WISATA
Menjelajah Kelantan: Dari Pasar Tradisional hingga Situs Budaya yang Autentik
Fatha Annisa
Senin 13 Juli 2026 / 20:16
- Kelantan menawarkan pengalaman wisata budaya yang berbeda dari Kuala Lumpur.
- Mulai dari pasar tradisional, situs sejarah, hingga wisata religi yang masih terjaga keasliannya.
- Beragam destinasi ini menjadikan Kelantan sebagai pilihan menarik bagi pelancong yang ingin mengenal sisi lain Malaysia.
Jakarta: Gemerlap Kuala Lumpur kerap menjadi favorit wisatawan saat berlibur ke Malaysia. Namun sejatinya, jauh di sisi timur, ada Kelantan yang berdiri dengan karakteristik unik dan destinasi wisata tak kalah menarik yang wajib dilirik oleh para pelancong.
Daerah yang dijuluki sebagai "Serambi Mekkah" ini menyimpan wisata yang jarang terekspos, mulai dari pasar tradisional hingga situs-situs warisan budaya yang masih terjaga keasliannya.
Jika Sobat Medcom mencari destinasi yang menawarkan pengalaman budaya yang autentik, Kelantan adalah perhentian wajib yang akan mengubah cara pandang tentang pesona Malaysia.
.jpeg)
Pasar Siti Khadijah. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Kelantan mungkin tidak punya pusat perbelanjaan modern semegah di Kuala Lumpur, namun Pasar Siti Khadijah tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Pasar tradisional terbesar dan paling ikonik di Kota Bharu ini bagai surga bagi pencinta belanja.
Sobat Medcom bisa menemukan berbagai hal di sini, mulai dari kuliner khas Kelantan seperti nasi kerabu, nasi dagang, laksam, kuih-muih tradisional, dan aneka rempah; oleh-oleh seperti kerupuk ikan, dodol, sambal, teh, dan makanan kering; hingga produk lokal termasuk batik Kelantan, kain, pakaian muslim, dan kerajinan tangan.
.jpeg)
Kuih-muih tradisional Kelantan di Pasar Siti Khadijah. Foto: Medcom.id/fatha annisa

Wat Phothikyan Phutthaktham. Foto: Medcom.id/fath annisa
Letaknya yang berbatasan dengan Thailand membuat Kelantan memiliki perpaduan budaya yang unik. Selain dikenal sebagai Serambi Mekkah, daerah ini juga memiliki komunitas Siam yang meninggalkan warisan berupa kuil-kuil Buddha dengan patung raksasa.
Di wilayah Kampung Balai, Bachok, terdapat Wat Phothikyan Phutthaktham, kuil Buddha yang dikenal dengan patung Buddha setinggi 100 kaki atau sekitar 30,5 meter. Patung tersebut dibangun pada tahun 1993.
Bergeser ke Tumpat, berlokasi sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kota Bharu, berdiri megah patung Buddha duduk raksasa dalam Wat Machimmaram. Saat selesai dibangun pada 2001, patung tersebut bahkan dinobatkan sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara.
Ada pula Wat Phothivihan yang jua berlokasi di Tumpat. Daya tarik utama wat ini adalah replika Patung Buddha Tidur yang berukuran panjang mencapai 40,9 meter dan tinggi 10,9 meter.

Wat Machimmaram. Foto: Medcom.id/fatha annisa
.jpeg)
Masjid Jamek Muhammadi. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Tak jauh dari Pasar Siti Khadijah, Sobat Medcom bisa mengunjungi Masjid Jamek Muhammadi. Ini merupakan masjid tertua dan salah satu ikon bersejarah di Kota Bharu, Kelantan, Malaysia.
Pembangunan masjid yang jadi simbol perkembangan Islam di Kelantan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II, tepatnya pada 1867. Mengusung perpaduan arsitektur Melayu, Timur Tengah, dan Mughal dengan kubah emas yang menjadi ciri khasnya.

Floating Market Pulau Sri Tanjung. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Kalau ingin berwisata kuliner dengan suasana berbeda, Sobat Medcom wajib pergi ke Floating Market Pulau Suri dan Pulau Sri Tanjung. Keduanya mengusung konsep pasar terapung, jadi kamu bisa berburu kuliner khas Kelantan yang dijajakan di atas perahu yang berjejer di atas sungai.
Untuk sampai di kedua lokasi, wisatawan perlu menyusuri Sungai Kelantan terlebih dahulu. Floating Market Pulau Suri cenderung lebih tenang, sehingga wisatawan bisa menyantap kuliner khas sambil menikmati semilir angin.
Sementara itu, Floating Market Pulau Sri Tanjung memiliki kawasan yang lebih luas dengan pilihan kuliner yang juga lebih beragam. Di sini, wisatawan dapat merasakan keramaian dan kekeluargaan warga lokal.

Floating Market Pulau Suri. Foto: Medcom.id/fatha annisa
.jpeg)
Pasar Malam Dataran Bandaraya Kota Bharu. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Malam-malam perut keroncongan? Jangan khawatir, Kelantan punya Pasar Malam Dataran Bandaraya Kota Bharu yang menjajakan berbagai macam kuliner khas Kelantan. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa berburu aksesori, baju, hingga thrifting.
Para pedagang mulai menjajakan dagangannya di Pasar Malam Dataran Bandaraya Kota Bharu pada pukul 18.00 waktu setempat, lalu tutup pukul 24.00. Sambil jajan, kamu juga akan merasa terhibur oleh penampil yang membawakan tembang Melayu di atas panggung di sudut pasar.
.jpeg)
Istiadat Melenggang Perut yang bisa dilihat di Istana Jahr. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Berlibur ke suatu destinasi tak lengkap jika tidak mengulik sejarahnya. Nah, untuk kamu yang penasaran dengan bagaimana kehidupan kerajaan Kelantan dulu, berkunjunglah ke Istana Jahar.
Berlokasi di Jalan Sultan, Bandar Kota Bharu, istana berusia lebih dari 130 tahun ini merupakan istana kerajaan yang beralih fungsi sebagai Museum Adat Istiadat Diraja Kelantan.
Dibangun pada 1887, museum ini menampilkan adat istiadat, busana, perlengkapan kerajaan, hingga prosesi penobatan dan pernikahan Kesultanan Kelantan. Sejumlah tradisi yang ditampilkan di sini dan menarik perhatian adalah Istiadat Melenggang Perut dan Istiadat Pijak Tanah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)
Daerah yang dijuluki sebagai "Serambi Mekkah" ini menyimpan wisata yang jarang terekspos, mulai dari pasar tradisional hingga situs-situs warisan budaya yang masih terjaga keasliannya.
Jika Sobat Medcom mencari destinasi yang menawarkan pengalaman budaya yang autentik, Kelantan adalah perhentian wajib yang akan mengubah cara pandang tentang pesona Malaysia.
Destinasi Wisata Wajib di Kelantan, Malaysia
1. Pasar Siti Khadijah
.jpeg)
Pasar Siti Khadijah. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Kelantan mungkin tidak punya pusat perbelanjaan modern semegah di Kuala Lumpur, namun Pasar Siti Khadijah tidak kalah menarik untuk dikunjungi. Pasar tradisional terbesar dan paling ikonik di Kota Bharu ini bagai surga bagi pencinta belanja.
Sobat Medcom bisa menemukan berbagai hal di sini, mulai dari kuliner khas Kelantan seperti nasi kerabu, nasi dagang, laksam, kuih-muih tradisional, dan aneka rempah; oleh-oleh seperti kerupuk ikan, dodol, sambal, teh, dan makanan kering; hingga produk lokal termasuk batik Kelantan, kain, pakaian muslim, dan kerajinan tangan.
.jpeg)
Kuih-muih tradisional Kelantan di Pasar Siti Khadijah. Foto: Medcom.id/fatha annisa
| Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah di Istana Balai Besar Kelantan, Berdiri sejak 1844 |
2. 3 Patung Budha Raksasa
Wat Phothikyan Phutthaktham. Foto: Medcom.id/fath annisa
Letaknya yang berbatasan dengan Thailand membuat Kelantan memiliki perpaduan budaya yang unik. Selain dikenal sebagai Serambi Mekkah, daerah ini juga memiliki komunitas Siam yang meninggalkan warisan berupa kuil-kuil Buddha dengan patung raksasa.
Di wilayah Kampung Balai, Bachok, terdapat Wat Phothikyan Phutthaktham, kuil Buddha yang dikenal dengan patung Buddha setinggi 100 kaki atau sekitar 30,5 meter. Patung tersebut dibangun pada tahun 1993.
Bergeser ke Tumpat, berlokasi sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kota Bharu, berdiri megah patung Buddha duduk raksasa dalam Wat Machimmaram. Saat selesai dibangun pada 2001, patung tersebut bahkan dinobatkan sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara.
Ada pula Wat Phothivihan yang jua berlokasi di Tumpat. Daya tarik utama wat ini adalah replika Patung Buddha Tidur yang berukuran panjang mencapai 40,9 meter dan tinggi 10,9 meter.

Wat Machimmaram. Foto: Medcom.id/fatha annisa
3. Masjid Jamek Muhammadi
.jpeg)
Masjid Jamek Muhammadi. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Tak jauh dari Pasar Siti Khadijah, Sobat Medcom bisa mengunjungi Masjid Jamek Muhammadi. Ini merupakan masjid tertua dan salah satu ikon bersejarah di Kota Bharu, Kelantan, Malaysia.
Pembangunan masjid yang jadi simbol perkembangan Islam di Kelantan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad II, tepatnya pada 1867. Mengusung perpaduan arsitektur Melayu, Timur Tengah, dan Mughal dengan kubah emas yang menjadi ciri khasnya.
| Baca juga: Bosan dengan Kuala Lumpur? Intip Ketenangan dan Kemewahan di Pulau Perhentian Malaysia |
4. Floating Market Pulau Suri dan Pulau Sri Tanjung
Floating Market Pulau Sri Tanjung. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Kalau ingin berwisata kuliner dengan suasana berbeda, Sobat Medcom wajib pergi ke Floating Market Pulau Suri dan Pulau Sri Tanjung. Keduanya mengusung konsep pasar terapung, jadi kamu bisa berburu kuliner khas Kelantan yang dijajakan di atas perahu yang berjejer di atas sungai.
Untuk sampai di kedua lokasi, wisatawan perlu menyusuri Sungai Kelantan terlebih dahulu. Floating Market Pulau Suri cenderung lebih tenang, sehingga wisatawan bisa menyantap kuliner khas sambil menikmati semilir angin.
Sementara itu, Floating Market Pulau Sri Tanjung memiliki kawasan yang lebih luas dengan pilihan kuliner yang juga lebih beragam. Di sini, wisatawan dapat merasakan keramaian dan kekeluargaan warga lokal.
Floating Market Pulau Suri. Foto: Medcom.id/fatha annisa
5. Pasar Malam Dataran Bandaraya Kota Bharu
.jpeg)
Pasar Malam Dataran Bandaraya Kota Bharu. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Malam-malam perut keroncongan? Jangan khawatir, Kelantan punya Pasar Malam Dataran Bandaraya Kota Bharu yang menjajakan berbagai macam kuliner khas Kelantan. Tak hanya itu, wisatawan juga bisa berburu aksesori, baju, hingga thrifting.
Para pedagang mulai menjajakan dagangannya di Pasar Malam Dataran Bandaraya Kota Bharu pada pukul 18.00 waktu setempat, lalu tutup pukul 24.00. Sambil jajan, kamu juga akan merasa terhibur oleh penampil yang membawakan tembang Melayu di atas panggung di sudut pasar.
| Baca juga: 3 Patung Buddha Raksasa di Kelantan, Bukti Harmoni di Negeri Mayoritas Muslim |
6. Istana Jahar
.jpeg)
Istiadat Melenggang Perut yang bisa dilihat di Istana Jahr. Foto: Medcom.id/fatha annisa
Berlibur ke suatu destinasi tak lengkap jika tidak mengulik sejarahnya. Nah, untuk kamu yang penasaran dengan bagaimana kehidupan kerajaan Kelantan dulu, berkunjunglah ke Istana Jahar.
Berlokasi di Jalan Sultan, Bandar Kota Bharu, istana berusia lebih dari 130 tahun ini merupakan istana kerajaan yang beralih fungsi sebagai Museum Adat Istiadat Diraja Kelantan.
Dibangun pada 1887, museum ini menampilkan adat istiadat, busana, perlengkapan kerajaan, hingga prosesi penobatan dan pernikahan Kesultanan Kelantan. Sejumlah tradisi yang ditampilkan di sini dan menarik perhatian adalah Istiadat Melenggang Perut dan Istiadat Pijak Tanah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)