WISATA
3 Patung Buddha Raksasa di Kelantan, Bukti Harmoni di Negeri Mayoritas Muslim
Fatha Annisa
Jumat 26 Juni 2026 / 12:00
- Kelantan, Malaysia, menawarkan wisata budaya yang unik dengan tiga kuil Buddha berpatung raksasa yang menjadi simbol toleransi.
- Ikon utamanya adalah Wat Phothikyan Phutthaktham dengan Standing Buddha, Big Sitting Budha di Wat Machimmaram, dan Sleeping Buddha di Wat Phothivihan.
- Keberadaan kuil-kuil ini juga tidak lepas dari pengaruh budaya Siam di Kelantan.
Jakarta: Perjalanan ke Kelantan, Malaysia tidak lagi memakan banyak waktu karena sudah tersedia layanan penerbangan langsung tanpa transit di Kuala Lumpur. Selain mencicip makanannya yang lezat, jangan lupa berkunjung ke tiga kuil dengan patung Buddha raksasa saat berlibur ke negeri ini.
Kelantan populer dengan julukan Serambi Mekkah karena perannya sebagai pusat penyebaran ajaran Islam. Hingga kini, mayoritas warganya pun memeluk agama Islam dan menerapkan nilai-nilai keislaman.
Di tengah pekatnya pengaruh agama Islam, berdiri tiga patung Buddha raksasa yang menjadi bukti nyata dari indahnya toleransi di tanah Kelantan. Kehadiran kompleks wihara megah ini menjadi contoh bagaimana sebuah monumen Buddha dapat dibangun dan dihormati di sebuah wilayah yang sangat didominasi oleh populasi Muslim.
Secara geografis, keberadaan tempat ibadah ini juga tidak lepas dari letak Kelantan yang berbatasan langsung dengan Thailand. Kedekatan teritorial tersebut melahirkan pengaruh budaya dan sejarah yang kuat dari negara tetangga, termasuk keberadaan komunitas Siam lokal yang melestarikan warisan leluhur mereka.

Standing Buddha di Wat Phothikyan Phutthaktham. Foto: medcom/fatha annisa
Wat Phothikyan Phutthaktham berlokasi di Kampung Balai, Bachok, Kelantan. Kuil Buddha ini juga dikenal oleh penduduk setempat sebagai Wat Balai, Wat Dua Naga, atau Kuil Dua Naga karena adanya sepasang patung naga di sisi kanan dan kiri pintu masuknya.
Di dalam kuil berdiri sebuah patung Buddha setinggi 100 kaki atau sekitar 30,5 meter. Patung tersebut dibangun pada tahun 1993.
Namun di awal berdiri, Wat Phothikyan Phutthaktham hanyalah kuil sederhana. Kuil ini baru semakin aktif setelah seorang warga Thailand datang dan memulai berbagai kegiatan. Kini, berbagai perayaan masyarakat Siam penganut Buddha turut dirayakan di area Wat Phothikyan Phutthaktham termasuk Songkran.
Selain patung Buddha berdiri raksasa, terdapat pula “Pohon Harapan” di Wat Phothikyan Phutthaktham yang menarik perhatian. Dahan-dahannya tergantung banyak “raben” yang dilempar oleh para penyembah dengan harapan harapan mereka dapat dipenuhi. Jika mau mencoba memanjatkan harapan, Sobat Medcom juga bisa melakukannya, lho!

Big Sitting Buddha di Wat Machimmaram. Foto: medcom/fatha annisa
Berlokasi sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kota Bharu, Wat Machimmaram merupakan kuil Buddha yang megah dengan patung Buddha duduk raksasa. Saat selesai dibangun pada 2001, patung tersebut bahkan dinobatkan sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara.
Permukaan patung tersebut tampak dilapisi mozaik kecil mengkilap dengan bibir bagian bawahnya berwarna emas. Patung itu duduk bersila di atas representasi bunga teratai yang juga berfungsi sebagai atap kuil.
Kuil ini membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk diselesaikan oleh tim pekerja asal Thailand. Di bagian tersebut juga tertera nama Phra Buddha Bharameedharm Chamruslok dalam aksara Inggris, Thailand, dan Tionghoa.
Wat Machimmaram buka setiap harinya pukul 9 pagi hingga 12.30 siang waktu setempat, lalu akan kembali dibuka untuk kunjungan pada pukul 2 hingga 5 sore waktu setempat. Alamatnya di Jalan Kota Bharu-Pengkalan kubur, Kampung Jubakar Darat, Tumpat, Kelantan.
.jpeg)
Sleeping Buddha di Wat Phothivihan. Foto: medcom/fatha annisa
Seperti Wat Machimmaram, Wat Phothivihan juga berlokasi di Tumpat, Kelantan. Ini merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Thailand, hanya terpisah oleh Sungai Golok.
Kedekatan geografis ini lah yang membuat sebagian masyarakat wilayah tersebut dipengaruhi oleh budaya Siam. Bahkan, komunitas Siam di Tumpat termasuk yang terbesar di Kelantan.
Daya tarik utama wat ini adalah replika Sleeping Buddha atau Patung Buddha Tidur yang berukuran sangat besar, dengan panjang mencapai 40,9 meter dan tinggi 10,9 meter. Mulai dibangun pada 1973, patung tersebut berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektar dan membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk merampungkan pembangunannya.
Itulah tiga kuil dengan patung Buddha raksasa yang wajib Sobat Medcom lihat langsung kemegahannya saat berkunjung ke Kelantan. Meskipun bukan ibu kota Malaysia, akses menuju Kelantan dari Jakarta kini mudah dan ringkas berkat dibukanya rute penerbangan Jakarta (CGK) - Kota Bharu (KBR) tanpa transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) oleh AirAsia.
Layanan penerbangan ini beroperasi empat hari dalam satu minggu, yakni pada pada Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Peresmian rute baru ini pun menjadi wujud komitmen AirAsia dalam memperkuat konektivitas antara pesisir utara Malaysia dan ibu kota Indonesia, serta mendorong pariwisata Malaysia dan Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)
Kelantan populer dengan julukan Serambi Mekkah karena perannya sebagai pusat penyebaran ajaran Islam. Hingga kini, mayoritas warganya pun memeluk agama Islam dan menerapkan nilai-nilai keislaman.
Di tengah pekatnya pengaruh agama Islam, berdiri tiga patung Buddha raksasa yang menjadi bukti nyata dari indahnya toleransi di tanah Kelantan. Kehadiran kompleks wihara megah ini menjadi contoh bagaimana sebuah monumen Buddha dapat dibangun dan dihormati di sebuah wilayah yang sangat didominasi oleh populasi Muslim.
Secara geografis, keberadaan tempat ibadah ini juga tidak lepas dari letak Kelantan yang berbatasan langsung dengan Thailand. Kedekatan teritorial tersebut melahirkan pengaruh budaya dan sejarah yang kuat dari negara tetangga, termasuk keberadaan komunitas Siam lokal yang melestarikan warisan leluhur mereka.
| Baca juga: Bosan dengan Kuala Lumpur? Intip Ketenangan dan Kemewahan di Pulau Perhentian Malaysia |
3 Patung Buddha Raksasa di Kelantan, Malaysia
1. Standing Buddha di Wat Phothikyan Phutthaktham

Standing Buddha di Wat Phothikyan Phutthaktham. Foto: medcom/fatha annisa
Wat Phothikyan Phutthaktham berlokasi di Kampung Balai, Bachok, Kelantan. Kuil Buddha ini juga dikenal oleh penduduk setempat sebagai Wat Balai, Wat Dua Naga, atau Kuil Dua Naga karena adanya sepasang patung naga di sisi kanan dan kiri pintu masuknya.
Di dalam kuil berdiri sebuah patung Buddha setinggi 100 kaki atau sekitar 30,5 meter. Patung tersebut dibangun pada tahun 1993.
Namun di awal berdiri, Wat Phothikyan Phutthaktham hanyalah kuil sederhana. Kuil ini baru semakin aktif setelah seorang warga Thailand datang dan memulai berbagai kegiatan. Kini, berbagai perayaan masyarakat Siam penganut Buddha turut dirayakan di area Wat Phothikyan Phutthaktham termasuk Songkran.
Selain patung Buddha berdiri raksasa, terdapat pula “Pohon Harapan” di Wat Phothikyan Phutthaktham yang menarik perhatian. Dahan-dahannya tergantung banyak “raben” yang dilempar oleh para penyembah dengan harapan harapan mereka dapat dipenuhi. Jika mau mencoba memanjatkan harapan, Sobat Medcom juga bisa melakukannya, lho!
| Baca juga: Bukan Cuma Tren, Ini Fakta Kenapa Malaysia Masih Diminati Pasien Indonesia |
2. Big Sitting Buddha di Wat Machimmaram

Big Sitting Buddha di Wat Machimmaram. Foto: medcom/fatha annisa
Berlokasi sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kota Bharu, Wat Machimmaram merupakan kuil Buddha yang megah dengan patung Buddha duduk raksasa. Saat selesai dibangun pada 2001, patung tersebut bahkan dinobatkan sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara.
Permukaan patung tersebut tampak dilapisi mozaik kecil mengkilap dengan bibir bagian bawahnya berwarna emas. Patung itu duduk bersila di atas representasi bunga teratai yang juga berfungsi sebagai atap kuil.
Kuil ini membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk diselesaikan oleh tim pekerja asal Thailand. Di bagian tersebut juga tertera nama Phra Buddha Bharameedharm Chamruslok dalam aksara Inggris, Thailand, dan Tionghoa.
Wat Machimmaram buka setiap harinya pukul 9 pagi hingga 12.30 siang waktu setempat, lalu akan kembali dibuka untuk kunjungan pada pukul 2 hingga 5 sore waktu setempat. Alamatnya di Jalan Kota Bharu-Pengkalan kubur, Kampung Jubakar Darat, Tumpat, Kelantan.
| Baca juga: Sepatu Buatan Indonesia Resmi Dipakai Klub Malaysia Terengganu FC |
3. Sleeping Buddha di Wat Phothivihan
.jpeg)
Sleeping Buddha di Wat Phothivihan. Foto: medcom/fatha annisa
Seperti Wat Machimmaram, Wat Phothivihan juga berlokasi di Tumpat, Kelantan. Ini merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Thailand, hanya terpisah oleh Sungai Golok.
Kedekatan geografis ini lah yang membuat sebagian masyarakat wilayah tersebut dipengaruhi oleh budaya Siam. Bahkan, komunitas Siam di Tumpat termasuk yang terbesar di Kelantan.
Daya tarik utama wat ini adalah replika Sleeping Buddha atau Patung Buddha Tidur yang berukuran sangat besar, dengan panjang mencapai 40,9 meter dan tinggi 10,9 meter. Mulai dibangun pada 1973, patung tersebut berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektar dan membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk merampungkan pembangunannya.
| Baca juga: AirAsia Buka Rute Langsung Jakarta-Kota Bharu, Dorong Wisata dan Perjalanan Medis |
Itulah tiga kuil dengan patung Buddha raksasa yang wajib Sobat Medcom lihat langsung kemegahannya saat berkunjung ke Kelantan. Meskipun bukan ibu kota Malaysia, akses menuju Kelantan dari Jakarta kini mudah dan ringkas berkat dibukanya rute penerbangan Jakarta (CGK) - Kota Bharu (KBR) tanpa transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) oleh AirAsia.
Layanan penerbangan ini beroperasi empat hari dalam satu minggu, yakni pada pada Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Peresmian rute baru ini pun menjadi wujud komitmen AirAsia dalam memperkuat konektivitas antara pesisir utara Malaysia dan ibu kota Indonesia, serta mendorong pariwisata Malaysia dan Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)