Jakarta: “Jadilah alasan untuk orang lain tersenyum, kebaikan bukanlah kelemahan, tapi kekuatan luar biasa dalam hati yang tulus. Buatlah Tuhanmu tersenyum atas kebaikan yang Kamu lakukan”.
Untaian kalimat itu yang selalu menjadi prinsip hidup Wahyu Setyo Putro, mahasiswa Universitas Airlangga yang 'hobi' menjadi relawan bencana. Penampilan Wahyu khas milenial, mengenakan kemeja putih, celana panjang, dan sneaker saat ditemui di Rumah Sakit Lapangan Indrapura Surabaya.
Ia merupakan mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR). Mahasiswa angkatan 2017 ini mengaku banyak melatih kepekaannya pada hal-hal berbau sosial dan kemanusiaan sejak menjadi Ksatria Airlangga (sebutan untuk mahasiswa Unair).
Sejak itu pula, muncul keinginan Wahyu untuk memberi manfaat bagi sekitarnya dengan membantu sesama. “Tahun 2018 Saya pertama kali terjun menjadi relawan di gempa dan tsunami Palu. Itu adalah momen yang sangat berkesan. Selanjutnya saya mulai aktif menjadi relawan bencana hingga pencarian orang hilang di Gunung Arjuna,” ungkap Wahyu Setyo Putro dikutip dari laman Unair, Rabu, 12 Agustus 2020.
Sedari Juni 2020, Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) merupakan tempat Wahyu berkembang dan menuangkan seluruh energi muda untuk membantu sesama di kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Bagi Wahyu, memilih menjadi relawan merupakan bagian dari histori hidupnya.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan