Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Yang Belum Tersibak dari Bunuh Diri Siswi SMPN 147 Ciracas

Nasional bunuh diri Rangkuman Nasional
Juven Martua Sitompul • 06 Februari 2020 18:20
Jakarta: Polisi belum mendapatkan motif SN, 14, siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 147 Ciracas, Jakarta Timur, bunuh diri. Dugaan awal, siswi kelas 8 itu bunuh diri karena menerima perundungan hampir pasti terbantahkan.
 
Polisi terus mendalami motif bunuh diri SN. Pihak sekolah, keluarga, dan teman SN sudah diperiksa untuk mendapati motif SN mengakhiri hidupnya.
 
Berikut penyelidikan kasus kematian SN:

1. Cari Penyebab Kematian SN

Polres Metro Jakarta Timur akan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), terkait peristiwa yang dilakukan siswi SMPN 147, berinisial SN, 14. Koordinasi ini dilakukan dalam hal penyelidikan dan investigasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita koordinasi dengan KPAI untuk penyelidikannya," kata Kasat Reskrim Polres Jaktim AKBP Hery Purnomo kepada Medcom.id, Minggu, 19 Januari 2020.
 
Polres Jaktim akan melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab SN melompat dari lantai empat gedung sekolahnya pada Selasa, 14 Januari 2020.
 
Selengkapnya baca di sini

2. Gali Keterangan Keluarga

Dinar Ariefianto, ayah dari siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 147, Ciracas, Jakarta Timur, SN, diperiksa penyidik Polres Jakarta Timur. Dia digali keterangannya terkait peristiwa bunuh diri yang dilakukan anaknya.
 
"Pada intinya penyelidikan masih terkait pada fakta-fakta yang diketahui sang ayah," kata pengacara Dinar, Defrizal Djamaris, di Mapolres Metro Jakarta Timur, Senin, 20 Januari 2020.
 
Selengkapnya baca di sini

3. Hasil Penyelidikan Sementara

Siswi SMPN 147 berinisial SN yang loncat dari lantai tiga sekolah bukan korban perundungan. SN tewas setelah beberapa hari menjalani perawatan.
 
"Hasil penyelidikan sejauh ini di sekolah enggak ada perundungan terhadap korban," kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Arie Ardian Rishadi saat dikonfirmasi, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Selengkapnya baca di sini

4. Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Keluarga siswi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 147, Jakarta Timur, SN, menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian terkait peristiwa bunuh diri SN. Polres Jakarta Timur masih mendalami penyebab SN lompat dari lantai tiga sekolahnya.
 
"Kita masih tunggu penyelidikan (dari Polres Metro Jakarta Timur)," kata kuasa hukum orang tua SN, Defrizal Djamaris, kepada Medcom.id, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2020.
 
Selengkapnya baca di sini
 
Dugaan perundungan kepada SN pertama kali dilontarkan pihak keluarga. Ayah SN, Dinar Ariefianto, pernah mendapatkan laporan anaknya pernah menjadi korban perundungan di sekolah.
 
Dinar tak mengetahui pasti bentuk perundungan yang dialami SN. Dia hanya mendapat informasi dari kakak SN, yakni anaknya dikeluarkan grup Whatsapp sekolahnya. Sedangkan bentuk perundungan fisik belum pernah disampaikan ke Dinar.
 
Kecurigaan keluarga SN soal perundungan semakin menjadi setelah melihat sikap pihak sekolah. Mereka heran pihak sekolah tak segera mengembalikan telepon genggam milik SN dan lambat melaporkan peristiwa percobaan bunuh diri SN ke kepolisian.
 
Namun, pihak sekolah membantah perundungan kepada SN. Pihak sekolah justru menuding adanya masalah keluarga. Hasil penyelidikan awal, kepolisian juga tidak mendapati adanya perundungan.
 
Yang Belum Tersibak dari Bunuh Diri Siswi SMPN 147 Ciracas
Suasana di rumah duka, siswi SMPN 147 Jaktim yang meninggal lompat dari lantai tiga gedung sekolah.
 
Berikut polemik perundungan SN:

1. Tudingan Perundungan

SN, 14, siswi SMPN 147 yang bunuh diri pernah menjadi korban perundungan (bully) di sekolah. Hal ini disampaikan kakak SN kepada ayahnya, Dinar Ariefianto setelah kejadian SN lompat dari lantai tiga gedung sekolah pada Rabu, 15 Januari 2020.
 
"Kakaknya (SN) cerita ke ayahnya kalau adiknya ini pernah di-bully di sekolah. Tapi bully seperti apa ayahnya enggak tahu," kata pengacara Dinar, Defrizal Djamaris di Mapolsek Jakarta Timur, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Defrizal mengaku tidak mengetahui secara pasti perundungan yang diterima SN ini verbal atau fisik. Informasi yang diterima Defrizal, kakak SN tidak menjelaskan detail perundungan yang didapat SN.
 
Selengkapnya baca di sini

2. Kecurigaan Keluarga

Keluarga korban bunuh diri, SN, 14, heran dengan sikap SMPN 147 Jakarta, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim). Pasalnya, sekolah tak segera mengembalikan ponsel korban kepada keluarga.
 
Pengacara keluarga SN, Defrizal Djamaris, menjelaskan setelah korban berupaya bunuh diri, Selasa, 14 Januari 2020, SMPN 147 menyimpan barang milik korban. Baru saat pemakaman SN Jumat, 17 Januari 2020, sekolah menyerahkan ponsel kepada ayah korban, Dinar Ariefianto.
 
"Sejak ponsel itu diberikan kepadanya oleh pihak sekolah, dia (Dinar) tidak pernah mengetahui apakah ini (percakapan) pernah di-delete atau tidak. Kita enggak tahu, jadi ini perlu diselidiki secara mendalam," kata Defrizal di Mapolres Jakarta Timur, Selasa, 21 Januari 2020.
 
Selengkapnya baca di sini

3. Bantah Perundungan

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 147, Ciracas, Jakarta Timur, Nasrun membantah bunuh diri yang dilakukan salah satu siswinya berinisial SN, terkait adanya perundungan.
 
"Setiap hari sekolah terus mengawasi dan membina untuk mencegah bullying di sekolah," kata Narsun.
 
Selengkapnya baca di sini
 
SN nekat lompat dari lantai 3 sekolahnya pada Selasa, 14 Januari 2020 sekitar pukul 15.30 WIB, usai jam pelajaran. SN dilarikan ke RS Polri Kramat Jati dan masuk ruang intensive care unit (ICU) sekitar pukul 20.00 WIB.
 
Siswi tersebut sempat menjalani perawatan di rumah sakit itu selama dua hari, hingga menghembuskan napas terakhir, pada Kamis, 16 Januari 2020, sekitar pukul 16.15 WIB. Jenazah SN dikebumikan di taman pemakaman umum (TPU) Pondok Ranggon, Jaktim usai salat Jumat, 17 Januari 2020.
 

 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif