Pemanggilan tersebut dilakukan untuk kepentingan klarifikasi atas sejumlah laporan masyarakat yang menyoroti materi komedi dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea.
Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, total terdapat lima laporan polisi dan satu pengaduan yang menjadi dasar pemanggilan Pandji. Seluruh laporan tersebut memiliki objek yang sama, yakni materi pertunjukan Mens Rea.
Selain Pandji, pihak kepolisian juga turut memeriksa dua komika yang tampil sebagai opener dalam pertunjukan tersebut, masing-masing berinisial DWN dan AAD.

(Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto. Foto: Metrotvnews.com/Yurike)
"Saksi-saksi terkait tentang opener sudah dilakukan pemeriksaan sama, terkait klarifikasi pada saat pembukaan di acara MensRea. Ada dua orang sudah diambil keterangan termasuk dari lima laporan polisi dan satu pengaduan, jadi total kita gabungkan dalam pemanggilan, mengingat objek yang dilaporkan juga sama dalam kegiatan di Mens Rea," kata Budi di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, yang dikutip dari Metrotvnews.com pada Jumat, 6 Februari 2026
Budi menegaskan, pemanggilan Pandji pada hari ini masih sebatas undangan klarifikasi. Pihak kepolisian akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses klarifikasi selesai dilakukan.
"Untuk terlapor PP hari ini undangan klarifikasi 6 Februari jam 10.00 WIB. Kita tunggu kehadiran saudara P, untuk bisa memberikan klarifikasi. Kami akan update setelah yang bersangkutan hadir termasuk permintaan undangan klarifikasi terpenuhi," lanjutnya.
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono tampak memenuhi undangan klarifikasi tersebut. Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com, Pandji tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.16 WIB, didampingi oleh kuasa hukumnya, Haris Azhar.
Pandji mengaku datang tanpa persiapan khusus dan memilih bersikap santai menghadapi proses klarifikasi tersebut.
"Yang disampaikan akan lebih seru dan menyenangkan setelah melewati prosesnya. Nanti ketemu lagi sore. Oke. Thank you," ucap Pandji dikutip dari Antara, pada Jumat, 6 Februari 2026.
Sementara itu, Haris Azhar menegaskan bahwa kehadiran kliennya semata-mata untuk memenuhi undangan klarifikasi dari kepolisian.
Aktivis HAM sekaligus pendiri LSM Lokataru tersebut menyebut agenda pemanggilan ini belum masuk ke tahap pemeriksaan formal.
"Ini masih ngobrol-ngobrol, kurang lebih dari polisi kepada kami yang diundang," tutur Haris Azhar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News