Secara global, program Magister Manajemen (MM) BBS sukses menembus peringkat 191-200 dunia, dan bertengger di posisi ke-27 di Asia. Prestasi impresif ini sekaligus mengukuhkan BBS di jajaran Top 200 Global dan Top 30 Asia.
Penilaian mentereng ini didorong oleh skor akumulatif dari lima indikator utama yang sangat krusial bagi karier profesional muda: Employability, Return on Investment, Thought Leadership, Entrepreneurship and Alumni Outcome, serta Diversity.
Meski rekor demi rekor terus dipecahkan, BBS enggan berpuas diri. Pencapaian ini justru dipandang sebagai batu loncatan untuk memperluas peran kampus, bukan sekadar tempat belajar, melainkan ekosistem hilirisasi yang mempertemukan akademisi, korporasi, dan jejaring internasional.
Executive Dean BINUS Business School, Prof. Dezie L. Warganegara, Ph.D., menegaskan komitmen institusinya dalam mencetak talenta pemimpin masa depan. “Bagi kami, pencapaian ini bukan tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kualitas pendidikan yang kami bangun dapat terus menjawab perubahan dunia bisnis, memperkuat keterhubungan antara akademik dan industri, serta menghasilkan pemimpin yang mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian dan masyarakat,” ujar Dezie di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menjawab tantangan revolusi dunia kerja, BBS melakukan gebrakan nyata dengan merangkul delapan pimpinan perusahaan top dari berbagai sektor untuk bergabung dalam Industry Advisory Board. Langkah strategis ini dirancang untuk membedah langsung ekspektasi industri dan mentransformasikannya ke dalam kurikulum pembelajaran, sehingga mahasiswa tak hanya paham teori, tapi siap tempur di lapangan.
Dekan BINUS Business School Master Program, Dr. Asnan Furinto, menyebut konsistensi ini adalah buah dari inovasi akademik yang terus bergerak dinamis.
Konferensi pers QS Global MBA Rankings 2027. Foto: BINUS
“Ranking memberikan salah satu gambaran mengenai bagaimana sebuah program pendidikan dinilai dari berbagai dimensi. Karena itu, bagi kami yang paling penting adalah terus memastikan kualitas pembelajaran memiliki relevansi dengan kebutuhan dunia bisnis, lulusan mempunyai daya saing, dan aktivitas akademik yang kami bangun dapat memberikan kontribusi nyata,” kata Asnan.
Lebih lanjut, BBS menyadari bahwa lanskap bisnis kini tak lagi memiliki batas negara. Oleh karena itu, ekspansi jejaring global terus dikebut melalui riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, hingga kemitraan strategis dengan institusi multinasional.
Bagi kalangan profesional muda dan Gen Z yang tengah membidik studi lanjut berkaliber internasional, QS Global MBA Rankings 2027 ini menjadi referensi valid. Lewat fondasi akademik yang solid dan koneksi industri yang tak main-main, BINUS Business School terus mematangkan posisinya sebagai kawah candradimuka bagi para pemimpin bisnis tangguh di Indonesia.