BEAUTY
Dilema Mau Wangi Pas Ibadah: Parfum Beralkohol Bikin Salat Gak Sah?
Aulia Putriningtias
Senin 23 Februari 2026 / 14:17
- Apakah saat salat boleh menggunakan parfum beralkohol atau tidak?
- Pada agama Islam, alkohol tidak diizinkan untuk dikonsumsi.
- Namun, pada hal parfum yang beralkohol adalah berbeda cerita.
Jakarta: Memasuki bulan Ramadan, kita biasanya melaksanakan salat tarawih setiap malam. Namun, banyak yang masih bingung apakah saat salat boleh menggunakan parfum beralkohol atau tidak?
Pada agama Islam, alkohol tidak diizinkan untuk dikonsumsi. Namun, pada hal parfum yang beralkohol adalah berbeda cerita. Parfum beralkohol adalah parfum yang mengandung zat alkohol sebagai salah satu komponen utamanya.
Namun, alkohol dalam parfum dikenal sebagai etanol. Etanol adalah zat yang digunakan dalam banyak produk perawatan pribadi, termasuk parfum, dan juga memiliki efek bau yang khas.
Dilansir dalam laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), menurut ulama dari kalangan Syafi’iyah bahwa penggunaan parfum beralkohol tidak membatalkan salat secara sah.
Mereka berpendapat bahwa alkohol dalam parfum tidak memengaruhi kesucian atau keabsahan salat.
.jpg)
(Pendapat MUI: Alkohol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamar yang memabukkan, sehingga sah digunakan untuk shalat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Alkohol atau etanol dapat dihasilkan dari fermentasi khamr, tetapi juga bisa dari bahan alamiah. Mulai dari bunga atau buah-buahan.
Penggunaan alkohol yang bersumber dari fermentasi non-khamar (secara kimia) selama tidak digunakan untuk pangan, misalkan sebagai kosmetik dan hand sanitizer, masih diperbolehkan.
Zat alkohol dianggap tidak najis menurut hukum Islam. Namun, alkohol bisa dapat dikatakan haram ketika dapat memabukkan seperti khamr (minuman beralkohol).
Jadi, parfum yang beralkohol tidak masuk ke dalam jenis alkohol yang haram dan tetap sah untuk digunakan saat salat.
Itulah penjelasan mengenai sah atau tidaknya penggunaan parfum untuk salat. Jadi, Sobat Medcom tidak perlu bingung lagi, ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Pada agama Islam, alkohol tidak diizinkan untuk dikonsumsi. Namun, pada hal parfum yang beralkohol adalah berbeda cerita. Parfum beralkohol adalah parfum yang mengandung zat alkohol sebagai salah satu komponen utamanya.
Baca Juga :
Kapan Sih Waktu yang Tepat Pakai Body Mist?
Namun, alkohol dalam parfum dikenal sebagai etanol. Etanol adalah zat yang digunakan dalam banyak produk perawatan pribadi, termasuk parfum, dan juga memiliki efek bau yang khas.
Dilansir dalam laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), menurut ulama dari kalangan Syafi’iyah bahwa penggunaan parfum beralkohol tidak membatalkan salat secara sah.
Mereka berpendapat bahwa alkohol dalam parfum tidak memengaruhi kesucian atau keabsahan salat.
.jpg)
(Pendapat MUI: Alkohol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamar yang memabukkan, sehingga sah digunakan untuk shalat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Alkohol atau etanol dapat dihasilkan dari fermentasi khamr, tetapi juga bisa dari bahan alamiah. Mulai dari bunga atau buah-buahan.
Penggunaan alkohol yang bersumber dari fermentasi non-khamar (secara kimia) selama tidak digunakan untuk pangan, misalkan sebagai kosmetik dan hand sanitizer, masih diperbolehkan.
Zat alkohol dianggap tidak najis menurut hukum Islam. Namun, alkohol bisa dapat dikatakan haram ketika dapat memabukkan seperti khamr (minuman beralkohol).
Jadi, parfum yang beralkohol tidak masuk ke dalam jenis alkohol yang haram dan tetap sah untuk digunakan saat salat.
Itulah penjelasan mengenai sah atau tidaknya penggunaan parfum untuk salat. Jadi, Sobat Medcom tidak perlu bingung lagi, ya!
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)