Contoh susunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW 2026. (Foto: Magnific)
Contoh susunan acara Maulid Nabi Muhammad SAW 2026. (Foto: Magnific)

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW, Lengkap dari Tuasiah hingga Doa

Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Agustus 2026 18:05
Ringkasnya gini..
  • Susunan acara Maulid Nabi membantu kegiatan peringatan berjalan tertib dan khidmat.
  • Rangkaian acara dapat mencakup pembukaan, pembacaan Al-Qur'an, tausiah, hingga doa bersama.
  • Berikut contoh rundown Maulid Nabi yang dapat digunakan di masjid maupun lingkungan masyarakat.
Jakarta: Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang banyak digelar umat Islam untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap ajaran dan keteladanan beliau.

Maulid Nabi Muhammad SAW 2026

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, 25 Agustus 2026 bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tanggal tersebut juga tercatat sebagai 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah.
 
Dalam pelaksanaannya, acara Maulid Nabi biasanya disusun dengan rangkaian kegiatan yang terdiri dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sambutan, tausiah keagamaan, hingga doa bersama.
 
Susunan acara dapat disesuaikan dengan lokasi, jumlah peserta, serta konsep kegiatan yang dibuat oleh panitia. Berikut contoh susunan acara Maulid Nabi yang dapat menjadi referensi.

Contoh Susunan Acara Maulid Nabi Muhammad SAW

Berikut contoh rundown acara Maulid Nabi yang umum digunakan:

1. Pembukaan
Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara atau MC. Pembukaan biasanya diawali dengan salam, ucapan syukur, serta penyampaian tujuan kegiatan.
 
2. Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an
Acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh qari atau qariah sebagai bentuk penghormatan dan mengawali kegiatan dengan lantunan ayat-ayat Allah SWT.
 
3. Pembacaan Sholawat Nabi
Jamaah bersama-sama melantunkan sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini biasanya dipimpin oleh grup hadroh atau tim sholawat.
 
4. Sambutan Panitia dan Tokoh Masyarakat
Ketua panitia atau perwakilan masyarakat menyampaikan sambutan mengenai tujuan penyelenggaraan Maulid Nabi serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara.
 
5. Ceramah atau Tausiah Keagamaan
Acara inti biasanya diisi dengan tausiah dari ustaz atau penceramah. Materi yang disampaikan umumnya berkaitan dengan sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, akhlak Rasulullah, serta penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
 

Contoh Rundown Waktu Pelaksanaan Maulid Nabi

Agar acara berjalan lebih teratur, panitia dapat membuat susunan waktu seperti berikut:
 
19.30 WIB – Pembukaan oleh MC
19.35 WIB – Pembacaan ayat suci Al-Qur'an
19.45 WIB – Pembacaan sholawat Nabi
20.00 WIB – Sambutan ketua panitia
20.15 WIB – Tausiah agama
21.15 WIB – Doa bersama
21.30 WIB – Penutup
 
Waktu pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penyelenggara.

Tips Agar Acara Maulid Nabi Berjalan Lancar

Selain menyusun rundown, panitia juga perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis seperti tempat acara, perlengkapan suara, konsumsi, dokumentasi, serta koordinasi antarpetugas.
 
Pembagian tugas yang jelas antara MC, pembaca Al-Qur'an, tim sholawat, panitia, dan pengisi acara dapat membantu kegiatan berjalan lebih tertib.
 
Melalui peringatan Maulid Nabi, umat Islam diharapkan tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengambil hikmah dari sifat dan teladan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
(Ellen Octovia Suherman)
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>