Mongol Stres (Foto: Instagram/mongolstres)
Mongol Stres (Foto: Instagram/mongolstres)

Sebagai Mantan Pemimpin Gereja Setan, Mongol Stres Tanggapi Ritual Satanik di Pekalongan

Rafi Alvirtyantoro • 14 September 2026 12:13
Ringkasnya gini..
  • Karnaval SKNC 2026 Pekalongan viral karena diduga mengusung ornamen dan ritual bernuansa satanic saat peringatan Maulid Nabi.
  • Mongol Stres meminta penyelenggara karnaval di Pekalongan tidak memakai simbol yang memicu kesalahpahaman publik.
  • Polisi mengklarifikasi bahwa kematian peserta usai karnaval murni akibat kelelahan fisik, bukan karena insiden mistis.
Jakarta: Komika Mongol Stres memberikan tanggapan mengenai dugaan ritual satanik yang dilakukan dalam karnaval di Pekalongan.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Mongol mengaku mendapatkan banyak pesan mengenai pertunjukan di Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 yang terlihat seperti ritual satanik. Banyak masyarakat yang meminta pendapatnya mengenai hal tersebut.

"Ada banyak DM masuk yang ngomongin soal kasus Pekalongan, mereka yang kayak apa gitu, kayak mengelilingin sebuah peti, terus ada peti yang gambarnya udah bener-bener pentagram, plus diwarnain juga dengan warna merah,” ujar Mongol, dikutip dari akun Instagram @mongolstres pada Senin, 14 September 2026.

“Maksudnya bener-bener kayak gimana gitu. Jadi akhirnya katanya me— apa, eh ada korban jiwa. 'Gimana tanggapan Bang Mongol?',” lanjutnya.
   

Imbauan Mongol untuk Penyelenggara

Mongol mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memberikan komentar mengenai dugaan ritual satanik dalam karnaval di Pekalongan. Ia pun meminta peserta dan pihak penyelenggara untuk menghindari ornamen bertema satanik.

“Gua sih nggak bisa memberi tanggapan apa-apa. Tapi ya kalau bisa, maksudnya ayolah main-main yang baik-baik aja, main-main hal-hal yang tidak terlalu nyerempet yang lebih frontal gitu. Yang smooth-smooth aja,” kata Mongol.

“Bikin apa kek, gambar capung apa gambar semut gitu. Nggak usah yang berhubungan dengan hal-hal begitu. Iya nggak?” tambahnya.

Mongol diketahui mengaku pernah menjadi pengikut dan pemimpin kelompok satanisme pada masa lalu. Namun, kini ia sudah keluar dan menjadi seorang penganut agama Kristen yang taat.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Rony Imannuel (@mongolstres)



   

Karnaval Berujung Kontroversi

Sebelumnya, SKNC 2026 di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, memicu kontroversi.

Acara yang berlangsung pada 10 September 2026 sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus tradisi khitanan massal ke-61 ini mendadak viral karena diduga mengusung konsep ritual ajaran satanik.

Sorotan publik menguat setelah video yang merekam jalannya parade tersebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sejumlah peserta tampak mengenakan busana bernuansa horor dan kostum menyerupai iblis.

Mereka terlihat membawa obor serta buku bertuliskan simbol mata tunggal—yang kerap diasosiasikan dengan Dajjal. Tak hanya itu, ornamen lain seperti lambang pentagram terbalik juga dipamerkan sepanjang pawai.

Puncak kontroversi terjadi ketika pertunjukan menampilkan penyembelihan seekor kambing secara langsung hingga kepalanya terpisah di hadapan penonton. Aksi tersebut langsung memancing beragam reaksi negatif dan kritikan dari masyarakat.
   
   

Klarifikasi Polisi Terkait Peserta Meninggal

Dugaan mistis sempat menguat seiring kabar duka meninggalnya seorang peserta berkostum iblis tak lama setelah acara selesai. Namun, pihak kepolisian membantah rumor yang menyebut korban tewas mendadak di lokasi karnaval.

Berdasarkan keterangan polisi, Faiz sempat mampir ke rumah pamannya seusai mengikuti SKNC sebelum memutuskan pulang untuk beristirahat karena merasa kelelahan.

Pada pukul 04.00 WIB, sang istri menemukan kondisi Faiz yang mengalami sesak napas berat. Pihak keluarga berupaya membawanya ke rumah sakit, namun Faiz dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat dilarikan dengan kendaraan.

Polisi menegaskan kematian korban dipicu oleh kelelahan fisik, bukan akibat insiden mistis di dalam acara tersebut.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA