WISATA
Vietjet Gas Pol Ekspansi, Deal Triliunan di Singapore Airshow
A. Firdaus
Sabtu 07 Februari 2026 / 17:19
- Vietjet memperkuat strategi ekspansi jangka panjangnya di kawasan Asia-Pasifik.
- 600 pesanan pesawat dalam portofolio.
- Transaksi awal sektor penerbangan senilai lebih dari US$6,1 miliar.
Jakarta: Maskapai berbiaya rendah Vietjet memperkuat strategi ekspansi jangka panjangnya di kawasan Asia-Pasifik melalui serangkaian kemitraan dan kesepakatan bernilai lebih dari US$6,1 miliar. Pengumuman tersebut disampaikan dalam ajang Singapore Airshow 2026 sebagai bagian dari langkah perusahaan memperkuat armada, pembiayaan, dan infrastruktur operasional.
Salah satu sorotan utama adalah kemitraan strategis Vietjet dengan Asia-Pacific Aviation Financial Hub (AAFH), sebuah platform pembiayaan penerbangan regional yang diluncurkan oleh Vietnam International Financial Centre di Ho Chi Minh City (VIFC-HCM).
AAFH dirancang sebagai pusat pembiayaan penerbangan yang mendukung aktivitas leasing, investasi infrastruktur, serta transaksi lintas batas di kawasan Asia-Pasifik. Vietjet menjadi salah satu mitra strategis utama dalam inisiatif ini.
Peluncuran AAFH didukung oleh komitmen transaksi awal sektor penerbangan senilai lebih dari US$6,1 miliar yang melibatkan sejumlah mitra global. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama pasokan dan pemeliharaan mesin dengan Pratt & Whitney, serta kemitraan pembiayaan pesawat bersama perusahaan manajemen aset global Pacific Investment Management Company (PIMCO) dan lembaga keuangan internasional lainnya.
AAFH diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi melalui insentif kebijakan, kerangka hukum yang selaras secara internasional, serta mekanisme pembiayaan multi-mata uang. Platform ini diproyeksikan mampu memfasilitasi transaksi penerbangan hingga US$50 miliar pada 2035.
Chairman VIFC-HCM Truong Minh Huy Vu menyebut peluncuran AAFH sebagai langkah penting untuk membangun pusat keuangan internasional yang modern dan terbuka, sekaligus menghubungkan aliran modal dengan sektor riil.
Dalam kesempatan yang sama, Airbus dan Boeing menerima sertifikat keanggotaan strategis kehormatan dari VIFC sebagai pengakuan atas kontribusi mereka terhadap industri penerbangan global.
Selain pembiayaan, Vietjet juga mengonfirmasi kesepakatan besar dengan Pratt & Whitney terkait pengadaan mesin untuk mendukung ekspansi armada. Maskapai ini menambah pesanan 44 pesawat keluarga Airbus A320neo, terdiri dari 24 unit A321neo dan 20 unit A321XLR, sehingga total pesanan pesawat bermesin GTF mencapai 137 unit.
Pengiriman pesawat dijadwalkan mulai Juli 2026. Pratt & Whitney juga akan menyediakan layanan pemeliharaan jangka panjang melalui program EngineWise selama 12 tahun guna memastikan efisiensi dan keandalan operasional.
Pesawat bermesin GTF diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 20% serta mengurangi kebisingan hingga 75% dibanding generasi sebelumnya. Langkah ini sejalan dengan strategi Vietjet untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung target keberlanjutan lingkungan.
Chairwoman Vietjet Nguyen Thi Phuong Thao menilai pembentukan AAFH sebagai bagian dari transformasi pembiayaan penerbangan regional yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik, termasuk konektivitas dengan pasar strategis seperti Indonesia.
Dengan hampir 600 pesanan pesawat dalam portofolionya, Vietjet diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama transaksi pembiayaan penerbangan regional, sekaligus memperluas jaringan rute di tengah proyeksi Asia-Pasifik sebagai pasar penerbangan terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Salah satu sorotan utama adalah kemitraan strategis Vietjet dengan Asia-Pacific Aviation Financial Hub (AAFH), sebuah platform pembiayaan penerbangan regional yang diluncurkan oleh Vietnam International Financial Centre di Ho Chi Minh City (VIFC-HCM).
Dorong pembiayaan penerbangan regional
AAFH dirancang sebagai pusat pembiayaan penerbangan yang mendukung aktivitas leasing, investasi infrastruktur, serta transaksi lintas batas di kawasan Asia-Pasifik. Vietjet menjadi salah satu mitra strategis utama dalam inisiatif ini.
Peluncuran AAFH didukung oleh komitmen transaksi awal sektor penerbangan senilai lebih dari US$6,1 miliar yang melibatkan sejumlah mitra global. Kesepakatan tersebut mencakup kerja sama pasokan dan pemeliharaan mesin dengan Pratt & Whitney, serta kemitraan pembiayaan pesawat bersama perusahaan manajemen aset global Pacific Investment Management Company (PIMCO) dan lembaga keuangan internasional lainnya.
AAFH diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembiayaan yang terintegrasi melalui insentif kebijakan, kerangka hukum yang selaras secara internasional, serta mekanisme pembiayaan multi-mata uang. Platform ini diproyeksikan mampu memfasilitasi transaksi penerbangan hingga US$50 miliar pada 2035.
Chairman VIFC-HCM Truong Minh Huy Vu menyebut peluncuran AAFH sebagai langkah penting untuk membangun pusat keuangan internasional yang modern dan terbuka, sekaligus menghubungkan aliran modal dengan sektor riil.
Dalam kesempatan yang sama, Airbus dan Boeing menerima sertifikat keanggotaan strategis kehormatan dari VIFC sebagai pengakuan atas kontribusi mereka terhadap industri penerbangan global.
Perkuat armada generasi baru
Selain pembiayaan, Vietjet juga mengonfirmasi kesepakatan besar dengan Pratt & Whitney terkait pengadaan mesin untuk mendukung ekspansi armada. Maskapai ini menambah pesanan 44 pesawat keluarga Airbus A320neo, terdiri dari 24 unit A321neo dan 20 unit A321XLR, sehingga total pesanan pesawat bermesin GTF mencapai 137 unit.
Pengiriman pesawat dijadwalkan mulai Juli 2026. Pratt & Whitney juga akan menyediakan layanan pemeliharaan jangka panjang melalui program EngineWise selama 12 tahun guna memastikan efisiensi dan keandalan operasional.
Pesawat bermesin GTF diklaim mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 20% serta mengurangi kebisingan hingga 75% dibanding generasi sebelumnya. Langkah ini sejalan dengan strategi Vietjet untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung target keberlanjutan lingkungan.
Chairwoman Vietjet Nguyen Thi Phuong Thao menilai pembentukan AAFH sebagai bagian dari transformasi pembiayaan penerbangan regional yang akan memperkuat pertumbuhan ekonomi Asia-Pasifik, termasuk konektivitas dengan pasar strategis seperti Indonesia.
Dengan hampir 600 pesanan pesawat dalam portofolionya, Vietjet diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama transaksi pembiayaan penerbangan regional, sekaligus memperluas jaringan rute di tengah proyeksi Asia-Pasifik sebagai pasar penerbangan terbesar dunia dalam beberapa dekade mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)