Nadin Amizah (Foto: dok. Vony Wong)
Nadin Amizah (Foto: dok. Vony Wong)

Lirik dan Makna Lagu "Laika, Kau Mudah Dicinta” - Nadin Amizah, Penutup Emosional tentang Kehilangan

Basuki Rachmat • 05 September 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Nadin Amizah menjadikan kisah Laika sebagai metafora kehilangan dan kerinduan dalam lagu penutup album Laika, Yang Ditinggalkan.
  • Laika, Kau Mudah Dicinta menjadi trek penutup album Nadin Amizah yang mengangkat kisah kasih sayang, kehilangan, hingga amarah.
  • Album Laika, Yang Ditinggalkan terinspirasi kisah anjing Laika dan menggambarkan perjalanan emosional tentang cinta, rumah, serta rasa ditinggalkan.
Jakarta: “Laika, Kau Mudah Dicinta” menjadi trek kesebelas sekaligus penutup dalam album terbaru Nadin Amizah bertajuk Laika, Yang Ditinggalkan. Lagu ini menjadi bagian penting dari rangkaian cerita yang dibangun Nadin melalui album studio ketiganya tersebut.

Laika, Yang Ditinggalkan dirilis secara independen melalui label milik Nadin, Sorai, pada 28 Agustus 2026. Album yang terdiri dari 11 lagu ini mengambil kisah Laika, anjing betina milik Uni Soviet yang dikirim ke luar angkasa dalam misi satu arah pada 1957, sebagai metafora utama untuk membicarakan kehilangan, absennya figur ayah, kerinduan, hingga kemarahan yang lahir dari rasa ditinggalkan.

Sementara itu, “Laika, Kau Mudah Dicinta” ditulis Nadin Amizah bersama Rifan Kalbuadi dan Zulqi L Ramadhana. Proses mastering lagu tersebut dikerjakan oleh produser musik Lafa Pratomo.

Makna Lagu “Laika, Kau Mudah Dicinta” - Nadin Amizah

Nama Laika dalam album ini merujuk pada sosok nyata, yakni anjing betina yang dikirim Uni Soviet dalam misi luar angkasa tanpa rencana untuk kembali ke Bumi. Laika kemudian meninggal hanya beberapa jam setelah peluncuran akibat panas berlebih dan tekanan ekstrem di dalam kabin pesawat.

Kisah tersebut menjadi titik berangkat bagi Nadin dalam membangun narasi Laika, Yang Ditinggalkan. Bagi Nadin, perjalanan Laika menggambarkan sosok yang sejak awal hanya ingin mendapatkan kasih sayang, tetapi pada akhirnya justru diperlakukan sebagai alat untuk memenuhi ambisi manusia.

“Kisah Laika menginspirasiku. Banget. Aku membayangkan Laika lahir ke dunia mendambakan kasih, dirawat, mendapatkan cinta yang ia kira selamanya, namun di akhir cerita, Laika hanyalah sebuah alat untuk memuaskan keangkuhan manusia," ungkap Nadin dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id.

Gagasan mengenai yearning atau perasaan mendalam untuk menemukan tempat pulang pada sesuatu maupun seseorang menjadi salah satu benang merah dalam album ini. Melalui kisah Laika, Nadin turut menggambarkan kesepian serta kebutuhan akan kasih sayang yang muncul dari sosok yang merasa kehilangan tempat untuk bernaung.

“Di mataku, Laika adalah sosok yang mendambakan sesuatu yang tak pernah cukup, menginginkan kasih yang tak datang, dan permohonan yang akhirnya berubah jadi amarah,” lanjutnya.

Perjalanan emosional tersebut kemudian menjadi fondasi bagi berbagai cerita yang dituangkan Nadin dalam 11 trek Laika, Yang Ditinggalkan. Rasa kehilangan tidak hanya hadir sebagai kesedihan, tetapi juga berkembang menjadi kerinduan, pencarian akan rumah, hingga kemarahan.

“Di kisah Laika punya impact yang cukup besar untukku. Terutama melihat bagaimana setiap makhluk berusaha mengisi kekosongan dalam dirinya; mendambakan cinta, mencari arti rumah, hingga satu waktu berubah menjadi amarah,” tutup Nadin Amizah.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan Nadin ke dalam sejumlah lagu di album Laika, Yang Ditinggalkan, termasuk “Laika, Kau Mudah Dicinta” yang menjadi penutup sekaligus salah satu rangkuman emosional dari perjalanan album tersebut.

Lirik Lagu "Laika, Kau Mudah Dicinta" - Nadin Amizah

Bisa saja ia bunuh seluruh dunia
Ataupun dirinya
Dan kau masih meminta

Kau bisa bertanya siapa yang paling ia cinta
Menurutmu saja siapa?
Dan kau masih meminta

Satu yang kau mau
Berada di rumah itu
Dipeluk, ditimang seperti anak didamba

Tangannya di pangkuan, tak gerak, tak menangis
Ia tertawa
Apa pun dilakukan agar semua tak pergi
Meninggalkannya
Tapi sungguh, Laika, kamu mudah dicinta
Tak pernah ada yang coba, tapi aku yakin
Kau mudah dicinta

Laika berkata ia dijanjikan dunia
Bintang cemerlang dan bulannya
Ia hanya meminta

Satu yang ku mau
Berada di rumah itu
Dipeluk, ditimang seperti aku didamba

What if I try to be good?
What if I try to be good?
What if I swallow my teeth and let you be the one to lead?
What if I try to be good?
What if I try to be good?
What if I swallow my teeth and let you be the one to lead?

Tanganku di pangkuan, tak gerak, tak menangis
Aku tersenyum
Apa pun dilakukan agar semua tak pergi
Meninggalkanku
Tapi sungguh, Laika, kamu mudah dicinta
Tak pernah ada yang coba, tapi aku yakin
Kau mudah dicinta
Kau mudah dicinta
Kau mudah dicinta
Uh-uh










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA