Andien (Foto: instagram)
Andien (Foto: instagram)

Andien Panik Pesawatnya Kesulitan Mendarat Imbas Abu Vulkanik

Elang Riki Yanuar • 07 September 2026 18:35
Ringkasnya gini..
  • Andien sempat panik saat pesawat yang ditumpanginya berputar hampir satu jam dan kesulitan mendarat di Semarang akibat abu vulkanik.
  • Penerbangan Andien dari Semarang ke Jakarta dibatalkan akibat abu vulkanik, sehingga dia memilih perjalanan darat setelah tiket kereta habis.
  • Khawatir anak dan ibunya, Andien mengajak masyarakat waspada terhadap abu vulkanik serta menjaga keselamatan keluarga.
Jakarta: Penyanyi Andien mengungkap pengalaman menegangkan saat melakukan penerbangan menuju Semarang, Jawa Tengah. Pesawat yang ditumpanginya sempat berputar-putar di udara selama hampir satu jam sebelum akhirnya menghadapi kendala untuk melakukan pendaratan.

Kondisi tersebut terjadi di tengah dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah. Andien mengaku sempat panik ketika pesawat yang membawanya tidak kunjung mendarat di Semarang.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu (6/9/2026), Andien menceritakan perjalanan yang harus dilaluinya. Penyanyi bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi itu saat ini berada di Salatiga, Jawa Tengah.

Andien mengatakan pesawat yang ditumpanginya sempat berputar di udara dalam waktu cukup lama. Kondisi jarak pandang atau visibility yang rendah disebut menjadi salah satu penyebab pesawat kesulitan melakukan pendaratan.

"Jadi kemarin waktu aku mau landing di Semarang, pesawat yang aku tumpangi itu sempat muter-muter hampir 1 jam di udara, dan kabarnya itu adalah karena visibility yang rendah. Aku juga sempat panik," cerita Andien.
Situasi perjalanan Andien kembali berubah ketika ia seharusnya melanjutkan penerbangan dari Semarang menuju Jakarta. Penerbangan tersebut dibatalkan setelah Bandara Soekarno-Hatta ditutup akibat terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Kondisi itu membuat Andien harus mencari alternatif untuk bisa kembali ke Jakarta. Ia kemudian memutuskan menempuh perjalanan melalui jalur darat setelah upaya mendapatkan tiket kereta api tidak membuahkan hasil.

"Kita sudah sempat berusaha di sini cari tiket kereta, ternyata sudah habis juga. Jadi setelah ini kemungkinan aku bakalan menempuh perjalanan darat, pakai mobil untuk pulang ke Jakarta," tuturnya.

Bagi Andien, situasi tersebut bukan sekadar persoalan perubahan rencana perjalanan. Dia mengaku semakin khawatir karena dua anaknya berada di rumah dan menunggunya kembali ke Jakarta.

Selain memikirkan anak-anak, Andien juga mencemaskan kondisi ibundanya yang sudah lanjut usia. Kekhawatiran itu membuat dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terasa semakin dekat bagi dirinya dan keluarga.

"Jadi kalau ditanya khawatir, iya banget karena ada dua anak kecilku yang menunggu di rumah, mungkin juga sama seperti banyak sekali teman-teman lainnya di sini yang mungkin juga sama seperti aku sedang berusaha untuk pulang ke keluarganya," ungkap Andien.

Andien menyadari pengalaman yang dialaminya dalam perjalanan hanyalah sebagian kecil dari dampak yang dirasakan masyarakat akibat sebaran abu vulkanik. Menurutnya, gangguan tersebut dapat memengaruhi aktivitas, pekerjaan, perjalanan hingga kondisi psikologis banyak orang.
"Aku sendiri sadar apa yang aku alami ini, ini mungkin hanya sebagian kecil dari dampak secara keseluruhan. Di luar ada teman-teman kita yang memang harus berhadapan langsung dengan abu vulkaniknya, aktivitas yang pasti juga terganggu, perjalanan yang tertunda, pekerjaan yang mungkin juga banyak sekali terhambat, sampai mungkin yang dialami banyak sekali orang, cemas, kemudian mengkhawatirkan kesehatan dan keselamatan keluarga," kata Andien.

Di tengah situasi tersebut, Andien mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keselamatan. Ia secara khusus mengingatkan pentingnya menggunakan perlindungan yang tepat ketika harus beraktivitas di luar rumah.

"Jadi please stay safe, gunakan masker yang proper waktu harus keluar rumah, jaga anak-anak dan orang tua kita, dan sebisa mungkin kita saling bantu satu sama lain," pesannya.










 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA