Maulid Nabi Muhammad SAW. DOK Magnific
Maulid Nabi Muhammad SAW. DOK Magnific

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW: Asal-Usul, Perkembangan, dan Maknanya

Renatha Swasty • 21 Agustus 2026 13:01
Ringkasnya gini..
  • Nabi Muhammad lahir 12 Rabiul Awal 570 M di Makkah. Tradisi Maulid mulai meluas usai diprakarsai Khaizuran di Makkah dan Madinah.
  • Perayaan Maulid dicatat bermula dari Dinasti Fatimiyah di Mesir, Sultan Abu Said Kukabri di Irak, hingga semangat perang Shalahuddin Al-Ayyubi.
  • Maulid Nabi menjadi sarana mempererat silaturahmi, berbagi sedekah, serta meneladani sifat baik Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Jakarta: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momen keagamaan penting yang diisi pengajian hingga doa bersama. Acara ini diselenggarakan di berbagai tempat sebagai sarana mempererat hubungan antarwarga.
 
Meskipun terlihat seperti tradisi lama, sejarah Maulid Nabi sebenarnya memiliki perjalanan yang cukup panjang. Peringatan ini pada dasarnya bertujuan untuk mengenang kembali kisah hidup, perjuangan, serta kebaikan Nabi Muhammad SAW.
 
Tradisi ini mulai dilakukan umat muslim sejak tahun kedua hijriah dan semakin meluas setelah diprakarsai oleh Khaizuran. Tokoh berpengaruh tersebut mengajak penduduk Makkah dan Madinah merayakannya agar teladan Nabi terus diingat.

Seiring berjalannya waktu, tradisi peringatan ini menyebar ke berbagai negara muslim termasuk Indonesia. Perayaan tersebut kemudian membaur dengan budaya lokal sehingga menghasilkan tradisi yang unik di setiap daerah.

Awal Mula Kelahiran Nabi Muhammad SAW


Mengutip laman jabar.nu.or.id dan kotasemarang.baznas.go.id, Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (570 Masehi) di Kota Makkah. Saat beliau lahir, wilayah Arab sedang berada dalam kondisi yang kurang baik dan diapit oleh dua kerajaan besar, yaitu Romawi dan Persia.
 
Letak Kota Makkah yang berada di tengah-tengah jalur perdagangan dunia membuat ajaran Islam nantinya lebih mudah tersebar ke berbagai negara. Nabi Muhammad SAW sendiri lahir dari suku Quraisy dan keluarga Bani Hasyim, yaitu keluarga yang dikenal sangat baik, dihormati, dan taat beragama.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW


Mengutip laman zakatsukses.org, eringatan Maulid Nabi tidak pernah diadakan saat Nabi Muhammad SAW masih hidup. Tradisi ini baru muncul dan berkembang beberapa ratus tahun setelah beliau wafat.
 
Oleh karena itu, peringatan ini tumbuh dan berkembang seiring berjalannya waktu. Para ahli sejarah mencatat terdapat tiga pendapat utama mengenai asal-usul perayaan ini:

Dinasti Fatimiyah di Mesir

Perayaan Maulid Nabi pertama kali dicatat resmi pada masa kerajaan ini. Saat itu, Maulid dirayakan bersamaan dengan hari besar keagamaan lainnya, seperti Hari Asyura.

Sultan Abu Said Muzhaffar Kukabri di Irak

Raja dari daerah Irbil ini merayakan Maulid Nabi secara besar-besaran. Acara diisi dengan doa bersama, pengajian, makan bersama, dan berbagi sedekah kepada warga yang membutuhkan.

Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi

Ada juga pendapat bahwa Pahlawan Islam ini mengadakan Maulid Nabi untuk membangkitkan kembali semangat juang umat Muslim saat menghadapi Perang Salib.
 
Dari ketiga teori ini, dapat disimpulkan bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki akar sejarah yang panjang serta makna dinamis yang terus berkembang di setiap zamannya.
 

Bagaimana Tradisi Maulid Nabi Bertambah Luas?

Para pemimpin Islam pada zaman dahulu mulai mengadakan acara perayaan ini secara besar-besaran untuk menyatukan umat. Beberapa kegiatan yang dilakukan dalam perayaan tersebut antara lain:
  1. Membaca kisah perjalanan hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW
  2. Membaca selawat dan mendengarkan ceramah agama
  3. Membagikan makanan dan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan
Tujuan utama dari peringatan Maulid Nabi bukanlah seberapa meriah acaranya, melainkan bagaimana umat Islam bisa mencontoh sifat-sifat baik Nabi Muhammad SAW. Melalui peringatan ini, masyarakat diajak untuk selalu menjaga kerukunan, saling menghormati, dan membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari.
 
Sobat Medcom, itulah informasi mengenai sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW. Semoga informasi ini dapat bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
 

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan