Dalam unggahan terbarunya di media sosial, Macklemore menyatakan bahwa keinginan untuk melihat manusia diperlakukan secara adil seharusnya tidak menjadi sesuatu yang menuai kontroversi.
“Keinginan agar semua manusia diperlakukan setara seharusnya tidak pernah menjadi hal yang kontroversial,” tulis Macklemore, dikutip dari akun X @macklemore pada Selasa, 8 September 2026.
Unggahan tersebut juga disertai video yang memuat cuplikan pidatonya di depan penonton konser Ed Sheeran hari kedua di Stadion MetLife, New Jersey, pada Sabtu, 5 September lalu.
Pesan Perdamaian dan Penjelasan Soal Sikap Politik
Setelah berseru “Free Palestine,” Macklemore menegaskan kepada audiens bahwa kecaman terhadap kebijakan Israel, sistem apartheid, maupun penolakan atas genosida sama sekali tidak ditujukan sebagai bentuk penentangan terhadap warga Yahudi.Ia menekankan bahwa fokus utama pesan yang dibawanya adalah perdamaian universal serta penghargaan atas martabat dan kesetaraan setiap individu.
“Pesan yang saya bawa adalah perdamaian; cinta bagi seluruh umat manusia agar diperlakukan secara bermartabat, dihormati, dan setara,” ucap Macklemore.
Macklemore juga menegaskan solidaritas bagi masyarakat Lebanon, Kuba, Kongo, Sudan, hingga warga di Amerika Serikat yang merasa terintimidasi oleh keberadaan ICE (Badan Imigrasi dan Bea Cukai AS) yang ia sebut sebagai organisasi teroris.
Menurutnya, kebebasan sejati baru dapat terwujud apabila semua orang telah terbebas dari penindasan.
“Tak satu pun dari kita yang benar-benar merdeka sampai kita semua mendapatkan kemerdekaan tersebut,” tutur Macklemore.
Petisi Penolakan dari Dewan Israel-Amerika
Sebelumnya, Macklemore menjadi sorotan publik setelah tampil pada hari pertama konser Ed Sheeran di New Jersey.Ia diketahui membawakan lagu protes bertajuk “Hind’s Hall” dan mengungkapkan kepada penonton bahwa motivasi utamanya bergabung dalam tur stadion skala besar ini adalah untuk menyampaikan pesan “Free Palestine” kepada khalayak luas.
Aksi tersebut memicu Dewan Israel-Amerika (IAC) untuk menggalang petisi yang menuntut agar Macklemore dicoret dari daftar pengisi acara di sisa jadwal tur. Pihak IAC menilai panggung konser musik komersial tidak sepatutnya dialihfungsikan menjadi arena unjuk rasa atau kampanye politik sepihak, terlepas dari hak individu sang musisi dalam memiliki pandangan politik pribadi.