Seruan tersebut disampaikan ketika ia menjadi penampil pembuka dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 dan 5 September 2026 malam waktu setempat.
Ia mengatakan ingin masyarakat di Gaza dan Tepi Barat mengetahui bahwa mereka tidak dilupakan dan menyatakan bahwa setiap manusia yang hidup di bumi ini berhak mendapatkan kebebasan yang sama.
“Saya menyerukan Free Palestine, free Cuba, Congo, Sudan dan Iran, serta seluruh rakyat Amerika yang hidup dalam ketakutan akibat organisasi teroris ICE,” ujarnya.
Rapper satu ini memang dikenal sebagai salah satu figur publik yang vokal membela hak-hak warga Palestina. Bahkan dalam konser Ed Sheeran itu, ia juga membawakan lagu pro-Palestina ‘Hind’s Hall’ dengan gambar Gaza di layar stadion.
IAC Desak Macklemore Dikeluarkan dari Tur Ed Sheeran
Setelah seruan tersebut, Israeli-American Council (IAC) meluncurkan petisi kepada Ed Sheeran dan manajemennya. Mereka mendesak agar Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian tur.“Penampil pembuka Macklemore menggunakan panggung untuk menyampaikan pesan politik yang panjang, menyerukan ‘Free Palestine’ dan membawakan Hind’s Hall ketika gambar-gambar dari Gaza serta pesan politik lainnya ditampilkan di layar stadion,” demikian bunyi awal petisi tersebut.
IAC menilai Macklemore telah menggunakan panggung konser global untuk menyebarkan agenda politik sepihak. Pihaknya kemudian meminta klarifikasi dari tim Ed Sheeran, apakah pidato, konten visual, dan penampilan Macklemore telah mendapat persetujuan.
“Hal ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika pesan tersebut mengandalkan gambar yang dipilih secara selektif, pesan yang bias, serta klaim yang masih diperdebatkan tetapi disampaikan kepada khalayak luas sebagai fakta, tanpa konteks atau kompleksitas,” tutupnya.
Hingga kini, baik pihak Ed Sheeran maupun Macklemore belum memberikan tanggapan publik terkait petisi tersebut.