Musisi Indonesia dan Malaysia berkolaborasi lewat lagu Our Power (Foto: instagram)
Musisi Indonesia dan Malaysia berkolaborasi lewat lagu Our Power (Foto: instagram)

Vokalis Efek Rumah Kaca hingga Noh Salleh Kolaborasi di Lagu untuk Palestina

Elang Riki Yanuar • 10 Juli 2026 22:00
Ringkasnya gini..
  • Musisi Indonesia dan Malaysia berkolaborasi lewat Our Power untuk menyuarakan solidaritas dan kepedulian terhadap Palestina.
  • Bella Fawzi hingga Cholil Mahmud terlibat dalam lagu Our Power yang lahir dari keresahan atas konflik berkepanjangan di Palestina.
  • Seluruh royalti lagu Our Power akan disumbangkan untuk membantu masyarakat Palestina melalui NGO Friends of Palestine.
Jakarta: Sejumlah musisi dan seniman dari Indonesia bersama Malaysia berkolaborasi dalam single bertajuk "Our Power". Lagu ini hadir di bawah gerakan TPN Movement x Friends of Palestine dengan membawa pesan tentang persatuan, keberanian, solidaritas, dan kemanusiaan.
 
Lagu "Our Power" terinspirasi dari gerakan kemanusiaan damai Global Sumud Flotilla dan Global March. Melalui musik, para musisi yang terlibat ingin menyuarakan solidaritas terhadap masyarakat Gaza, Palestina sekaligus menyerukan upaya untuk mematahkan blokade dan mengakhiri genosida yang terus berlangsung.
 
Kolaborasi lintas negara tersebut melibatkan sejumlah nama dari industri musik dan kreatif Indonesia serta Malaysia. Mereka adalah Cholil Mahmud dari Efek Rumah Kaca, Noh Salleh, Bella Fawzi, Kayda, Rebecca Reijman, Farrah Adeeba, Fia Fellow, Ibrahim Kamarudin, Lala Karmela, dan Eka Annash dari The Brandals.

Single "Our Power" ditulis oleh Isabella Muliawati Fawzi, Fitria Anggraeni, dan Muhammad Masdar Ilmi. Sementara itu, liriknya ditulis oleh Isabella Muliawati Fawzi bersama Lala Karmela.
Bella Fawzi mengungkapkan bahwa lahirnya "Our Power" berawal dari keresahan terhadap konflik di Palestina yang belum juga berakhir. Musik kemudian dipilih sebagai medium untuk menyampaikan pesan kemanusiaan kepada masyarakat luas.
 
"Judul lagunya adalah 'Our Power' yang bercerita tentang harapan kami dan juga keresahan kami atas isu Palestina yang tidak kunjung usai. Kami tidak berdiri sendirian, karya ini dibantu oleh banyak sekali teman-teman luar biasa untuk menyuarakan apa yang benar bagi kebebasan Palestina," kata Bella Fawzi di Jakarta.
 
Proses pembuatan "Our Power" berlangsung selama satu bulan. Jarak antara Indonesia dan Malaysia tidak menjadi hambatan karena proses produksi dan rekaman dilakukan secara terpisah di studio yang berada di kedua negara.
 
Produksi lagu dirancang dengan karakter berani, dinamis, dan emosional. Pendekatan tersebut dipilih untuk mempertegas pesan mengenai ketahanan, kebersamaan, serta kekuatan masyarakat dalam menyuarakan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.
 
CEO Friends of Palestine, Rayyan Abdalla, menilai musisi dan seniman memiliki peran penting dalam menjaga perhatian masyarakat dunia terhadap kondisi Palestina. Menurutnya, seni dapat menjadi medium untuk menyampaikan kebenaran ketika suara kemanusiaan berusaha dibungkam.
 
"Di saat kekuasaan terlalu sering digunakan untuk membungkam kebenaran, kami memilih musik untuk menjadi kekuatan kami demi membebaskan bangsa. Seni suatu hari nanti akan menjadi pintu bagi kebebasan, pintu untuk berbagi kebenaran, dan pintu untuk berbagi kemanusiaan," ujar Rayyan Abdalla.
Semangat persatuan dalam proyek tersebut juga dirasakan Noh Salleh. Musisi asal Malaysia itu melihat "Our Power" sebagai bukti bahwa Indonesia dan Malaysia dapat bersatu dalam satu tujuan kemanusiaan yang sama.
 
"Sebenarnya Palestina yang sedang membebaskan kita, bukan kita membebaskan Palestina. Indonesia dan Malaysia mungkin sering terpisah karena urusan mie goreng atau rendang, tapi hari ini kita bersatu karena Palestina untuk menghidupkan kemanusiaan," tegasnya.
 
Tidak berhenti pada penyampaian pesan melalui musik, para musisi yang terlibat juga ingin memberikan kontribusi nyata. Seluruh royalti yang diperoleh dari lagu "Our Power" dipastikan akan disumbangkan untuk membantu masyarakat Palestina.
 
Dana dari royalti tersebut nantinya disalurkan melalui NGO Friends of Palestine. Langkah itu diharapkan dapat memperluas dampak dari kolaborasi sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk memberikan perhatian terhadap kondisi kemanusiaan di Palestina.
 
Cholil Mahmud menilai masyarakat dunia dapat belajar mengenai ketabahan dari rakyat Palestina. Vokalis Efek Rumah Kaca itu berharap "Our Power" dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi sekaligus mendorong kepedulian lebih luas.
 
"Kita harus belajar tentang ketabahan dari masyarakat Palestina. Ini menjadi salah satu kontribusi kita. Semoga lagi ini mendorong masyarakat Indonesia dan Malaysia, pemerintahnya lebih peduli soal isu ini," kata Cholil Mahmud.
 

 

 

 

 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA