Susan Sarandon (Foto: Instagram/susansarandon)
Susan Sarandon (Foto: Instagram/susansarandon)

Aktris Susan Sarandon Ngaku Masih Sepi Job akibat Bela Palestina

Rafi Alvirtyantoro • 09 September 2026 11:00
Ringkasnya gini..
  • Susan Sarandon mengaku masih terus kehilangan tawaran bermain film akibat aksinya membela Palestina.
  • Sutradara Andrea Pallaoro tetap mempekerjakan Susan Sarandon dalam film The Echo Chamber meski mendapat peringatan industri.
  • Agensi UTA telah mendepak Susan Sarandon sejak 2023 buntut pernyataannya dalam aksi demonstrasi pro-Palestina.
Jakarta: Aktris Susan Sarandon mengungkapkan bahwa dirinya masih kerap kehilangan pekerjaan akibat kelantangannya dalam membela Palestina.

Saat berbicara di Venice Film Festival untuk mempromosikan film terbarunya, The Echo Chamber, Susan Sarandon mengatakan bahwa dirinya masih kehilangan kesempatan kerja dan tawaran bermain film karena sikap aktivismenya tersebut.

“Dari segi struktur kekuasaan, baru-baru ini saya masih kehilangan tawaran film karena ada agensi yang melarang orang-orang mempekerjakan saya,” kata Susan Sarandon, dikutip dari The Guardian, pada Rabu, 8 September 2026.

Sambutan Positif Publik Internasional

Meski pihak industri memusuhinya, ia justru merasa disambut hangat oleh publik secara umum, khususnya di tingkat internasional.

“Di tingkat masyarakat, khususnya secara internasional, saya merasa sangat diterima,” lanjut Susan.

Menurutnya, ada orang lain yang juga mengalami situasi sama dengannya karena memberikan dukungan kepada Palestina.

"Jadi, semua tergantung apakah itu studio besar atau bukan. Saya rasa hal ini tidak hanya terjadi pada saya, tetapi juga orang lain yang diberitahu bahwa mereka tidak mungkin bisa terlibat dalam proyek film tersebut," ucap Susan.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi keberanian Andrea Pallaoro, sutradara The Echo Chamber, yang tetap mempekerjakannya dan mengabaikan peringatan atau ancaman dari pihak industri.

“Saya berterima kasih kepada Andrea karena dia tidak menghiraukan peringatan itu,” jelas Susan.

Pengaruh Zionis di Industri Film

Kemudian, ia mengamati adanya peningkatan pemahaman dan pergeseran empati di tengah masyarakat luas mengenai isu tersebut. Namun, Susan menegaskan bahwa hal ini berbeda dengan para pemegang kunci di industri perfilman.

“Saya melihat memang ada perubahan dari segi pemahaman publik terhadap situasi ini. Namun, di industri saya masih ada posisi-posisi ber pengaruh yang dipegang teguh oleh kelompok Zionis, dan mereka belum melunakkan sikapnya terhadap saya,” ujarnya.
   

Pemecatan oleh Agensi Bakat

Susan Sarandon merupakan aktris peraih Piala Oscar lewat film Dead Man Walking pada tahun 1996. Namanya semakin meroket dengan berbagai film populer yang dibintanginya, seperti The Rocky Horror Picture Show (1975), Thelma & Louise (1991), Stepmom (1998), hingga That's My Boy (2012).

Namun sayangnya, Susan Sarandon didepak oleh agensi bakat yang telah lama menaunginya, UTA, pada 2023. Keputusan itu diambil menyusul pernyataannya dalam demonstrasi pro-Palestina sebulan setelah serangan Hamas ke Israel.

“Saat ini ada banyak orang yang takut mengaku sebagai Yahudi, dan mereka mulai merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Muslim di negara ini,” tutur Susan kala itu.

Dalam film terbarunya yang diadaptasi dari naskah terakhir mendiang sutradara asal Italia, Bernardo Bertolucci, Susan Sarandon berperan sebagai seorang penyanyi senior yang mempekerjakan produser musik yang sedang dalam masa pemulihan dari kecanduan narkoba untuk menggarap album kembalinya ke dunia musik.

The Echo Chamber menjadi satu dari 21 film yang berkompetisi memperebutkan penghargaan Golden Lion di Venice Film Festival, yang pengumumannya dijadwalkan pada 12 September 2026.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA