Davis dinyatakan bersalah atas perannya dalam merencanakan pembunuhan Tupac pada 1996. Juri mencapai keputusan setelah bermusyawarah kurang dari tiga jam, sekaligus mengakhiri persidangan yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Pria berusia 63 tahun itu kini terancam hukuman penjara seumur hidup.
Kabar tersebut mendapat respons dari keluarga Tupac. Adik perempuan Tupac, Sekyiwa “Set” Shakur, menyampaikan pernyataan resmi mewakili keluarga. Ia mengucapkan terima kasih kepada dewan juri yang dinilai telah menjalankan tugasnya dengan mempertimbangkan seluruh bukti yang disampaikan selama persidangan.
“Yang paling utama, kami ingin menghormati Afeni Shakur, seorang ibu yang dengan kekuatan dan keyakinannya yang tak tergoyahkan terhadap kebenaran putranya, telah memperjuangkan hal ini jauh sebelum kami semua tahu ke mana perjuangan tersebut akan membawa kami," tulis Sekyiwa dalam pernyataan resmi, dikutip dari NME pada Selasa, 8 September 2026.
“Keluarga Tupac Amaru Shakur merasa sangat bahagia sekaligus lega atas vonis yang dijatuhkan hari ini. Kami ingin berterima kasih kepada para juri yang telah menjalankan tugas mereka dengan penuh pertimbangan dan mendengarkan seluruh bukti yang disampaikan dengan saksama," lanjutnya.
Sekyiwa juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, sahabat, orang-orang terdekat, serta para penggemar Tupac yang selama ini memberikan dukungan kepada keluarga. Ia turut berterima kasih kepada para marshal dan advokat yang mendampingi serta melindungi keluarga selama proses hukum berlangsung.
“Rasa terima kasih kami yang terdalam juga kami sampaikan kepada keluarga, teman-teman, orang-orang terkasih, serta seluruh penggemar Tupac yang selama ini selalu memberikan cinta dan dukungan. Kami juga ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada para marshal dan advokat yang telah mendampingi sekaligus melindungi kami sepanjang proses ini. Kehadiran dan perhatian kalian yang terus diberikan tidak pernah luput dari perhatian kami, dan untuk itu kami akan selalu berterima kasih," ungkapnya.
Meski Davis telah dinyatakan bersalah, keluarga Tupac menegaskan bahwa putusan tersebut bukanlah akhir dari perjalanan warisan sang rapper.
“Ini bukanlah akhir dari cerita, warisan dan pengaruh Tupac terhadap dunia akan terus hidup,” tutup Sekyiwa mewakili keluarga mendiang Tupac Shakur.
Davis Bantah Tulis Buku Compton Street Legend
Di sisi lain, Davis tetap bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah meski telah dinyatakan bersalah oleh juri. Dalam wawancara pertamanya setelah putusan, ia mengungkapkan bahwa tim kuasa hukumnya telah mengajukan banding dan meyakini dirinya dapat segera dibebaskan.“Sial, saya enggak khawatir. Saya akan bebas lewat banding. Kami bahkan sudah mengajukan banding sebelum persidangan dimulai. Hak-hak sipil saya dilanggar!” ujar Davis.
Davis juga menuding sejumlah saksi memberikan kesaksian yang tidak jujur mengenai dirinya selama persidangan. Ia bahkan membantah pernah menulis autobiografi berjudul Compton Street Legend yang diterbitkan pada 2019 dan digunakan sebagai salah satu barang bukti di pengadilan.
“Saya enggak pernah menulis buku itu. Penulisnya meminta saya menceritakan 10 kisah tentang kehidupan saya dan memberikan beberapa foto. Saya bahkan enggak pernah membaca atau membahas isi buku itu. Nama saya saja salah eja di sampulnya,” katanya.
Ketika ditanya mengenai pesan yang ingin disampaikan kepada keluarga Tupac, Davis memilih tidak banyak berkomentar.
“Saya enggak punya apa-apa untuk dikatakan kepada mereka. Saya enggak suka cara mereka melihat saya, seolah-olah mereka siap menghajar saya. Saya juga enggak suka ketika jaksa terus membawa mereka ke ruang belakang tempat para juri berada. Bagi saya, itu terasa bias," tutup Davis.
Proses peradilan ini menjadi akhir dari pengungkapan misteri kematian Tupac Shakur yang bertahun-tahun menyita perhatian publik. Musisi yang dinobatkan sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah musik hip-hop tersebut dihujani tembakan saat berada di dalam mobilnya bersama Suge Knight di persimpangan lampu merah Las Vegas pada 7 September 1996.
Tupac Shakur akhirnya meninggal dunia enam hari pasca-insiden, yakni pada 13 September 1996. Sementara itu, Suge Knight dinyatakan selamat meski mengalami luka tembak.