowati. Foto: Medcom.id
Wawancara Medcom dengan Vice-Rector for Collaboration & Global Engagement BINUS University, Rini Setiowati. Foto: Medcom.id

Tak Mampu Manfaatkan AI, Lulusan Perguruan Tinggi Terancam Tertinggal

Ilham Pratama Putra • 16 Oktober 2026 13:23
Ringkasnya gini..
  • Persaingan kerja ke depan dinilai akan membedakan orang yang menggunakan AI dan yang tidak memanfaatkannya.
  • AI perlu dipandang sebagai alat bantu, sementara manusia tetap menentukan cara penggunaannya.
  • Mahasiswa juga perlu memperkuat komunikasi, negosiasi, dan wawasan global untuk menghadapi dunia kerja.
Jakarta: Persaingan dunia kerja ke depan bukan sekadar antara manusia dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kemampuan memanfaatkan AI justru bisa menjadi pembeda antara lulusan yang mampu bekerja lebih cepat dan mereka yang tidak menggunakan teknologi tersebut.

Vice-Rector for Collaboration & Global Engagement BINUS University, Rini Setiowati, mengatakan mahasiswa perlu melihat AI sebagai alat bantu. Bukan semata-mata ancaman yang akan menggantikan pekerjaan manusia.

“Ke depannya kompetisinya bukan kita dengan AI, tapi orang yang menggunakan AI dengan orang yang tidak menggunakan AI,” kata Rini dalam Live TikTok Medcom.id dikutip Jumat, 16 Oktober 2026.
  Menurut dia, perkembangan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, mahasiswa perlu belajar memanfaatkan teknologi untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, termasuk melakukan analisis dengan lebih cepat.

Rini mengibaratkan AI sebagai asisten pintar yang dapat membantu manusia mengerjakan berbagai hal. Meski demikian, manusia tetap harus memiliki kemampuan berpikir dan menentukan bagaimana alat tersebut digunakan.

“Jadi dianggap itu sebagai tools dan asisten, asisten pintar,” ujar dia.

Rini mengatakan perkembangan teknologi baru tidak hanya memengaruhi proses pembelajaran. Tetapi juga kompetensi lulusan yang dibutuhkan dunia kerja. 
 
binus
Binus University. Foto: Binus

"Karena itu Perguruan tinggi perlu memikirkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan dalam pengajaran sekaligus mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan tersebut," jelas dia.

Di tengah perkembangan AI, mahasiswa juga perlu memperkuat kemampuan lain yang tidak berhenti pada penguasaan perangkat digital. Rini menilai keterampilan komunikasi, negosiasi, wawasan global, dan kemampuan bekerja dengan orang dari latar belakang berbeda tetap penting.

Menurut dia, mahasiswa juga perlu aktif membangun pengalaman melalui proyek bersama, kompetisi, dan kegiatan yang memperluas wawasan. Pengalaman tersebut dapat membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan saat memasuki dunia kerja.

"Karena itu mahasiswa tidak seharusnya hanya berfokus pada kekhawatiran bahwa AI akan mengambil alih pekerjaan. Mereka perlu mulai belajar menggunakan teknologi secara tepat agar dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri," ujar dia. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan