Head of Music Spotify, Charlie Hellman, menyatakan bahwa Spotify telah menyalurkan lebih dari $11 miliar atau sekitar Rp184,87 triliun kepada industri musik. Ia mengeklaim bahwa angka tersebut merupakan catatan pembayaran tertinggi dalam sejarah platform tersebut.
“Dengan bangga saya sampaikan bahwa tahun lalu saja, Spotify telah menyalurkan lebih dari Rp184,87 triliun kepada industri musik. Ini merupakan rekor pembayaran tahunan tertinggi bagi dunia musik dari satu peritel mana pun sepanjang sejarah,” kata Charlie Hellman dalam keterangan resminya pada 28 Januari 2026.
Baca Juga :
LMKN Ungkap Royalti Tak Bertuan Rp70 Miliar, Ada Pencipta Lagu Daerah Seharusnya Dapat Rp200 Juta
Musisi Independen Kuasai Setengah Pendapatan Spotify
Menurut Charlie, musisi dan label rekaman independen kini mengisi setengah dari total pendapatan tersebut. Jika dikalkulasikan, para pelaku musik independen berhasil mengantongi $5,5 miliar atau setara dengan Rp92,4 triliun.“Sekali lagi, musisi dan label independen menyumbang setengah dari total royalti tersebut,” ucap Charlie.
Ia menyebut bahwa Spotify mampu memberikan pendapatan yang jauh lebih tinggi bagi para musisi dibandingkan era fisik, seperti saat musisi memajang produk mereka di toko kaset pada masa lalu.
“Saat ini jumlah musisi yang menghasilkan lebih dari Rp1,68 miliar ($100 ribu) per tahun hanya dari Spotify saja, sudah melampaui jumlah musisi yang produknya terpajang di toko kaset pada masa kejayaan era CD,” ujar Charlie.
Kontribusi Besar Spotify terhadap Pertumbuhan Global
Charlie menjelaskan bahwa Spotify berkontribusi sekitar 30% terhadap pendapatan musik rekaman global. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan dengan sumber pendapatan industri musik lainnya.“Tahun lalu, nilai pembayaran kami tumbuh lebih dari 10%, sementara sumber pendapatan industri lainnya rata-rata hanya tumbuh sekitar 4%. Hal ini menjadikan Spotify sebagai penggerak utama pertumbuhan pendapatan industri musik di tahun 2025,” jelas Charlie.
Berdasarkan data terbaru, saat ini terdapat lebih dari 750 juta orang di seluruh dunia yang berlangganan layanan streaming musik berbayar di berbagai platform. Seiring dengan pertumbuhan audiens tersebut, Spotify pun terus melakukan penyesuaian strategi harga.
Charlie menegaskan bahwa Spotify menyalurkan dua pertiga dari seluruh pendapatan musik kepada industri—hampir 70% dari total pemasukan perusahaan. Dengan demikian, setiap pertumbuhan pendapatan yang dialami Spotify secara otomatis akan meningkatkan pundi-pundi yang diterima oleh para pelaku dunia musik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News