Namun, tak dapat dimungkiri bahwa jiwa sosialnya yang tinggi itu sempat mengganggu urusan akademisnya di kampus. Ia pernah ketinggala ujian semester, karena terlalu asyik menjadi relawan bencana.
“
Alhamdulillah diberi kesempatan ujian susulan, Saya yakin itu berkah dari Allah atas kegiatan yang Saya ikuti,” ujar mahasiswa asal Rembang ini.
Diketahui, saat ini Wahyu menjadi relawan di RS Lapangan Indrapura Surabaya. Ia mendapat amanat untuk menjadi wakil koordinator pendamping pasien.
Lalu, pada April 2020, ia bersama teman-temannya mendirikan kelompok donasi bernama Ksatria Swadaya Pangan yang ditujukan untuk mahasiswa perantau yang terjebak di Surabaya.
“Imbas pandemi ini dirasakan oleh semua orang, mulai kehilangan pekerjaan, usaha yang merugi, hingga kehilangan keluarga karena covid-19. Mirisnya beredarnya hoaks juga berakibat pada stigmatisasi masyarakat pada penyintas covid-19 dan tenaga medis,” jelas pemuda 21 tahun itu.
Dari permasalahan tersebut, Wahyu menyadari bahwa edukasi dan pendampingan untuk masyarakat sangat penting. Sebagai mahasiswa Sasindo, ia menerapkan ilmu retorikanya untuk mengedukasi dan mempersuasi pasien hingga masyarakat mau melepaskan stigma yang ada.