Bandcamp (Foto: Instagram @bandcamp)
Bandcamp (Foto: Instagram @bandcamp)

Dukung Musisi, Bandcamp Larang Musik Berbasis AI

Basuki Rachmat • 16 Januari 2026 15:09
Jakarta: Platform distribusi musik global Bandcamp resmi mengambil langkah tegas dengan melarang seluruh musik yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Kebijakan ini diumumkan sebagai upaya menjaga integritas platform sekaligus melindungi ekosistem musisi independen yang selama ini tumbuh bersama Bandcamp.
 
Perusahaan berbasis di Oakland, California, Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa keputusan ini lahir dari komitmen mereka untuk mengutamakan kreativitas manusia sebagai inti dari karya seni. Bandcamp selama ini dikenal sebagai ruang aman bagi musisi independen untuk mendistribusikan karya secara mandiri tanpa intervensi algoritma berlebihan.
 
Melalui pengumuman resmi di akun Instagram Bandcamp, manajemen menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat untuk menghargai ekspresi, kreativitas, dan gairah manusia yang tercermin dalam musik.
 
“Per-minggu ini kami mengartikulasikan kebijakan kami tentang AI generatif. Kami ingin musisi dapat terus membuat musik, dan agar penggemar memiliki keyakinan bahwa musik yang mereka temukan di Bandcamp diciptakan oleh manusia,” tulis pihak Bandcamp di Instagram, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.

Seiring dengan kebijakan tersebut, Bandcamp juga menetapkan panduan baru terkait unggahan musik dan audio di platform mereka.
 
"Musik dan audio yang dihasilkan seluruhnya atau sebagian besar oleh Al tidak diizinkan di Bandcamp," lanjut pernyataan tersebut.
 
Tak hanya itu, Bandcamp juga menegaskan larangan keras terhadap penggunaan AI untuk meniru identitas maupun gaya artistik pihak lain.
 
"Setiap penggunaan alat Al untuk menyamar sebagai artis atau gaya lain sangat dilarang, sesuai dengan kebijakan kami yang ada, yaitu melarang peniruan identitas dan pelanggaran kekayaan intelektual," tegas pihak Bandcamp.
 
Pihak Bandcamp turut mengajak para pengguna berperan aktif dalam menjaga kualitas konten. Jika menemukan musik atau audio yang dicurigai dibuat sepenuhnya atau sangat bergantung pada AI generatif, pengguna diminta melaporkannya melalui fitur pelaporan yang telah disediakan.
 
“Jika Anda menemukan musik atau audio yang tampaknya dibuat sepenuhnya atau sangat bergantung pada AI generatif, silakan gunakan alat pelaporan kami untuk menandai konten tersebut agar ditinjau oleh tim kami. Kami berhak untuk menghapus musik apa pun yang dicurigai dihasilkan oleh AI,” tutup pihak Bandcamp.
 
Langkah Bandcamp ini sejalan dengan sikap sejumlah platform musik lain yang mulai memperketat kebijakan terkait AI. iHeart, misalnya, telah mengambil sikap serupa sejak akhir tahun lalu.
 
Program Nasional iHeart, Tom Poleman, menyampaikan kepada staf pada November bahwa perusahaannya tidak akan memutar musik AI yang menggunakan vokalis sintetis yang berpura-pura menjadi manusia.
 
Sementara itu, Spotify juga melakukan penertiban besar-besaran dengan menghapus lebih dari 75 juta lagu yang terindikasi sebagai “spam” dalam satu tahun terakhir.
 
Sejak September 2025, platform musik digital asal Swedia tersebut meluncurkan "music spam filter", sistem yang dirancang untuk menyaring unggahan bermasalah seperti unggahan massal, duplikasi, manipulasi SEO, hingga lagu berdurasi sangat pendek yang dibuat semata untuk mengejar algoritma.
 
Konten yang terindikasi spam nantinya akan ditandai dan dihentikan dari rekomendasi oleh pihak Spotify.
 
“Kami tahu AI membuat para pelaku kejahatan lebih mudah mengunggah konten massal, membuat duplikat, menggunakan trik SEO untuk memanipulasi sistem pencarian atau rekomendasi. Kami sudah menghadapi taktik semacam ini bertahun-tahun, tetapi AI mempercepat masalah ini dengan cara yang lebih canggih,” ujar Sam Duboff, Global Head of Marketing and Policy Spotify, dikutip dari Tech Crunch, Jumat, 26 September 2025.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan