Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tidak Terbukti, 12 Nelayan dan Aktivis di Makassar Dibebaskan

Nasional nelayan aksi aktivis tambang
Muhammad Syawaluddin • 14 September 2020 16:28
Makassar: Sebanyak 12 nelayan dan aktivis lingkungan yang sempat ditahan karena diduga melakukan perusakan kapal pengerukan pasir dibebaskan oleh Direktorat Polairud Polda Sulawesi Selatan. Mereka dibebaskan lantaran polisi tidak memiliki bukti .
 
"Iya sudah bebas. Karena tidak cukup bukti," kata, Direktur Direktorat Polairud Polda Sulsel Kombes Pol Heri Wiyanto, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 14 September 2020.
 
Mereka dibebaskan lantaran dalam pemeriksaan tidak ada bukti melakukan tindak pidana. Sehingga, keesokan hari atau sehari setelah ditangkap dibebaskan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kadiv Tanah dan Lingkungan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Edy Kurniawan, mengatakan penangkapan yang dilakukan kepolisian merupakan tindakan yang sewenang-wenang terhadap para nelayan dan aktivis. Apalagi ini bukan kali pertama.
 
"Pelepasan mereka ini, menjadi indikasi kuat bahwa Ditpolairud Polda Sulsel sejak awal tidak meyakini atau ragu bahwa mereka yang ditangkap ini terlibat dan menjadi pelaku dugaan tindak pidana," jelasnya.
 
Baca:12 Orang Ditangkap Terkait Pelemparan Bom Molotov Kapal Pengeruk Pasir

Edy menilai, penangkapan yang dilakukan kepolisian terkesan reaksioner dalam menindaklanjuti laporan yang masuk. Dia menduga penangkapan dilakukan secara asal dan tidak profesional dalam menindak.
 
"Dit Polairud seharunya melakukan upaya penegakan hukum secara lebih profesional, lebih mengedepankan pendekatan persuasif, tidak bertindak refresif dalam setiap tahapan, dengan tetap berdasarkan pada Hukum yang berlaku," jelasnya.
 
Sebelumnya, Polisi Perairan dan Udara (Polariud) Sulawesi Selatan (Sulsel) menangkap 12 orang di perairan Makassar. Mereka diduga terlibat pengadangan serta perusakan kapal Queen of The Netherlands milik PT Boskalis International Indonesia.
 
Baca:Memancing di Dekat Kapal Pengeruk Pasir, 3 Nelayan Ditangkap Polisi

 
Peristiwa penangkapan itu terjadi pada Sabtu, 12 September 2020, sekitar pukul 10.00 Wita. Belasan nelayan dan aktivis itu ditangkap satuan Dit Polairud Polda Sulsel di tengah Perairan Pulau Kodingareng Lompo – Kepulauan Sangkarrang saat nelayan dalam perjalanan pulang dari Lokasi aksi penolakan aktivitas tambang pasir laut.
 
Saat itu kapal milik nelayan tiba-tiba diadang oleh dua speedboat milik Polairud Polda Sulsel. Perahu nelayan kemudian dipepet dan ditabrak, serta alat kendali perahu dirusak. Kemudian perahu nelayan didorong hingga penumpang/nelayan di atas kapal hampir terjatuh ke laut.
 
Kemudian satuan Polairud menarik paksa dan menangkap nelayan, mahasiswa, aktivis lingkungan dan jurnalis mahasiswa yang berada di atas perahu. Sebanyak 12 orang ditangkap, delapan di antaranya adalah nelayan.
 
(LDS)
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif