Grebeg Maulud. DOK Medcom
Grebeg Maulud. DOK Medcom

Mengenal 6 Tradisi Maulid Nabi di Nusantara: Dari Grebeg Maulud Hingga Baayun Maulid

Renatha Swasty • 19 Agustus 2026 20:04
Ringkasnya gini..
  • Peringatan Maulid Nabi di Indonesia dirayakan melalui berbagai tradisi unik yang memadukan nilai keagamaan dan kearifan lokal daerah.
  • Ragam perayaan mencakup Grebeg Maulud (Yogyakarta), Panjang Jimat (Cirebon), Maudu Lompoa (Takalar), hingga Endhog-Endhogan (Banyuwangi).
  • Rangkaian tradisi ini berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan sejarah, nilai keagamaan, dan budaya lintas generasi.
Jakarta: Peringatan Maulid Nabi di Indonesia menjadi momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus melestarikan tradisi dari berbagai daerah yang memiliki bentuk berbeda-beda. Mulai dari pembacaan selawat dan pengajian hingga berbagai kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat.
 
Keberagaman tradisi tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran untuk mengenalkan tradisi Maulid Nabi dan berkembangnya nilai agama, budaya, sejarah, dan kehidupan sosial secara berdampingan di Indonesia.
 
Indonesia memiliki beragam tradisi untuk memperingati Maulid Nabi. Perbedaan tersebut menunjukkan bagaimana masyarakat di setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Berikut ragam tradisi Maulid Nabi:

Ragam tradisi Maulid Nabi

1. Grebeg Maulud

Melansir laman Taman Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satu tradisi peringatan Maulid Nabi adalah Grebeg Maulud di Yogyakarta. Tradisi Grebeg Maulud meliputi pertunjukan musik gamelan dan wayang kulit sebagai sarana dakwah untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan religius dengan cara yang menghibur dan mendidik.

Grebeg Maulud mengalami perkembangan sejalan dengan era globalisasi, di antaranya mengupayakan pelestarian yang melibatkan pendidikan untuk generasi muda dan dokumentasi tradisi dalam berbagai media.

2. Panjang Jimat 

Dikutip dari laman resmi Keraton Kanoman, Keraton Kanoman, Cirebon, memiliki tradisi sakral untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, yaitu Ritual Panjang Jimat. Beberapa rangkaian acara dilakukan dengan penuh khidmat, di antaranya acara Pelal Ageng, yakni memanjatkan dan melantunkan puji-pujian kepada Rasulullah.
 
Selanjutnya, terdapat rangkaian acara Pawai Alegoris adalah pawai dengan memakai jubah rosul sebagai simbol penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.

3. Maudu Lompoa

Provinsi Sulawesi Selatan turut merayakan peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan menyelenggarakan Tradisi Maudu Lompoa. Melansir dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, tradisi Maudu Lompoa diselenggarakan di Desa Cikoang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan setiap tanggal 29 Rabiul Awal.
 
Rangkaian acara paling menarik pada tradisi ini adalah julung-julung atau kapal kayu yang dihias menggunakan kain warna warni dan di dalamnya terdapat berbagai macam bahan pokok, seperti telur yang diwarnai, hasil bumi dari wilayah sekitar Talakar, serta persiapan sehari-hari. Prosesi julung-julung merupakan simbol masuknya agama Islam di Talakar.
 

4. Baayun Maulid

Kalimantan Selatan memeriahkan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan berbagai kegiatan dan tradisi nuansa religi, salah satunya adalah tradisi Baayun Maulid. Tradisi tersebut adalah tradisi mengayunkan bayi atau anak sambil dibacakan syair Islami dan doa agar kelak menjadi anak berbakti pada orang tua dan agama.

5. Maulid Adat Bayan

Dikutip dari Jurnal Kewarganegaraan, bergeser ke Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Daerah tersebut memiliki tradisi peringatan Maulid Nabi, yakni tradisi Maulid Adat Bayan dengan rangkaian acara berupa menumbuk padi menggunakan lesung dan bambu, proses menghias masjid kuno diiringi dengan Gamelan Adat, prosesi Peresean atau pertarungan adu kekuatan serta ketangkasan antara dua orang pemuda dengan tongkat rotan dan kulit kerbau.
 
Acara puncak pada peringatan Maulid Adat Bayan diisi dengan pembacaan doa selamat yang dipadukan dengan doa Jawa Kuno persembahan untuk Tuhan Yang Maha Esa. 

6. Endhog-Endhogan

Kembali ke daerah Jawa, tepatnya Banyuwangi, Jawa Timur. Melansir dari Jurnal Dinar, terdapat tradisi Endhog-Endhogan, yakni menggunakan endhog atau telur yang ditusuk dengan sebilah bambu kecil dan dihias dengan bunga dari kertas atau disebut sebaga kembang endhog. Kumpulan kembang endhog ditancapkan pada batang pohon pisang yang dihias atau disebut jodhang. Kumpulan jodhang tersebut diarak keliling kampung dengan iringan musik hadrah (rebana).
 
Keberagaman tersebut menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi di Indonesia memiliki tradisi bermacam-macam. Setiap daerah memiliki tradisi yang dipengaruhi oleh sejarah, budaya, dan karakter masyarakat setempat.

Tradisi Maulid Nabi Melestarikan Pengetahuan AntarGenerasi

Tradisi Maulid Nabi di berbagai daerah menjadi sarana mempertahankan sebuah perayaan agama dan melestarikan pengetahuan mengenai sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat. Rangkaian acara pada setiap tradisi di berbagai daerah memiliki latar belakang, aturan, simbol, dan cerita yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
 
Proses pewarisan tersebut menjadikan tradisi Maulid Nabi memiliki nilai penting dalam melestarikan pengetahuan budaya lokal dan keagamaan. Masyarakat berkesempatan terus mengenalkan asal-usul dan makna di balik setiap tradisi yang diselenggarakan.
 
Mari kenali, pahami, dan lestarikan tradisi Maulid Nabi sebagai bagian dari warisan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia! (Adinda Kinanthi)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan