Dr. Ugur Sahin dan istrinya Dr. Ozlem Tureci berada di balik keberhasilan vaksin covid-19 Pfizer. Foto: The New York Times/ Felix Schmitt/Contact Press Images-Focus
Dr. Ugur Sahin dan istrinya Dr. Ozlem Tureci berada di balik keberhasilan vaksin covid-19 Pfizer. Foto: The New York Times/ Felix Schmitt/Contact Press Images-Focus

Kisah Imigran Turki di Balik Suksesnya Vaksin Covid-19 Pfizer

Internasional Virus Korona vaksin covid-19 Pfizer
Marcheilla Ariesta • 12 November 2020 20:09
Jakarta:Pandemi virus korona (covid-19) telah menginfeksi lebih dari 52 juta orang di seluruh dunia. Lebih dari 1,2 juta orang meninggal akibat virus ini.
 
Vaksin disebut-sebut sebagaigame changeratau alat yang bisa mengubah keadaan. Perusahaan-perusahaan pembuat vaksin dan obat-obatan terkemuka di seluruh dunia berlomba-lomba untuk dapat menemukanthe game changer.
 
Mulai dari vaksin Sputnik V yang dikembangkan oleh Gamaleya Institute, lalu Sinovac oleh Tiongkok, vaksin buatan AstraZeneca yang bekerja sama dengan Oxford University Inggris, hingga raksasa farmasi Amerika Serikat, Pfizer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Awal pekan ini, Pfizer mengklaim vaksin yang mereka kembangkan dengan BioNTech 90 persen efektif mencegah virus covid-19. Vaksin tersebut saat in ada dalam uji coba fase ketiga.
 
Pfizer yakin mereka telah mencapai tonggak penting dalam pengembangan vaksin. Diperkirakan vaksin Pfizer dapat digunakan publik mulai awal tahun depan.
 
Dibalik klaim efektifnya vaksin yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech, dua tahun lalu, Dr. Ugur Sahin tampil di panggung konferensi di Berlin, Jerman, dan membuat prediksi berani. Kepada para ahli penyakit menular, ia mengatakan perusahaannya dapat menggunakan teknologi messenger RNA untuk mengembangkan vaksin secara tepat jika terjadi pandemi global.
 
Saat itu, Dr. Sahin dan perusahaannya, BioNTech kurang dikenal dunia karena merupakan perusahaan rintisan bioteknologi Eropa. Ia mendirikan BioNTech bersama dengan sang istri, Dr. Ozlem Tureci, dan sebagian besar berfokus pada perawatan kanker.
 
Saat itu, pandemi covid-19 belum ada. Namun, dua tahun kemudian, hasil menakjubkan dibuat oleh BioNTech dan Pfizer di tengah pandemi yang menewaskan lebih dari 1,2 juta orang di seluruh dunia.
 
"Ini bisa menjadi awal dan akhir era covid-19," kata Dr. Sahin, dikutip dari The New York Times, Kamis 12 November 2020.

 
Read All



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif