Ilustrasi Ritual Satanic (Foto: Pexels/cottonbro studio)
Ilustrasi Ritual Satanic (Foto: Pexels/cottonbro studio)

Dugaan Ritual Satanic di Karnaval Pekalongan Viral, Adegan Sembelih Kambing Disorot

Rafi Alvirtyantoro • 14 September 2026 09:08
Ringkasnya gini..
  • Karnaval Simbang Kulon di Pekalongan viral di media sosial karena diduga menampilkan simbol dan atribut bertema satanik.
  • Aksi penyembelihan kambing hingga kepala terpisah di tengah kerumunan penonton menjadi sorotan utama publik.
  • Kepolisian menegaskan peserta karnaval yang meninggal dunia usai acara disebabkan oleh kelelahan, bukan akibat insiden ritual.
Jakarta: Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 menjadi sorotan setelah diduga menampilkan ritual bertema ajaran satanik.

SKNC merupakan perhelatan karnaval rakyat di Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang digelar pada 10 September 2026. Acara ini diselenggarakan sebagai rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tradisi khitanan massal ke-61.

Namun, karnaval di Pekalongan tersebut mendadak viral di media sosial karena diduga menampilkan sejumlah simbol satanik dan ritual memotong kambing hingga kepalanya putus.
   

Simbol Mistis dan Atribut Horor

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, sejumlah peserta tampil dengan karakter dan kostum bernuansa horor. Ada yang mengenakan busana menyerupai iblis sambil membawa obor menyala dan kitab bergambar mata tunggal, yang sering dikaitkan dengan simbol Dajjal.

Selain itu, pertunjukan tersebut juga menampilkan berbagai simbol yang identik dengan ajaran satanik, seperti pentagram terbalik.

Salah satu adegan yang paling menyita perhatian adalah penyembelihan kambing di tengah pertunjukan. Hewan itu dipotong hingga kepalanya terpisah di hadapan para pengunjung.

Adegan tersebut menuai pertanyaan publik mengenai maksud dan pesan di balik rangkaian acara.
 

   

Klarifikasi Kepolisian Atas Kematian Peserta

Sementara itu, salah satu peserta yang mengenakan jubah iblis dikabarkan meninggal dunia setelah karnaval.

Kasi Humas Polres Pekalongan Kota, Iptu Purno Utomo, mengungkap bahwa peserta karnaval yang meninggal bernama Ahmad Faiz bin H. Masykur (40), warga Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan.

Namun, Iptu Purno Utomo membantah isu bahwa warga Pekalongan itu meninggal dunia secara mendadak saat acara karnaval. Ia menjelaskan bahwa Faiz sempat singgah di rumah pamannya setelah mengikuti SKNC.

Kemudian, Faiz berpamitan untuk pulang ke rumah karena merasa lelah dan ingin beristirahat. Namun, sekitar pukul 04.00 WIB, istrinya mendapati Faiz dalam kondisi sesak napas.

Keluarga berupaya mencari pertolongan medis untuk membawa Faiz ke rumah sakit. Sayangnya, sebelum sempat diangkut dengan kendaraan, Faiz sudah meninggal dunia.

Iptu Purno Utomo menegaskan bahwa dugaan penyebab kematian adalah kelelahan, bukan karena insiden saat karnaval berlangsung.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA