Kabar tersebut disampaikan oleh Macklemore dalam unggahan di akun Instagram pribadinya pada Senin, 14 September 2026.
“Saya bingung harus mulai dari mana. Jadi, saya akan berbicara dari hati dan menyampaikan hal yang sebenarnya. Ed Sheeran dan timnya telah memutuskan untuk mengeluarkan saya dari tur The Loop,” tulis Macklemore dalam pernyataan resminya.
Bukan Korban yang Sebenarnya
Ia mengatakan bahwa musisi papan atas seperti dirinya, Ed Sheeran, maupun P!nk bukanlah korban. Mereka masih memiliki kekayaan, keamanan, dan karier dalam hidup mereka.“Ada satu hal penting yang perlu saya tegaskan. Dalam situasi ini, saya merasa hal ini sangat krusial: saya bukan korban. Ed Sheeran bukan korban. Pink pun bukan korban. Kami memiliki karier, materi, kesempatan, rasa aman, dan pengagum di seluruh dunia. Konsekuensi apa pun yang kami hadapi atas pernyataan yang kami ucapkan, kami masih bisa pulang ke rumah dan berkumpul bersama keluarga,” tulis Macklemore.
Ia menyebut bahwa korban sebenarnya adalah rakyat Palestina yang menghadapi pembantaian, kelaparan, dan krisis kemanusiaan.
“Para pria, wanita, dan anak-anak yang terbunuh, kelaparan, kehilangan tempat tinggal, serta dipaksa bertahan di tengah kekejaman yang tak terbayangkan. Lebih dari 20.000 anak telah tewas di Gaza saja. Ada nyawa yang melayang hari ini, dan akan ada lagi yang gugur esok hari. Saat membagikan cerita ini, saya ingin memastikan agar kita tidak melupakan kenyataan tersebut,” lanjutnya.
Menghargai Persahabatan Panjang
Dalam pernyataan tersebut, Macklemore menegaskan bahwa dirinya masih menghormati Ed Sheeran sebagai sahabat dan tidak bermaksud menjatuhkan karakternya.“Ed adalah sahabat saya. Saya sudah mengenalnya selama 13 tahun. Kami telah melewati banyak hal bersama—berada di studio hingga larut malam dan berbagi panggung yang sama. Dia memiliki daya pikat luar biasa yang sangat saya kagumi. Saya sudah menganggapnya seperti saudara sendiri. Karena itulah, kami terlibat beberapa diskusi yang cukup berat selama seminggu terakhir,” tulisnya.
Kritik terhadap Sikap Netral
Macklemore melihat bahwa Ed Sheeran memilih mengambil posisi netral karena menganggap seruan dan bendera Palestina melukai perasaan sejumlah pihak. Namun, ia justru menilai tidak ada posisi netral di tengah situasi penindasan.“Dia (Ed Sheeran) menyampaikan kepada saya bahwa kalimat ‘Free Palestine’ serta gambar bendera Palestina melukai perasaan banyak orang yang berbicara dengannya. Saya merespons bahwa jika kalimat tersebut dianggap lebih menyinggung daripada puluhan ribu anak Palestina yang tewas oleh Israel, artinya terdapat perbedaan mendasar yang sangat jauh antara sudut pandang orang-orang tersebut dan prinsip yang saya pegang. Namun, dia tetap tidak bisa lepas dari citra publiknya yang memilih untuk ‘tidak memihak’,” tulis sang rapper.
Ia menyadari bahwa bersuara membela Palestina berisiko kehilangan sponsor, dukungan industri, dan pendapatan. Namun, menurutnya, menolak berpihak di saat satu sisi memegang kekuatan militer bukanlah bentuk sikap tengah yang adil.
“Saya telah kehilangan semua itu. Namun, tidak ada posisi netral di antara penindas dan pihak yang tertindas. Ketika satu pihak memegang bom serta mendapat dukungan finansial dan militer tanpa batas dari Amerika, menolak untuk memihak bukanlah bentuk sikap berada di tengah-tengah,” tulis Macklemore.
Baca Juga :
Personel Massive Attack Ditahan di Singapura Usai Kibarkan Bendera Palestina saat Konser
Khawatir Panggung Menjadi Simbol Perlawanan
Ia merasa bahwa seruan Free Palestine baru menjadi masalah besar ketika disuarakan di stadion-stadion besar Amerika bersama musisi global. Pihak penyelenggara pun dinilai khawatir panggung konser berubah menjadi simbol perlawanan yang memicu musisi lain untuk ikut bersuara.“Jika saya terus tampil, menyerukan Free Palestine, dengan Ed yang secara implisit mendukungnya, serta penonton yang menyambutnya riuh dengan dukungan nyata bagi pembebasan Palestina—musisi mana lagi yang akan ikut bersuara setelah ini? Panggung pun berubah menjadi simbol perlawanan. Mungkin itulah alasan mengapa kali ini menjadi begitu penting bagi mereka untuk membungkam saya,” tulis Macklemore.
Harapan Menjaga Silaturahmi
Macklemore berharap hubungannya dengan Ed Sheeran tidak berakhir setelah dirinya didepak dari tur konser tersebut, terlebih karena mereka telah bersahabat selama 13 tahun.“Persahabatan selama 13 tahun tidak seharusnya sirnah hanya karena satu perbedaan pandangan yang menyakitkan. Saya berharap kami berdua dapat terus mendengarkan, mempelajari apa yang terjadi di Palestina, dan merenungkan kembali arti dari sebuah netralitas di masa-masa seperti ini. Pintu saya akan selalu terbuka untuk melanjutkan pembicaraan tersebut,” tulisnya.