WISATA
Ekonomi Tumbuh 5,11%! Menteri Ekraf: Sensus Ekonomi Is A Must Buat Masa Depan Ekraf
Yatin Suleha
Minggu 08 Februari 2026 / 11:37
- BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025 secara kumulatif.
- Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut baik capaian ini.
- Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 lebih tinggi.
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025 secara kumulatif, dengan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen (y-on-y).
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyambut baik capaian ini untuk kemudian menjadi dasar perumusan kebijakan selanjutnya bagi Kementerian Ekraf/Badan Ekonomi Ekraf.
Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 lebih tinggi. Tercatat pada 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 5,03 persen, sedangkan di 2023 tumbuh 5,05 persen.
“Pertumbuhan ekonomi ini harus ditopang oleh data yang akurat dan komprehensif. Kementerian Ekraf mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional karena data yang kuat adalah fondasi bagi kebijakan berbasis data (data-driven policy making) yang efektif untuk pengembangan ekraf di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun oleh BPS. Untuk tahun ini yaitu Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 akan berlangsung pada 1 Mei-31 Juli yang hasilnya akan memperbarui basis data sektor ekonomi, termasuk subsektor ekonomi kreatif.
.jpeg)
(Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut pertumbuhan ekonomi 5,11 persen sebagai dasar penguatan kebijakan berbasis data untuk mendorong sektor ekonomi kreatif. Foto: Dok. Birkom Kemenekraf)
Informasi ini akan menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan demi menciptakan program yang tepat sasaran untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kreatif baik dalam skala nasional maupun daerah.
Menurut laporan BPS, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 dengan 9,93 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PDB nasional sebesar 7,03 persen.
Selama tahun 2025, Pulau Jawa mendominasi ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi mencapai 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen (c-to-c).
Pemerintah berharap data sensus yang lebih akurat akan memberi gambaran menyeluruh mengenai struktur dan dinamika pegiat ekraf yang selama ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Kementerian Ekraf menilai sensus tersebut juga mampu memetakan tantangan serta potensi yang ada di berbagai subsektor ekraf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menyambut baik capaian ini untuk kemudian menjadi dasar perumusan kebijakan selanjutnya bagi Kementerian Ekraf/Badan Ekonomi Ekraf.
Bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 lebih tinggi. Tercatat pada 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada angka 5,03 persen, sedangkan di 2023 tumbuh 5,05 persen.
Baca Juga :
Enggak Cuma Buat Pajangan, Galeri Budaya Bakal Jadi Wadah Biar Skill Kreatif Kita Makin Diakui Dunia!
“Pertumbuhan ekonomi ini harus ditopang oleh data yang akurat dan komprehensif. Kementerian Ekraf mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional karena data yang kuat adalah fondasi bagi kebijakan berbasis data (data-driven policy making) yang efektif untuk pengembangan ekraf di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun oleh BPS. Untuk tahun ini yaitu Sensus Ekonomi 2026 atau SE2026 akan berlangsung pada 1 Mei-31 Juli yang hasilnya akan memperbarui basis data sektor ekonomi, termasuk subsektor ekonomi kreatif.
.jpeg)
(Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyambut pertumbuhan ekonomi 5,11 persen sebagai dasar penguatan kebijakan berbasis data untuk mendorong sektor ekonomi kreatif. Foto: Dok. Birkom Kemenekraf)
Informasi ini akan menjadi referensi penting bagi pembuat kebijakan demi menciptakan program yang tepat sasaran untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kreatif baik dalam skala nasional maupun daerah.
Menurut laporan BPS, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 dengan 9,93 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PDB nasional sebesar 7,03 persen.
Selama tahun 2025, Pulau Jawa mendominasi ekonomi Indonesia secara spasial dengan kontribusi mencapai 56,93 persen dan mencatat pertumbuhan sebesar 5,30 persen (c-to-c).
Pemerintah berharap data sensus yang lebih akurat akan memberi gambaran menyeluruh mengenai struktur dan dinamika pegiat ekraf yang selama ini menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Kementerian Ekraf menilai sensus tersebut juga mampu memetakan tantangan serta potensi yang ada di berbagai subsektor ekraf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)