Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama Penyanyi Saniiyah dan CEO & Founder Big Ground Entertainment Kevin Hermanto (Foto: ekraf.go.id)
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar bersama Penyanyi Saniiyah dan CEO & Founder Big Ground Entertainment Kevin Hermanto (Foto: ekraf.go.id)

Wamen Ekraf: Musik Indonesia Siap Naik Kelas Lewat Kolaborasi dengan Korea Selatan

Rafi Alvirtyantoro • 06 Februari 2026 18:33
Ringkasnya gini..
  • Kolaborasi musik Indonesia dan Korea Selatan menjadi pintu masuk strategis bagi musisi lokal untuk menembus pasar internasional.
  • Sinergi lintas negara ini bertujuan memperkuat ekosistem industri kreatif melalui perlindungan hak cipta dan lisensi musik.
  • Pemerintah berkomitmen menyediakan panggung dan ruang kolaborasi global guna meningkatkan daya saing talenta musik tanah air.
Jakarta: Kolaborasi musik antara Indonesia dan Korea Selatan dinilai mampu membawa budaya lokal menembus kancah global. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang menekankan pentingnya sinergi internasional dalam memperkuat industri kreatif tanah air.
 
“Kolaborasi dengan Korea Selatan bisa menjadi entry point yang kuat bagi musisi Indonesia untuk naik kelas secara global,” ungkap Irene Umar dalam keterangan resminya, dikutip pada Jumat, 6 Februari 2026.  

Pentingnya Kolaborasi Seimbang dan Jangka Panjang

Meski memiliki potensi besar, Irene menilai bahwa kolaborasi tersebut harus dilakukan secara seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Keseimbangan ini menjadi kunci agar musisi lokal tidak hanya menjadi pengikut tren, tetapi juga pemain utama.
 
“Namun kolaborasi harus dibangun secara seimbang agar memberi manfaat jangka panjang bagi talenta Indonesia,” lanjutnya.

Irene Umar menjelaskan bahwa kerja sama lintas negara ini tidak hanya membuka akses pasar, tetapi juga memperkuat posisi musisi Indonesia serta menjamin perlindungan hak cipta. Hal ini krusial untuk memastikan kesejahteraan para kreator di era digital.  

Sinergi Ekosistem Industri dan Basis Pendengar

Ia melihat bahwa pasar musik Korea Selatan memiliki keunggulan dari sisi ekosistem industri dan pemahaman lisensi yang matang. Di sisi lain, Indonesia unggul dengan basis pasar yang sangat luas dan jumlah pendengar yang masif.
 
Sinergi antara Indonesia dan Korea Selatan berpotensi menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan. Irene Umar juga menekankan pentingnya menghadirkan lebih banyak panggung bagi musisi pendatang baru melalui kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendukung keberlanjutan karier mereka.
 
Selain itu, pembahasan juga mencakup pengembangan talenta berbasis panggung serta penguatan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi musisi Indonesia agar memiliki daya tawar yang lebih kuat.  

Dukungan Pemerintah untuk Talenta Lokal

Irene Umar diketahui telah melakukan audiensi dengan penyanyi Saniyah serta CEO dan Founder Big Ground Entertainment, Kevin Hermanto, pada Rabu, 4 Februari 2026. Pertemuan ini membahas langkah strategis untuk membawa lebih banyak musisi lokal ke panggung dunia.
 
Saniyah dikenal sebagai salah satu talenta musik asal Indonesia yang berhasil menorehkan pencapaian di kancah internasional. Keberhasilannya tampil di ajang Asia’s Got Talent 2019 serta keterlibatannya dalam kompetisi Veiled Cup di Korea Selatan menjadi bukti nyata bahwa musisi Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing secara global.
 
Dengan latar belakang tersebut, audiensi ini diharapkan menjadi titik awal dalam upaya pengembangan talenta musik tanah air. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menyediakan ruang dan kesempatan bagi musisi lokal agar dapat terus berkolaborasi serta menunjukkan daya saing di tingkat internasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA