WISATA

Evaluasi dan Arahan Presiden di Retret, Kemenekraf Tegaskan Ekraf Tumbuh dari Daerah

Yatin Suleha
Kamis 08 Januari 2026 / 14:01
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengawali tahun 2026 dengan retret bersama Kabinet Merah Putih untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan sepanjang 2025. 

Selain itu, Presiden Prabowo mengajak merumuskan langkah strategis dalam menjawab tantangan nasional dan mempercepat pembangunan ke depan.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada saudara-saudara sekalian dengan facts on the ground yang bisa diukur, bisa dipegang, dan bisa dilihat. Bangsa Indonesia harus mandiri, bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki kita sendiri,” kata Presiden Prabowo dalam retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor pada Selasa, 6 Januari 2026.
 
Presiden Prabowo juga menegaskan fokus pemerintah ke depan akan diarahkan pada penguatan ketahanan pangan, peningkatan kesejahteraan rakyat, serta keberlanjutan program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan arahan tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif memanfaatkan momentum libur Nataru untuk memperkuat distribusi dan konsumsi produk ekonomi kreatif dengan melakukan peninjauan di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.


(Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan arahan kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih dalam kegiatan retret di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, (6/1/2026). Foto: Dok. BPMI Setpres)

“Ekonomi kreatif telah membuktikan diri sebagai kontributor nyata bagi perekonomian nasional. Pertumbuhannya melampaui rata-rata nasional dan menunjukkan bahwa potensi terbesar Indonesia justru tumbuh dari daerah,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Selain itu, Kementerian Ekraf juga menaruh perhatian serius pada pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pemulihan ekonomi dan kemanusiaan terus digenjot untuk memastikan para pegiat ekraf dapat bangkit kembali.

Melalui program yang disiapkan mencakup Pelatihan Kreasi Batik, Residensi Kreatif, Pelatihan Masak Bersama Master, Workshop Menjahit Busana Ready to Wear, Akselerasi Kriya (Kriyasi) Sulam dan Anyam, serta Workshop Desain Kemasan bagi pegiat ekraf. Selain itu, kegiatan melukis bagi anak-anak digelar sebagai bagian dari pemulihan psikososial berbasis seni.

“Pemulihan ekonomi kreatif harus dilakukan secara holistik bukan hanya membangun kembali produksi, tetapi juga mengembalikan harapan dan daya saing pelaku,” tutup Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Sepanjang tahun 2025, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mencatat kinerja positif. Capaian ini ditopang oleh realisasi Indeks Kinerja Utama (IKU), penguatan program prioritas, pemanfaatan momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta langkah pemulihan ekonomi kreatif pascabencana. 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja atau 107 persen dari target 2025, lebih dari separuh tenaga kerja tersebut berusia di bawah 40 tahun.

 

Kinerja positif juga terlihat pada sektor ekspor. Hingga Oktober 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif mencapai 26,68 miliar dolar AS atau 11,96 persen dari total ekspor nonmigas nasional, tertinggi dalam 5 tahun terakhir. 

Sementara itu, realisasi investasi sektor ekraf hingga triwulan III 2025 tercatat Rp 132,04 triliun atau 107 persen dari target RPJMN.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH