Sutradara Rishi Pelham mengungkapkan proyek ini lahir secara alami dari pengalamannya berulang kali berkunjung ke Jenin.
"Saya tidak berniat sejak awal membuat film ini. Namun, setiap kali kembali ke Jenin, ke teater, dan ke kamp pengungsian tersebut, ceritanya seolah menuntut untuk disampaikan," ujar Pelham.
Pelham menyoroti kontras situasi yang tercermin dalam filmnya. Ruang latihan black-box yang tertutup dan terkontrol berhadapan langsung dengan realitas kamp pengungsian di luar yang penuh gejolak.
Dukungan Musisi dan Rencana Festival
Pelham turut menyusun musik pengiring (original score) untuk dokumenter ini. Komposisi musiknya melibatkan sejumlah seniman ternama Palestina, termasuk produser sekaligus DJ techno, Sama’ Abdulhadi.Proses pengambilan gambar Freedom Theatre memakan waktu hingga lima tahun dan kini memasuki tahap akhir pascaproduksi. Film ini diproduseri Suzanne Harb bersama Pelham di bawah naungan Bathtub Films yang berbasis di London, berkolaborasi dengan rumah produksi Tabi360 asal Amman.
Keterlibatan Roger Waters menegaskan konsistensinya menyuarakan kemerdekaan Palestina. Baru-baru ini, musisi asal Inggris tersebut bergabung dengan ratusan seniman menandatangani surat terbuka yang mendesak Festival Film Venesia mengambil langkah nyata mendukung Palestina.
Tim produksi Freedom Theatre dijadwalkan menghadiri Festival Film Venesia untuk menggelar pertemuan dengan mitra potensial, sekaligus mempersiapkan penayangan di rute festival internasional.
(Nur Aldiasnyah Amirulloh)